You Decided

You Decided
Healing



Kali ini famela layak untuk dikunjungi dua jempol, Gadis itu berhasil membuat Rose dapat mengutarakan penyesalannya dan ajaibnya James yang semula abai dan sudah tidak mau berbicara dengan wanita nya kini memaafkan wanita itu. Lebih tepatnya James tertarik dengan rencana Famela ingin membuat Alvino senang. James tidak mungkin meragukan Famela karena dia adalah adik yang sangat menyayangi kakaknya.


“Tapi Nona,ada satu hal yang harus anda ketahui. Tuan muda menjalin kedekatan dengan seorang wanita sebelum akhirnya Bianca muncul kembali.” James seperti mendapat angin segar setelah bertemu dengan Famela. Padahal sebelumnya dia berusaha menolak pertemuan itu.


“Oh benarkah? Bagus kalau begitu tentunya rencana kita akan semakin mudah.”  Famela tersenyum senang, karena konon katanya obat patah hati adalah jatuh cinta lagi dan kembali kepada hal yang membuatmu terluka tidak akan pernah membuat dirimu sembuh. “Siapa wanita itu?”


“Saya harap anda tidak akan tercengang Karena Wanita itu adalah Alice.”


“Alice? nama itu sepertinya tidak asing.”


“Ya karena dia adalah kekasih Tuan Sam dulu.”


Astaga pantas saja nama itu tidak asing, Apakah Sam tadi menelponnya dan meminta bantuan  adalah untuk ini? dua kakak beradik memperebutkan satu wanita.


“Sepertinya dia adalah wanita yang baik, tapi untuk bersanding dengan kakak sepertinya aku kurang setuju. apalagi jika memang sampai masih menaruh hati pada wanita. Bagaimana jadinya?”


“Entahlah nona, Saya tidak berani berbicara banyak kepada tuan muda.  diizinkan untuk membersamainya lagi saya sudah lebih dari bersyukur.”


“Tapi setidaknya kau pasti tahu James bagaimana suasana hati Alvino setelah kehadiran Bianca, Apakah ia menerima wanita itu kembali atau melanjutkan hubungannya dengan Alice?” Rose ikut menimpali.


“Tuan muda masih marah pada Bianca dia bahkan tidak mengizinkan Bianca untuk bertemu putrinya. Sedangkan Alice.. Aku tidak tahu. Setahuku mereka, Tuan Muda dan Alice belum pernah bertemu kembali sejak kejadian di rumah sakit.”


“Kejadian di rumah sakit?Aku belum mendengar yang ini. Ayo, ceritakan semuanya sejelas mungkin.”


Detik selanjutnya James dan Rose menceritakan Bagaimana suasana di rumah sakit saat itu, menceritakan kematian ibunya Alice, kedatangan Sam saat Alvino dan Alice berpelukan yang menyebabkan perkelahian antara Alvino dan Sam.


“Bisa-bisanya Sam bersikap tidak sopan terhadap kakak.”


“Dia mabuk.” tambah Rose.


“Oke, karena aku sudah mendapatkan poin poin, aku akan menemui Sam terlebih dulu. Ku hubungi kalian nanti. Bersenang-senanglah, aku tahu kalian merindukan satu sama lain. Bye.” Setelah mendapat kejelasan Fam berdiri dan tersenyum kemudian membawa tasnya untuk pergi dari tempat pertemuan mereka.


~


Lembaran baru untuk Alvino..  Lelaki itu sudah merasa jauh lebih baik dan sudah mendapatkan kesimpulan dari keputusannya yang sempat goyah karena perbincangan antara dirinya dan Ken. Semalaman suntuk Alvino melarutkan segalanya dan kemudian mendapat satu titik kesimpulan tentang langkah apa yang akan diambil. Mungkin Alvino tidak akan meninggalkan Lucatu, tapi dia kan tetap pergi untuk membangun lagi energi positif seperti yang Ken katakan.


Hiang untuk healing..


Tapi sebelum itu benar-benar terjadi, Alvino ingin menyelesaikan segala urusannya yang belum selesai. Dia akan menemui Alice, Sam, James dan Rose bahkan Bianca. Karena sampai kapanpun Alvino tidak akan mungkin bisa berdamai dengan dirinya sendiri ketika belum memaafkan Dan meluruskan semuanya dengan orang-orang tersebut.


Dan yang pertama kali dia temui adalah Alice..


Sudah tiba dirumah duka.


“Bagaimana kabarmu?” Dengan memakai kemeja abu-abu dan celana hitam,  lelaki itu tampil begitu tampan.  Apalagi ditambah dengan kacamata berbingkai emas, Alvino terlihat sangat gagah dan berbahaya.


“Tidak mungkin aku mengatakan aku baik-baik saja.”


“Kita harus bicara.” Lelaki itu bersikap dingin sekali, beda dari Alvino sebelumnya yang ramah. Tanpa menunggu persetujuan Alvino membalikan badan kemudian berjalan keluar. Lelaki itu mengajak Alice untuk berbicara di taman.


Di taman..


“Kau pasti tahu kenapa aku tidak kembali menemuimu di rumah sakit kan?” Alvino memulai pembicaraannya. “Seperti yang kita katakan sebelumnya, kita terlalu cepat untuk mendefinisikan kedekatan kita sebagai cinta. Nyatanya hatiku merasa sakit saat Bianca kembali. Itu artinya aku belum selesai dengan masa laluku. Sama seperti dirimu dengan Sam.”


“Sakit hati? bukankah harusnya kau senang?”


“Intinya adalah, terimakasih sudah menemaniku kemarin. Aku menarik kalimatku bahwa aku menaruh hati padamu. Sepertinya saat itu aku hanya kesepian, dan kau yang ada disana. Maaf. Aku tidak bermaksud menyakitimu.” To the poin, tidak mau bertele-tele lagi.


“Benar katamu, aku memang belum selesai tentang masa laluku. Dan aku tidak merasa tersakiti, aku berterima kasih. Terimakasih kau sudah membangun energi positifku, kau membuatku merasa mempunyai teman. Terlepas dari masalah percintaan, kau menyadarkanku bahwa hidupku bukan hanya tentang bekerja dan tagihan rumah sakit.”


Saling tersenyum dan selesai..


Jangan sesekali jatuh cinta saat hatimu sedang patah, perbaiki dulu hatimu sebelum kamu memberikannya kepada orang baru. Karena jika kamu mencintai dalam keadaan patah hati, bisa saja itu hanya rasa yang muncul sementara. Itu bukan cinta yang sesungguhnya, kamu bahkan bisa merasakan perasaan itu pada setiap orang baru yang muncul.


Bukan tak ingin melupakan. Tetapi, melupakan sama sulitnya mengingat orang yang tak pernah kita kenal. Melupakan seseorang yang pernah kita bagi suka duka. Melupakan seseorang yang pernah memberi bahagia. Melupakan seseorang yang pernah kita cintai. Bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu dan tenaga untuk mengembalikan hati seperti semula.


Dibanding bergulat dengan ambisi ingin melupakan. Orang patah hati hanya harus menikmati segala luka dan perasaannya sampai perasaan itu hilang dengan sendiri. Berharap suatu saat nanti jatuh cinta lagi dengan orang berbeda dan akan lupa dengan perasaan itu. Kita tak mungkin bisa melupakan seseorang tapi kita bisa melupakan perasaan kepada dia. Kepada yang sedang  patah hati, bersabarlah. Tuhan memiliki hadiah terindah di masa depan.


 


 


Bersambung~