
Halo teman-teman. Disini saya mau perkenalkan karya baruku.
SINOPSIS:
Kasih harus menerima kenyataan pahit setelah mengalami hal tak terduga oleh orang tak dikenalnya. Sang suami Felix menceraikannya dan mengusir Kasih tanpa uang sepeserpun.
Tak ada tempat tinggal dan akhirnya Kasih mencoba untuk kembali ke rumah orang tua angkatnya. Bukannya diterima malah Kasih diusir dan tak diakui sebagai anaknya lagi.
Kasih yang malang hanya bisa meratapi nasibnya. Namun datang seorang pria bernama Arga yang akan mengubah hidupnya. Meski Arga adalah pria beristri yang rumah tangganya sedang mengalami konflik pernikahannya.
...****************...
Felix berjalan melintasi beberapa staf yang ada di kantor ayahnya. Dia mengumbar senyum tatkala para staf menyapanya.
Akhirnya sampai juga Felix di ruangan ayahnya. Ruangan direktur utama yang seharusnya Felix tempati namun urung karena dia menikahi Kasih.
TOK.. TOK.. TOK..
Felix mengetuk pintu ruangan itu. Tak berselang lama suara seseorang dari dalam mempersilahkan masuk.
"Ayah, ada perlu apa?" ujar Felix saat baru memasuki ruangan itu.
"Duduklah dulu nak" ujar Bramantyo, Ayah Felix.
Kemudian Felix duduk di sofa ruangan itu. Dia menatap sekilas wajah ayahnya.
"Jadi, ada perlu apa ayah memintaku kesini?" tanya Felix.
"Ceraikan Kasih, Felix" ujar Bramantyo.
Tentu saja mendengar ucapan ayahnya Felix langsung bangkit dari duduknya.
"Apa-apaan ayah ini? Tidak ada angin tidak ada hujan bisa-bisanya menyuruhku bercerai dengan Kasih" Felix mulai meninggikan suaranya.
"Jika kamu bercerai dengan Kasih maka Ayah akan serahkan jabatan direktur utama kepadamu. Ayah serahkan perusahaan ini untukmu" ujar Bramantyo.
"Apa kamu masih mencintai istrimu sementara dia sudah ditiduri oleh pria lain?" Ucapan Bramantyo kini seolah menyentil keras Felix.
"Da_darimana ayah tahu?" padahal Felix dan Kasih berusaha menutup rapat kejadian itu.
"Apapun ayah tahu tentang kamu dan Kasih. Semuanya ayah tahu" Bramantyo tersenyum miring.
Felix mengepalkan tangannya. Hatinya mulai memanas. Memang benar Kasih telah dinodai oleh orang lain namun hal itu karena istrinya mengalami musibah.
"Kasih tidak sepenuhnya mengalami musibah itu. Bisa jadi pria itu memang memiliki hubungan dengan Kasih, namun karena rasa cemburunya kepadamu membuat pria itu membeberkan hubungannya seolah istrimu yang di le cehkan." Bramantyo sengaja mengarang cerita agar putra semata wayangnya mau bercerai.
"Ayah... Apa yang ayah katakan itu?" Felix menggertakkan giginya menahan amarah yang sedari tadi melandanya.
"Tergantung padamu sekarang. Kau ceraikan istrimu itu dan hidup enak seperti ini atau selamanya akan terjebak dengan wanita ular itu" ujar Bramantyo.
Sejenak ucapan ayahnya itu mulai menggoyahkan kepercayaan Felix.
"Tapi ayah, aku mencintai Kasih. Salah apa dia sampai ayah sangat membencinya" ujar Felix.
"Salah, karena dia tidak sederajat dengan kita" ujar Bramantyo bersungut-sungut.
"Dan kau pikir usahamu itu akan mengungguli semua yang ayah miliki? Bahkan ayah bisa membuatmu bangkrut seketika jika mau." Bramantyo tersenyum miring melihat ekspresi Felix yang mulai bingung.
Sejenak Felix terdiam. Dia menundukkan kepalanya dan memikirkan banyak hal.
"Lalu, jika aku menceraikan Kasih aku harus memakai alasan apa?"
Bramantyo kemudian menghampiri Felix dan mengusap bahunya.
"Seperti yang ayah bilang. Kasih sudah ditiduri oleh pria lain jadi kau tidak mau lagi menyentuhnya." ujar Bramantyo Meyakinkan Felix.
.
.
Masih dengan konflik pernikahan nih gaes. Jadi jangan bosan-bosan ikutin karyaku ya..