Baby Blues

Baby Blues
bab 61 mobil baru



"Berhenti...!!!" Roger langsung menarik tangan ibu tiri Rebecca.


Rebecca yang hampir kehabisan nafas langsung jatuh tersungkur di lantai.


"Rebecca, kamu tidak apa-apa?" Roger langsung menghampiri Rebecca. Sedangkan Rebecca tidak mengatakan apapun. Hanya air mata yang mengalir di kedua pipinya.


"Jika kalian melakukan ini lagi aku tidak akan segan-segan melapor ke polisi" Roger langsung meraih tubuh Rebecca dan membopongnya ke mobil.


Sedangkan Rena dan ibunya hanya bisa diam dan khawatir jika Roger melapor ke polisi.


"Mereka ingin membunuhmu? Kenapa kamu tidak ceritakan ini? Lalu kenapa tidak kau laporkan kepada ayahmu?" tanya Roger saat sudah di dalam mobil.


"Percuma saja, ayah tidak akan mendengarku. Sepertinya dia juga tidak pernah menginginkanku. Dia bahkan rela menelantarkan aku dan ibuku demi wanita itu" ungkap Rebecca lirih.


Roger mendengus kesal. Dia tidak mengatakan apapun dan hanya fokus melajukan kendaraannya.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah apartemen mewah. Roger segera membuka pintu mobil dan membantu Rebecca keluar.


"Kita mau kemana?" tanya Rebecca heran.


"Kamu akan tinggal di apartemenku" Roger mengangkat tubuh Rebecca tanpa menghiraukan apakah Rebecca setuju atau tidak.


...****************...


Aldho sudah pulih dan hari ini dia kembali bekerja. Karena mobilnya yang masih di bengkel akhirnya Aldho memakai mobil pemberian Pak Theo.


Sebenarnya Aldho dulu menolak pemberian Papanya karena dirasa terlalu mahal.


Sebuah mobil Rolls Roice Ghost berwarna hitam edisi terbaru yang sudah terparkir di halaman disiapkan secara khusus oleh Pak Theo.


"Apa aku pesan taksi online saja ya? Itu terlalu mencolok di rumah sakit" Aldho nampak gusar saat akan memakainya.


"Bawa saja Aldho. Itu pemberian Papamu, biar dia senang" ucap Pak Tirta.


Sebenarnya Aldho merasa tidak enak jika harus membawa mobil mewah ke rumah sakit. Statusnya yang masih dokter muda bahkan belum genap setahun bekerja di rumah sakit itu membuatnya enggan di cap hedon.


Namun mau bagaimana lagi karena butuh akhirnya dia terpaksa memakai mobil itu. Dan benar saja seisi rumah sakit mulai membicarakannya. Hal itu pula membuat Aldho merasa tidak enak hati terhadap para dokter seniornya.


"Pak dokter mobilnya baru ya" ucap salah seorang perawat.


Aldho hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun. Dia lebih memilih fokus terhadap pekerjaannya yang menumpuk karena tidak masuk kerja beberapa minggu ini.


Seharian bekerja kembali membuat Aldho merasa senang. Akhirnya dia melakukan aktifitas seperti sedia kala.


Sedangkan Cindy kini disibukkan dengan kelas barunya yaitu kelas bahasa dan tata busana. Dia ingin mahir menguasai bahasa inggrisnya serta melanjutkan bakatnya dalam mendesain pakaian.


Waktunya tersita oleh belajar dan merawat Selina sehingga dia jarang sekali keluar rumah. Hanya beberapa saat jika Aldho mengajaknya.


Hari-hari berlalu seperti itu, sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hari ini Aldho masuk pagi. Seharusnya dia pulang sore namun karena beberapa teman dokternya mengajaknya makan malam bersama akhirnya dia ijin kepada Cindy untuk pulang telat.


"Sayang, sepertinya nanti aku pulang telat, teman-teman mengajakku makan malam. Tidak apa-apa kan?" tanya Aldho dalam panggilan video.


"Iya sayang tidak apa-apa, yang penting kamu hati-hati nanti pulangnya" balas Cindy.


"Terimakasih sayang, kamu terlihat cantik jadi tidak sabar pulang nanti. Kamu mau dibelikan apa?" balas Aldho yang membuat Cindy tersipu malu.


"Tidak usah sayang, aku sedang tidak ingin apa-apa?"


