Assalamu Alaikum Ukhti

Assalamu Alaikum Ukhti
Ukhti 118



Setelah beberapa kali bibir itu beradu, kini sejenak Raja menghentikan aksinya. Di tatapnya wajah sang istri yang matanya enggan menatap Raja karena rasa malu. Senyum kembali terkulum dari bibir manis Raja. Telapak tangan yang sedari tadi berada dibelakang kepala Sania, bergerak dan membelai pipi lembut Sania hingga wanita itu terkejut dan menatapnya. Pandangan mereka pun beradu dan saling tatap cukup lama.


"Apa aku boleh meminta hakku malam ini, Dek?" tanya Raja dan hal itu membuat Sania semakin terkejut.


Disaat mata mereka saling beradu, pikiran Sania pun bekerja dan batinnya bertarung. Antara siap dan tidak siap, namun ini pasti akan terjadi. Raja sekarang berhak penuh atas apa yang ada pada dirinya. Setelah berpikir beberapa detik dengan mengucapkan basmallah serta niat ibadah dalam hati akhirnya Sania pun mengangguk mesti kepalanya tertunduk.


Tentu saja senyum Raja langsung merekah sempurna saat sang istri memberi restu untuk melakukannya. Dikecupnya kening Sania dalam dalam dan setelah itu mereka kembali saling pandang kemudian Raja kembali menyerang bibir sang istri.


Keduanya memang tidak berpengalaman sama sekali, namun keduanya memiliki naluri yang Tuhan anugerahkan sehingga mereka cepat belajar dan menyesuaikan diri.


Perang bibir sejenak terjeda, dengan perlahan Raja melepas hijab instan yang dipakai sang istri. Setelahnya Raja kembali melakukan penyerangan. Bukan hanya bibir yang menjadi sasaran, namun area lain juga menjadi tempat mendaratnya bibir sang juragan.


Tangan Raja pun sudah bergerilya kemana mana. Satu anggukan kepala Sania saat memberi ijin kepadanya adalah tanda kalau Raja diperbolehkan melakukan semuanya. Begitu juga dengan kedua tangannya yang sudah bergerak kemana mana.


Sania hanya pasrah saat tangan Raja mulai menyingkap baju tidurnya. Baju tidur yang seperti gamis tersebut telah terangkat hingga kebagian perut dan Sania bisa merasakan saat tangan Raja menyentuh kulit perutnya serta kulit kulit yang lain.


Raja menghentikan aksinya sejenak. Diajaknya Sania untuk duduk. Dan setelahnya, tangan Raja melingkar menyentuh punggung Sania kemudian dilepasnya pengait baju milik sang istri. Sontak saja wajah Sania memerah. Apalagi saat baju itu terlepas dari tubuhnya, Sania tidak punya keberanian menatap sang suami karena terlalu malu.


Raja pun mengulum senyum. Matanya tak lepas dari keadaan sang istri yang nampak semakin cantik meski hanya memakai segitiga bermuda dan kain penjerat bukit kembar. Biar terlihat adil, Raja pun berinisiatif melepas kaos dan sarungnya serta menyisakan boxer yang melekat ditubuhnya.


Raja kembali mencium kening sang istri dalam dalam dan tangannya kembali bergerilya serta membawa sang istri kembali berbaring. Raja menyadari kalau dalam permainan ini, dirinya terlalu aktif. Namun itu tidak masalah baginya. Mengingat ini adahal hal yang pertama mereka lakukan, wajar jika sang istri pasif dan pasrah saja.


Meskipun gerakan Sania pasif, naluri alami wanitanya juga bekerja. Apalagi saat bibir Raja menyentuh bukit kembarnya dan tangan Raja menyentuh daerah pribadinya, rintihan rintihan nikmat keluar dari mulutnya dengan sangat tak beraturan. Serta tangannya juga sesekali menekan kepala Raja.


Raja memang sudah bergerak hingga kebawah. Bahkan tanpa meminta ijin lagi tangan Raja kini berusaha melepas pengait kain yang menjerat bukit kembar milik istrinya. Lagi lagi Raja mengulas senyum melihat pemandangan indah yang sangat nyata di depan matanya.


Awalnya Raja hanya mencium bukit tersebut, namun lama lama ciuman itu berubah menjadi liar hingga dia bertingkah seperti bayi yang sedang kehausan, menyedot ujung bukit satu persatu dengan rakusnya. Ditambah tekanan tekanan tangan Sania pada kepalanya membuat Raja semakin beringas menikmati bukit kembar di hadapannya.


