Baby Blues

Baby Blues
bab 87 pergi dengan Daddy



Cindy sudah memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia bersama keluarganya. Dia mempercayakan bisnisnya kepada Angel dan memantau secara daring.


Cindy akan terbang ke Milan jika ada urusan penting dan dia tidak akan pergi sendiri. Jika Aldho tidak sibuk maka dia akan menemani terkadang juga Selina.


Hari ini Roger akan kembali ke Milan untuk menjemput Rebecca. Kali ini dia ingin mengajak Selina selain untuk liburan juga dia ingin mengenalkan Selina kepada ibunya. Biar bagaimanapun Selina adalah cucunya.


Aldho dan Cindy mengantar mereka ke bandara. Sebelum berpamitan Aldho memberikan banyak wejangan kepada Roger tentang apapun yang Selina butuhkan.


"Roger jangan lupa kau harus usahakan Selina tidur tepat waktu, berikan susu setengah jam sebelum tidur dan jangan langsung berbaring supaya tidak muntah. Dia alergi kacang jadi jangan berikan makanan yang mengandung kacang. Semua baju sudah aku siapkan semua jadi tawari dia sebelum mengganti pakaian supaya dia tidak ngambek jika tidak cocok dengan kemauannya" dan masih banyak lagi yang Aldho pesankan kepada Roger. Sampai-sampai Roger harus mencatat semua yang Aldho ucapkan.


"Iya Aldho, siap aku akan merawat Selina sesuai dengan semua pesanmu" balas Roger.


"Satu lagi. Usahakan Selina mendapatkan asupan sayur dan buah setiap harinya. Jangan banyak-banyak beri makanan cepat saji"


Sikap Aldho yang begitu kritis kadang terkesan cerewet. Hal itu sebenarnya dia lakukan untuk kebaikan putrinya. Karena tidak ada yang paling paham tentang Selina selain Aldho.


"Papa jangan khawatir. Nanti Selina sering telfon deh" Selina memeluk papanya.


"Harus itu. Setiap hari harus telfon papa. Kalau nggak nanti papa ngambek" goda Aldho.


Setelah berpamitan dengan semua orang kini Aldho harus rela melepaskan Selina. Dua minggu kedepan dia akan berpisah sementara dengan gadis kecilnya.


Disepanjang perjalanan pulang Aldho nampak gelisah. Ini pertama kali dia jauh dari Selina tentu saja pikirannya terus berkecamuk.


"Sayang, sudah dong biarlah Selina punya waktu sama Daddy nya. Kan kamu sendiri yang ijinkan Roger mengajak Selina" Cindy mencoba untuk memberi pengertian Aldho.


"Iya juga sayang, aku hanya kepikiran saja."


.


Roger dan Selina kini untuk pertama kalinya pergi jauh berdua. Di pesawat Roger tak henti-hentinya memperhatikan putrinya.


Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Selina mudah menerimanya mengingat semua hal buruk yang pernah dia lakukan kepada Cindy.


"Daddy apakah masih lama? Aku mengantuk" ucap Selina saat delapan jam mengudara.


"Masih setengah perjalanan lagi sayang. Sini tidur peluk Daddy" Roger memeluk Selina dengan penuh kasih sayang.


Setelah perjalanan panjang akhirnya sampai di bandara. Tampak Rebecca sudah menunggunya di ruang tunggu bandara.



Selina melihat sosok wanita cantik yang melambai ke arahnya. "Itu pasti Mommy Rebecca" ujar Selina.


Roger langsung memeluk dan mencium Rebecca. Lima bulan berpisah membuatnya sangat rindu.


"Hai Selina. Akhirnya Mommy bertemu dengan bidadari cantik ini" Rebecca menyambut Selina dengan pelukan hangat.


Selina dan Rebecca memang cukup dekat karena setiap kali Roger melakukan panggilan Video pasti bersama Selina. Dan Rebecca pula yang meminta untuk dipanggil Mommy.


Rebecca sama sekali tidak keberatan dengan adanya Selina justru dia sangat bahagia. Selina yang memiliki sifat yang mirip Cindy membuatnya cepat akrab.


Tak lupa Rebecca mengirim foto dirinya dan Selina kepada Cindy untuk memberitahu bahwa mereka telah sampai dengan selamat.


Mereka sampai di apartemen pada sore hari. "Sayang mau tidur ditemani Mommy?" Rebecca membantu Roger merawat Selina.


