
Alice berdecak kesal ketika mendapati Aurora_temannya saat bekerja dikafe_Temannya yang baru saja kemarin ia jenguk bersama Pierce\, mengunggah suatu postingan di sosial media. Gadis itu terlihat mengahbiskan waktu bersama Sam. Lelaki yang ia hindari.
Pangeran kuda putih~ Cih!!
"Dasar buaya! Setelah Laura dan Aurora, siapa lagi yang akan kau kencani Sam?!" Alice mengumpat kesal. "Ahsudahlah! Masa bodoh dengan apa yang mereka lakukan! Aku tidak perduli. Lebih baik aku bersiap untuk menuju kantor." Alice memasukan ponselnya kedalam tas. Kemudian berjalan menuju cermin untuk menyemprotkan parfume ke tubuhnya. Setidaknya aroma parfume itu bisa sedikit menenangkan dirinya yang tiba-tiba badmood melihat kebersamaan Sam dengan Aurora.
Sudah tiba dikantor~
Seperti biasa, hal pertama yang Alice lakukan saat tiba dikantor adalah bersantai. Yaa, memangnya apalagi. Pekerjaan Alice hanya untuk menyalin data saja, ia bahkan tidak perlu melibatkan otak atau tenaganya dalam pekerjaannya dikantor. Aneh bukan? Alice pun merasa begitu. Andai saja gaji bekerja diperusahaan itu tidak besar, Alice pasti sudah pergi dari tempat membosankan itu. Tapi apalah daya, Alice masih membutuhkan upah dari hasil kerjanya ditempat itu.
Terkadang Alice bingung, sebenarnya siapa yang merekomendasikan dirinya untuk masuk kedalam perusahan itu, bahkan seingat dirinya, saat Alice mengirimkan beberapa lamaran kerja, Alice tidak mengirimnya ketempat ini. "Siapapun itu pasti dia aalah orang yang baik, meskipun pekerjaan ini sangat membosankan tetapi setidaknya hidupku jadi jauh lebih mudah. Aku bahkan tidak perlu berhutang untuk melunasi tagihan-tagihan ibu dirumah sakit." sudah dua bulan bekerja ditempat itu, kenapa baru terpikirkan orang yang merekomendasikan ia bekerja ditempat itu ya?
Begitulah Alice, selama menunggu tugas yang diberikan oleh manager, seringkali ia berimajinasi dengan pikirannya yang bercabang tak tentu arah. Apapun bisa tiba-tiba terbayang meskipun sebenarnya ia tidak memikirkannya.
"Salin sebagian data ini, biar sisanya anak-anak magang yang akan menyelesaikan." ujar Elena yang menghampiri meja Alice sambil membawa beberapa dokumen ditangannya, wanita itu berhasil membuyarkan lamunan Alice.
"Yaaa.. Oke." Jawab Alice yang tidak siap dengan kehadiran Elena. Tanpa menunggu lama lagi Alice pun segera melakukan tugasnya yang tidak seberapa itu.
~
"Mobil anad sudah siap Tuan>" Ujar seorang Bidy yang baru saja mengeluarkan mobil kesayangan milik Tuan Mudanya.
"Kau ini bodoh atau apa? apa kau ingin orang-orang tahu bahwa aku adalah pemilik perusahaan itu?" Astaga. Tidak tahukah mereka tentang peraturan Ken yang selama ini diterapkan, mereka harus menyamar menjadi rakyat jelata. Tidak ada yang boleh tahu bahwa Sam adalah putra penguasa perusahaan Lucatu. Tidak ada yang boleh memperlakukan Sam dengan istime selama anak muda itu magang, Ken hanya ingin Sam betul-betul mempelajari perusahaan dengan baik dan benar.
"Maaf tuan."
Setelah mengganti mobil yang akan digunakan, akhirnya Sam melesat menuju tempat tujuan. Meskipun dengan penampilan sederhana, tapi itu semua tidak bisa menutupi apa yang Sam miliki. Wajah tampan rupawan itu masih terlihat sangat menonjol. Para wanita pasti masih menggilai lelaki itu.
Sudah sampai~
Dengan membawa beberapa data yang memang harus ia lengkapi, lelaki itu masuk dan duduk dikursi tempat anak-anak magang lain menunggu giliran interviewnya. Tanpa semangat Sam mengikuti apapun yang harus ia lakukan hari itu. Membosankan, Ini sangat membosankan. Seharian bersama Laura lebih baik daripada ini!
"Tolong antarkan dokumen ini ke meja Elena." Samar-sama Sam mendengar suara seorang wanita. Suara itu begitu tidak asing ditelinganya. Sam kemudian menajamkan pendengarannya dan berusaha untuk menangkap darimana sumber suara itu.
"Alice?" Sam terperangah ketika mendapati gadis yang ia cari ada diperusahaan Lucatu. "Tidak mungkin, bagaimana caranya dia bisa masuk kesini?" Sam bertanya-tanya. Tidak sembarangan bisa memasuki Lucatu, terlebih jika orang itu adalah wanita.
"Kakak. Ini pasti karenanya. Apa dia benar-benar menyukai Alice? atau memang Alice menjauhinya karena memiliki hubungan dengan Alvino?"