
Setelah Pierce mengantarkannya pulang, Alice langsung merebahkan diri di atas kasur seusai mengganti pakaiannya, gadis itu merasa sangat kenyang dan juga sedikit kedinginan. Alice mencoba memejamkan matanya,namun baru saja akan terpejam tiba-tiba ponselnya berbunyi. Menandakan sebuah notifikasi masuk.
"Ada apa lagi, Pierce?" Alice yang sebenarnya sudah nyaman dengan posisinya, terpaksa harus beranjak mengambil ponsel yang berada di atas nakas. Mengira pesan itu berasal dari Pierce, teman barunya. Tapi ternyata bukan, notifikasi itu bukan berasal dari Pierce, melainkan dari Sam. Lelaki yang setengah mati Alice mencoba melupakannya.
Ah~ Entahlah.. Alice enggan untuk menanggapi apapun yang berhubungan dengan Sam, meskipun sebenarnya ia sangat ingin bersama dengan lelaki itu. Andai saja tidak ada Laura di kehidupan Sam, pasti Alice masih bersama lelaki itu sekarang.
"Aku merindukan mu, tapi aku tidak mau hatiku terluka Sam." Gadis itu menatap potret saat dirinya bersama Sam yang menjadi wallpaper ponselnya. Kembali flashback saat mereka masih bersama-sama sebagai orang yang saling mengisi satu sama lain. Alice kemudian menyembunyikan rasa itu di bawah bantal sambil memejamkan mata, mencoba untuk tidur dan melupakansesuatu yang sangat berat dalam pikirannya juga hatinya.
Sementara Alvino~
Menjadi Pierce sebenarnya bukan alasan untuk Alvino mendekati Alice, lelaki itu hanya mencoba untuk menyamar dan melihat wajah-wajah asli orang-orang di sekelilingnya. Alvino hanya ingin memecahkan misteri tentang keluarga Alfian yang menghilang. Mencari Evelyn dan Alfian dengan caranya sendiri.
Mendekati Alice hanyalah untuk menuntaskan rasa penasaran tentang Alice yang selalu membuatnya merasakan perasaan yang aneh. Mungkin juga hanya untuk berpetualang di kehidupan bersama wanita yang baru ia masuki. Sebagai lelaki dewasa rasanya hal itu normal-normal saja bukan? yang terpenting Alvino masih berpegang teguh untuk tidak menyakiti Bianca. Tidak menyakiti kaum ibunya, kaum wanita.
Setelah mengantar Alice pulang, Alvino kembali ke rumah lama. Lelaki itu mengecek ponselnya untuk melihat notifikasi dari James. Ingin tahu apa James melaporkan sesuatu tentang dirinya yang berada di rumah sakit malam itu.
Tidak. James tidak memberitahukan apapun yang berhubungan dengan rumah sakit. James hanya mengirim pesan tentang laporan bahwa ia sudah menemani Bianca dan memastikan bahwa gadis itu aman sampai di apartemen.
"Lalu untuk apa dia berada di rumah sakit?" Alvino memikirkan sesuatu.
"Apaaaa James berbohong?"
"Apa dia sakit? ataaaaaau Bianca yang sakit?"
📤 Bagaimana keadaan Bianca? -Alvino mengirimkan pesan kepada James. Mari kita lihat apa yang akan ia katakan.
📥 Nona Bianca baik-baik saja Tuan. -Cukup lama James membalas pesan Alvino.
Entah kenapa laporan itu terasa tidak memuaskan bagi Alvino, lelaki itu lalu memutuskan untuk menghubungi Bianca, wanitanya yang selama satu minggu ini tidak pernah berkomunikasi dengannya.
📱Bee, r u ok?
Pertanyaan pertama yang Alvino lempar saat panggilan itu terhubung.
📱Honeeeey!!! aku sangat merindukanmu.
Suara Bianca begitu nyariin ketika mengatakan bahwa dia merindukan Alvino, merasa senang ketika bisa mendengar kembali suara si pujaan hati.
Alvino merebahkan dirinya diatas sofa, mendengar suara Bianca ternyata sedikit menenangkan hatinya yang beberapa hari terakhir selalu gundah.
📱Dadaku sesak.
Ujar Bianca dengan nada yang tiba-tiba berubah.
📱Sesak? apa kau sakit Bee?
Alvino bangkit dari posisinya, langsung khawatir dengan keadaan wanitanya.
📱Sesak karena terlalu merindukan mu hehe
📱Astagaaaa!!
Pasangan muda itu kemudian berbasa-basi, berbincang seputar keseharian mereka saat mereka tidak bersama. Meruntuhkan rasa rindu melalui suara yang hanya bisa didengar lewat telepon genggam.
📱Jadi kapan kau kembali?
📱Lusa aku akan menemui dirimu. Aku akan pulang untukmu.
📱Aaaaa benarkah? aku benar-benar tidak sabar untuk memeluk mu.
Bianca selalu saja manja ketika berbicara dengan Alvino, meskipun sesungguhnya gadis itu adalah gadis yang kuat dan mandiri ketika berada di luar sana. Berada disamping Alvino selalu membuatnya merasa ingin dilindungi, merasa ia tidak bisa melakukan apapun tanpa lelaki itu. Meskipun hubungan mereka berawal dari ketidak sengajaan, tapi siapa yang tahu kapan hati berlabuh dan mulai tumbuh benih-benih cinta.
📱See you..
📱Love you..
Panggilan berakhir.
Alvino meletakkan ponselnya setelah selesai menghubungi Bianca, lumayan lega ketika mendengar Bianca ternyata baik-baik saja. Alvino memutuskan untuk mengakhiri hari-harinya dirumah lama, namun tidak mengurungkan niatnya untuk tetap menjadi seorang Pierce.
Jika Bianca atau James tidak kenapa-napa, lalu untuk apa James berada di rumah sakit? hanya itu yang masih menjadi pertanyaan Alvino. James tidak menyembunyikan sesuatu kan?
Sudahlah Al, mungkin James sedikit demam. Dia juga kan manusia!