
Fam masih saja kepo tentang hubungan macam apa yang dimiliki Rose dan juga James. Sudah bertanya berkali-kali namun Rose tidak pernah memberikan jawaban yang pasti. Gadis itu hanya menjawab segala pertanyaan Fam dengan senyuman, dan malah seringkali mengalihkan pembicaraan mereka.
“Rose, kau sedang berbahagia. Masa iya kau tidak mau membaginya denganku? kau tahu bukan bahwa aku baru saja putus cinta?” Bibir Fam mengerucut, kesal kepada Rose yang selalu mengabaikan pertanyaannya.
“Apa yang ingin kau tahu Fam? Aku dan James tidak memiliki hubungan apapun.” Iya kan? Mereka memang tidak punya hubungan yang spesial. Hanya saja beberapa hari yang terlewati selalu membuat Rose menganggap itu adalah hal yang berarti.
“Tidak mungkin. Aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Aku tidak pernah melihat kau tersenyum jika sedang membicarakan laki-laki. Tapi sekarang kau malah sering senyum-senyum sendiri. Apalagi jika itu menyangkut James. Kalian bahkan pergi semalaman suntuk, apa kalian berkencan” Fam benar-benar ingin tahu. Selama ini hanya dirinya yang selalu berbagi kisah kepada Rose,. Namun sekalipun Rose tidak pernah menceritakan apapun tentang dirinya. Fam bahkan tidak tahu jika Rose menaruh perasaan kepada kakaknya Alvino.
“Jangan bergosip. Siapa yang berkencan!” Buru-buru Rose menepis tudingan itu. Jangan sampai fam salah paham dan berpikir yang tidak-tidak sora kepergiannya bersama James semalam.
“Lalu apa yang kalian lakukan?” Fam terus saja mendesak agar Rose bercerita.
“Bianca sakit, James membawaku ke rumah sakit untuk menjenguknya.” Sudahlah. daripada Fam malah berburuk sangka lebih baik Rose menjawab saja apa yang Fam pertantakan.
“Bianca? Nah Bianca.. siapa gadis itu? Kau bahkan tidak menjawab saat aku menanyakan soal dia.” Teman baru Rose kah? Tapi kenapa Rose tidak memperkenalkan wanita itu kepada nya.
“Dia kekasih kakakmu.” Jawab Rose apa adanya.
“Kakak? Maksudmu kak Alvino?” Fam terperangah kaget. Demi apa Alvino bisa sampai memiliki kekasih mengingat bagaimana kesibukan yang Alvino jalani di kantor. Dan anggukan kepala Rose mengiyakan itu. “L-la-lu… kaaaauu?” Fam tidak menyangka. Benar-benar tidak menyangka. Bukankah Rose sempat menyukai kakak? Tapi kenapa sepertinya dia biasa saja ketika menceritakan bahwa Alvino sebenarnya memiliki kekasih. Apa cinta Rose sudah berpaling?
“Alvino sudah dewasa, wajar saja dia memiliki kekasih.” Cih, tapi kenapa itu terdengar seperti Rose malah mengejek dirinya sih. Apa Rose sengaja mengungkit masalah dirinya yang melanggar peraturan dengan berpacaran. Aaaa. Ingat lagi kan bahwa sedang putus cinta.
“Kenapa kau diberitahu soal Bianca tapi aku tidak. Ini tidak adil!” Si manja mengerucut lagi. Sebenarnya apa yang dia mau sih. Dasar bocah gabut!
“Mungkin belum. Aku yakin sebentar lagi Alvino akan membawa Bianca ke keluargamu.” Rose tersenyum manis. Sudah menebak bahwa hubungan Alvino dan Bianca akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Mengingat bagaimana kejadian kemarin terjadi. Kejadian Bianca yang harus kehilangan bayinya. Rose sangat yakin bahwa Alvino tidak akan mencampakkan Bianca.
“Membawanya ke keluargaku? Maksudnya kakak akan menikah.”Fam menatap Rose dan Rose hanya tersenyum sambil mengangguk-ngangguk samar. “Aaaaa kenapa kau tidak pernah bercerita dari awal sih. Aku jadi penasaran seperti apa wanita yang dicintai kakak.”
Waktunya belum tepat Fam. Kisah mereka sungguh rumit, pasti membutuhkan waktu yang lama agar benang kusut itu bisa terurai.. Tidak mungkin juga Alvino akan membawa Bianca dalam keadaan seperti itu, mereka benar-benar membutuhkan waktu yang banyak.
“Apa kau tidak sakit hati?”
“Sakit hati? Memangnya kenapa?”
“Bukankah kau juga mencintai kakak.”
“Hss..” Rose menepis kalimat Fam. Iya iya. Rose memang pernah mencintai Alvino, tapi itu adalah kemarin, bukan hari ini.
“Aaaaa~ Aku yakin kau memang memiliki hubungan spesial dengan James kan? Kau sudah memiliki pengganti kakak. Itu sebabnya kau tidak patah hati.”
“Fam kau ini bicara apa, aku dan James hanya….” Kalimat itu digantung. Entah kenapa saat nama James terdengar membuat Rose malah tidak bisa menahan diri untuk mengulum sebuah senyuman.