Aldho selesai bekerja dan dia langsung menuju restoran Jepang tempat mereka janjian.


Disana sudah ada teman-teman kuliah Aldho, mereka saling bercengkerama melepas kerinduan masing-masing karena beberapa dari mereka sekarang tinggal di luar kota.


"Aldho semakin mentereng kali ini, masih dokter muda saja mobilnya sudah seharga puluhan milyar" ucap salah satu teman Aldho.


"ah, tidak itu mobil dari papaku. Aku terpaksa memakainya karena mobilku masih di bengkel" ucap Aldho.


"Sejak kapan Om Tirta jadi penyuka mobil mewah? Setahuku dia penyuka tanaman bunga" ujar teman Aldho sambil terkekeh.


"Bukan ayah Tirta, tapi Papa kandungku" ucap Aldho.


Memang teman-teman mereka belum mengetahui bahwa Aldho sudah bertemu orang tua kandungnya. Akhirnya Aldho menceritakan semuanya.


Aldho hanya mengangguk. Mereka juga tahu sejak kejadian Cindy hubungan Aldho dan Roger benar-benar memburuk. Hal itu menimbulkan simpati terhadap Aldho.


Saat asyik bercengkerama tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka.


"Renata?" ucap teman Aldho.


"Kamu mengundangnya?" ucap teman yang lain.


"Tidak"


Tiba-tiba salah satu teman Aldho yang lain mengatakan bahwa dia mengundang Renata.


"Maaf Aldho, aku lupa jika kamu juga datang di acara ini"


"Tidak apa-apa santai saja" ucap Aldho santai.


Renata datang menyapa semua orang tak terkecuali Aldho. Mereka awalnya duduk berjauhan dan Aldho fokus mengobrol dengan teman-temannya.


Renata yang awalnya canggung dengan Aldho mulai memberanikan diri menghampirinya menanyakan kabar Aldho.


"Hai Aldho, apa kabarmu?" tanya Renata duduk disamping Aldho.


"Baik, kamu sendiri?" balas Aldho.


"Aku baik. Bagaiman kabar Cindy? Aku dengar anak kalian perempuan ya?"


Aldho hanya mengangguk. Dia tidak terlalu merespon Renata karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan teman-temannya.


Beberapa teman Aldho melakukan swafoto bersama dan kebetulan saat Renata duduk di sebelah Aldho. Mereka mengunggahnya ke instagram stories.


.


Cindy saat ini selesai menidurkan Selina. Dilihatnya sekarang pukul 21.30 malam. Karena masih belum bisa tidur sehingga dia memainkan ponselnya dan membuka sosial media.


Dia melihat unggahan cerita teman-teman Aldho yang kebetulan juga menjadi pengikut Cindy di sosial media. Iseng-iseng dia buka dan diperhatikannya.


Namun Cindy dibuat terkejut saat melihat potret Aldho yang sedang asyik mengobrol dengan seorang wanita. Diamatinya sosok wanita itu yang tidak lain adalah Renata, mantan kekasih Aldho.


Jantung Cindy langsung berdebar, bagaimanapun Renata adalah mantan kekasih Aldho, jelas mereka dulu pernah saling suka. Dan Cindy mulai memikirkan hal yang tidak-tidak.


"Jangan-jangan mereka sengaja janjian" gumam Cindy penuh curiga.


Perasaannya terus gundah tatkala Aldho belum juga pulang. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan Cindy masih terjaga.


Tak berselang lama Cindy mendengar suara mobil Aldho. Benar saja dia baru pulang.


Aldho memasuki kamar dan mendapati Cindy yang masih duduk di sofa.


"Sayang, kok belum tidur? Kamu menungguku?" Aldho menghampiri Cindy. Namun Cindy hanya diam.


"Sebentar aku ganti baju dulu ya" Aldho bergegas ke kamar mandi dan berganti pakaian.


Aldho kembali menghampiri Cindy dan memeluknya. Terlihat wajah Cindy terlihat murung.


"Kamu tidak ngantuk? Apa merindukanku?" goda Aldho.


Cindy hanya menatap Aldho dengan sinis dan hal itu langsung disadari oleh Aldho.


"Ada apa sayang?" tanya Aldho.


Cindy membuka ponselnya dan menunjukkan foto saat Aldho duduk dekat dengan Renata.


"Apa maksudnya ini?"


.


.


...****************...