
Terlahir sebagai anak yang difasilitasi kemewahan, membuat Samuel Lucatu menjadi seenaknya dalam hal apapun. Sam hidup bebas dan memiliki segalanya. Hidup hedon dan selalu berkecukupan. Dengan wajah tampan yang diwarisi dari Ken, Sam bebas bergonta-ganti wanita untuk ia tiduri meskipun dia memiliki kekasih.
Sam masih berstatus sebagai seorang mahasiswa. Dan cowok itu terkenal sebagai playboy di lingkungan universitasnya. Semua wanita selalu berharap bisa bersanding bersama Sam, bahkan banyak pula gadis yang rela menjadi penghias ranjang milik Sam.
Sam adalah seorang casanova yang digilai.
“Ah Baby f u c k!” Sam mengejang diiringi teriakan gadis dibawah kungkungannya. Lelaki itu baru selesai mencapai puncak nirwana dengan perempuan yang baru saja dia kenal di klub tiga hari yang lalu.
“Sialan gue belum keluar ya!” Perempuan yang digenjot oleh Sam merajuk tidak terima.
“Take it easy beb. Masih bisa dua tiga ronde lagi kok.” Cup! Sam memberikan kecupan penutup untuk festival yang menjadi hobinya itu.
“Nggak usah bab beb gitu deh, cewek lo nelpon tuh!”
Ah f u c k! Sam yang akan menikmati sisa-sisa kenikmatan terpaksa bangun untuk mengangkat telpon itu.
📞 Ya sayang?
📞 Sorry sayang, tadi ketiduran.
📞 Oke, aku tf ya. Byeee. Have fun.
Huh! Sam berkacak malas sambil melempar ponselnya. Sementara perempuan merajuk itu menatapnya penuh kesal.
“Why beb? Cemberut gitu sih! Masih mau?” Sam menghampiri kemudian memancing gairah gadis itu lagi dengan tangan yang menuju lembah yang masih lembab.
“Lo kenapa gak putus aja sih sama Julia?” Perempuan itu masih merajuk juga, bukan karena belum mencapai pelepasan tapi sekarang karna cemburu pada cowok itu.
“Ngapain lo bahas Julia? Lo gak berhak ya ngatur gue. Kalo keberatan lo boleh pergi.” Sam menatap tidak terima. Dia selalu bersikap begitu kalau menyangkut soal Julia. Bukan hanya pada Katie bersikap seperti itu, tapi pada semua wanita yang memintanya untuk meninggalkan Julia.
“Apaan Katie, maksud lo apaan?” Sam beranjak menuju kulkas untuk menyambar air es, menenggaknya cukup banyak untuk memberinya sensasi sejuk. Moodnya tiba-tiba berantakan karna hal tak seberapa yang di ucapkan Katie.
“Sorry.” Perempuan bernama Katie itu langsung menghampiri Sam kemudian menghambur memeluk cowok itu dari belakang. “Gue baru semalam sama lo, tapi gue udh suka banget. Gue cemburu denger lo telpon dari semalem.”
Sam memutar tubuhnya kemudian menatap lekat ke arah Katie. “Julia, gue gak akan ninggalin dia meskipun gue bawa seribu cewek kesini. Dia istimewa buat gue.”
“Oke iya gue gak akan gangguin hubungan lo sama dia. Tapi lo bakal nelpon gue lagi kan setelah ini?”
“Oke.”
“Thank’s.” Katie memeluk Sam dengan penuh gembira. Jangan sampai dia kehilangan cowok yang mati-matikan dia curi perhatiannya belakangan ini.
Kring! Ponsel Sam kembali berdering. Kali ini dari kakaknya—Alvino. Sam meninggalkan Katie kemudian mengangkat telpon itu.
📞 Halo, kak?
📞 Kamu gak lupa kan sama acara Mami?
📞 Iya, kelar kelas aku langsung jalan ke tempat Mami.
📞 Bagus. Jangan sampe aku harus cari-cari kamu nanti malam.
📞 Hehe. Oke big bro. See you there.
Panggilan itu ditutup. Sam kemudian menghampiri Katie lagi. “Gue mandi ya. Gue ada kelas dua jam lagi.”
“Mau ronde ke dua?”