“Sudah mengaku saja, lihat cermin sana. wajahmu bahkan sudah seperti kepiting rebus.” Fam menggoda lagi, tapi itu memang kenyataanya. Rose memang tersipu saat mendengar atau membahas tentang James. Lelaki dingin dan seperti robot yang memperlakukan dirinya dengan sangat manis.
“Tidak. Mana mungkin!” Rose menepis namun beranjak menuju cermin untuk membuktikan ucapan Fam. Seketika dia menjadi salah tingkah dan malu sendiri. Hahahaha. Fam hanya tertawa. Melihat Rose yang seperti itu membuatnya kembali mengingat bagaimana saat dirinya juga sedang jatuh cinta kepada Jacob.
Selang beberapa jam..
Rose dan Fam masih berada didalam kamar yang sama, masih mengobrol kesana kemari. Masih asyique membahas kisah percintaan mereka.
“Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday to you..” Suara itu terdengar ramai, berbarengan dengan pintu kamar Rose yang terbuka. Beberapa orang masuk sambil membawa kue tart yang lilinnya menyala, juga beberapa balon sedemikian rupa.
Astaga! Bukannya kaget karena kejutan ulang tahun yang sebenarnya sudah basi, Rose justru terkejut karena kedatangan Monica disana. Apa jadinya ini? Mereka pasti akan mengetahui masalah besar yangs sedang dihadapi Sam terutama Alvino. Ya Tuhan bagaimana ini?
“Kenapa hanya diam kak? Apa kau tidak menerima kedatangan kami?” Steve berujar sambil menatap kakaknya yang sepertinya merasa biasa saja mendapat kejutan itu. Wajar saja. Ulang tahun itu memang sebenarnya sudah basi.
“Ah.. Terimakasih. Tapi ulang tahunku sudah lewat.” Rose tersenyum kaku sambil menghampiri rombongan yang masuk kedalam kamarnya. Hahaha rombongan. Hanya Monica, Emily dan juga Steve disana.
Fam yang sama sekali tidak diberi tahu soal kedatangan mereka juga ikut-ikutan terkejut. Kedatangan mereka sungguh mendadak dan untungnya Fam sedang tidak melakukan hak yang aneh. Huh~ Putus cinta itu ternyata membawa berkah. Jika masih menjalin hubungan dengan Jacob, sudah dipastikan di hari itu ia sedang berduaan dengan lelakinya.
Di ruang keluarga~
Sudah membaur menjadi satu~
“Fam.. Dimana Sam? Apa kakak pergi ke kantor hari ini?” Monica menatap putri cantiknya yang sudah sangat lama tidak dia temui. Tidak lupa juga untuk menanyakan anak-anaknya yang lain.
“Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Mam. Lagipula kedatangan kalian sangat ,mendadak. Andai saja memberitahu terlebih dahulu, Kakak dan Sam aku dan Rose pasti akan menyambut kalian.”
“Hehe tidak apa, Mamy akan menunggu mereka kembali karena inikan kejutan. Mamy harus adil dan membuat kalian semua terkejut hehehe..” Monica tertawa kecil.
Sementara Rose, Rose hanya bisa tersenyum simpul menanggapi senyuman Onty Monica yang begitu merekah. Kejutan katanya. Padahal dia sendiri yang akan dikejutkan oleh masalah yang menimpa Sam dan juga Alvino. Ya Tuhan, bagaimana caranya aku menyelamatkan Alvino dalam hal ini?
“Rose.. Ada apa? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu?” Emily yang berada disamping Rose menyahut ketika gadisnya itu malah melamun dan menatap Monica dan juga Fam dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.
“Eh.. Tidak Mam, Aku tidak memikirkan apapun. Aku hanya memperhatikan Onty Monica. Dia sangat cantik jika tersenyum seperti itu.” Hehe Rose berdalih. Entah jawaban itu masuk akal atau tidak, pikiran Rose sekarang hanya tertuju pada nasib-nasib orang lain.
Bagaimana Alvino?
Bagaimana Bianca?
Bagaimana Sam?
Bagaimana Eve?
Bagaimana nanti reaksi uncle Ken?
Bagaimana nanti reaksi Onty Monica?
Entah, Rose tidak tahu harus melakukan apa.
Bersambung~
Maaf sebelumnya para pembaca setiaku.Aku gak bisa nyenengin hati kalian semua dengan memberikan alur seperti yang kalian mau. Aku cuma menuangkan imajinasi yang ada didalam kepala ke wadah cerita ini. Ini hanya fiksi dan cerita aja, meskipun mungkin banyak dari kalian yang terlanjur baper hehe. Aku gak bisa maksa untuk kalian harus suka, karna yang suka pasti akan tetep baca, yang gak suka ya leave. Hehe.
Author udah kerja keras lho memberikan yang terbaik, bahkan sampe pegel pinggang karena tiap hari kejar tayang supaya para pembaca kenyang baca.
Tau ah, dah malem nih. Ngelantur lagi kan gue!
03:11
Salam Jari keriting