"Iya, aku mau ditemani Mommy" balas Selina.


Roger nampaknya harus siap-siap mengalah. Sejak Selina datang Rebecca terus sibuk dengan gadis kecil itu. Padahal biasanya dia selalu bermanja-manja kepada Rebecca.


"Mommy pandai sekali memakai make up. Makanya Mommy selalu terlihat cantik" Puji Selina saat Rebecca sedang merias diri.


"Selina mau didandani Mommy?" Seketika Selina mau.


Mereka begitu asyik saling merias diri. Roger memperhatikan kedekatan mereka dan merasa senang. Dia semakin yakin bahwa Rebecca adalah pilihan yang tepat untuknya.


.


Seharian Aldho sempat uring-uringan karena Selina tak kunjung menelpon dirinya.


"Sabar dong sayang, mungkin mereka sedang sibuk. Kan dia disana liburan. Jangan terlalu diganggu malah terusik nanti dia" omel Cindy.


"Tapi aku khawatir dengannya. Bagaimana jika Roger tidak mengurus dia dengan baik?"


Cindy mendengus kesal. Sifat Aldho yang mulai posesif membuat dirinya lelah menjelaskan hingga akhirnya dia pun marah dan ngambek kepada Aldho.


Seharian Cindy tidak berbicara dengan Aldho membuat pria itu semakin gundah.


Ada penyebab dibalik posesifnya Aldho. Sebenarnya dia masih belum terlalu percaya dengan Roger mengingat segala kecerobohan yang dia perbuat. Pengkhianatan yang dilakukan kepada Cindy nyatanya masih membekas jelas didalam hatinya. Dia tidak rela jika Selina harus mengalami hal seperti itu.


.


Malam Ini Cindy hendak tidur. Setelah memakai piyamanya yang berbentuk kimono dia melakukan ritual wajib para wanita. Memakai seperangkat skincare dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan berbagai macam jenis.


Aldho yang mulai tidak betah dengan diamnya Cindy perlahan mulai menggoda istrinya.


Aldho memeluk Cindy dari belakang dan menciumi tengkuknya. "Sayang, kok kamu diam terus sih. Gak baik loh diam sama suami"


Cindy yang mulanya cuek kini mulai berbalik dan memandang Aldho. Tatapannya terlihat tajam dan Aldho langsung mengerti bahwa istrinya sedang marah.


"Bagaimana aku tidak diam? Kamu terus uring-uringan menunggu telepon dari Selina. Kamu tidak percaya sekali dengan Roger. Dia kan Daddy nya sudah pasti akan merawat Selina dengan baik. Disana juga ada Rebecca yang sayang dengan Selina" Cindy mulai mengeluarkan unek-unek dalam hatinya sejak tadi.


Aldho langsung memeluk Cindy dengan erat. "Maaf, maafkan aku sayang. Aku terbawa emosi jadi aku tidak sadar membuatmu kesal. Aku hanya kesepian tidak ada Selina"


"Tidak ada Selina kan tapi ada aku sayang, anggap saja ini quality time untuk kita" Cindy mengecup lembut bibir Aldho.


Tentu saja Aldho langsung membalasnya dengan ciuman mautnya. Ciuman itu semakin menuntut dan meminta lebih. Perlahan Aldho mengangkat tubuh Cindy dan membaringkannya ke atas ranjang.


Diamati wajah cantik itu. Wajah yang selalu menghiasi hidupnya dan akan selalu menjadi selamanya untuk Aldho.


Cindy yang begitu menikmati sentuhan dan buaian Aldho tak sadar jika kini dia telah polos tanpa sehelai pakaian yang menutupi tubuhnya.


Sementara Aldho masih memakai pakaian lengkap terus bergerilya menikmati setiap inci tubuh permaisurinya.


"Akh.." pekik Cindy saat Aldho menyentuh bagian sensitif tubuhnya.


Sadar akan posisinya kini Cindy mulai meraih piyama Aldho dan perlahan mulai membuka kancingnya satu persatu.


"Curang, kenapa kamu masih pakai baju lengkap sedangkan aku sudah bugil begini" protes Cindy.


Aldho hanya terkekeh. Dia terus melancarkan aksinya. "Sayang, bikin adek buat Selina yuk, supaya aku tidak kesepian kalau Selina pergi begini"


.


...****************...