Tak ketinggalan, satu tangan Raja pun bergerilya hinga sampai ke bawah, tempat dimana letak inti dari segala kenikmatan yang akan dia rengkuh. Segitiga yang masih melekat dibawah sana pun langsung Raja turun dan lepaskan.


Sejenak Raja menghentikan aksinya. Dipandanginya wanita yang sudah sah menjadi sang istri dari ujung kepala sampai ke bawah. Sungguh kecantikan Sania terpancar lebih mempesona. Sania yang merasa malu dipandangi sang suami hanya bisa menurup area pribadinya dengan kedua tangan.


Setelah cukup puas memandang, Raja pun melepas boxernya. Kemudian dia kembali bergerak keatas tubuh sang istri dan melakukan penyerangan bertubi tubi.


Sania menatap tubuh sang suami yang sudah bertumpu pada kedua kakinya dan Raja juga membentangkan kedua kaki Sania. Raja mulai menempelkan ujung senjatanya pada celah lubang berbulu tipis milik Sania.


Ada rasa takut saat dibawah Sana sang suami sedang bersiap untuk melakukan sesuatu. Rasa geli juga Sania rasakan saat senjata Raja menyentuh pintu celah dan menaik turunkanya. Tak dipungkiri bersamaan rasa takut yang hinggap, mata Sania berbinar memandang tubuh Raja. suaminya terlihat lebih tampan dari biasanya.


Sejenak Raja memandang wajah sang istri dengan memegang benda yang sudah sangat keras dan tegang. Setelah sejenak bermain main dipintu celah, Raja perlahan mengarahkan senjatanya masuk melewati celah penuh nikmat milik sang istri.


Pekikan kesakitan terdengar dari mulut sang istri hingga Raja sejenak menghentikan dorongannya. Sungguh Raja sebenarnya tidak tega melihat ketakutan dan kesakitan diwajah Sania, namun Raja juga tidak mungkin berhenti begitu saja. Raja memberi nasehat agar Sania menahan rasa sakit yang katanya hanya sebentar saja.


Setelah keadaan Sania tenang, kembali Raja mendorong masuk hingga dia merasa di dalam sana seperti ada dinding yang menghalangi dan Raja mengalami kesulitan untuk menembusnya.


"Dedek bisa menahannya, kan?" tanya Raja yang melihar kesakitan pada diri Sania. Dan sania pun hanya mengangguk untuk menyenangkan hati sang suami.


Kembali Raja berusaha menerobos hingga tiba tiba terdengar suara lengkingan yang tertahan dari bibir sang istri dan Raja seketika menarik senjatanya keluar. Terlihat ada darah diujung senjatanya dan Raja pun tersenyum bangga.


Setelah Sania mampu menguasai dirinya, Raja pun kembali perlahan mengarahkan senjatanya masuk kembali ke dalam celah kenikmatan, Perlahan pinggang Raja bergerak maju mundur hingga rasa sakit yang Sania rasakan berangsur hilang berganti nikmat tiada terkira.


Raja mencondongkan tubuhnya hingga berada tepat di atas Sania dengan pinggang masih bergerak. Mata mereka saling tatap sejenak sembari saling melempar senyum kemudian bibir mereka pun beradu mengiringi kenikmatan dunia yang sedang mereka rengkuh.


Dan malam pertama pun berjalan sempurna dengan meleburnya semburan cinta sebagai salah satu tanda dimulainya perjalanan rumah tangga Raja dan Sania.


Selamat menempuh hidup baru Raja dan Sania. Semoga kisah kalian abadi dalam pikiran pembacamu.


...》》》》》》 T A M A T 《《《《《《...


Alhamdulillah, Raja berakhir dengan sukses. Terima kasih buat reader yang sudah setia mengikuti kisah Raja dan Sania sejak awal hingga akhir. Terima kasih juga buat semua yang sudah mendoakan dan mendukung karya saya dengan tulus. Semoga para reader terhibur dengan karya saya yah.


Dan kalian juga jangan khawatir. Othor juga sudah mempersiapkan karya baru yang pastinya lebih seru dan menghibur dengan di bumbui 21+ kisah baru ini menyuguhkan cerita yang berbeda. LIAR {Cinta Berselimut Hass**rat** } udah publis ya? ikutin yuk