You Decided

You Decided
Perang Bantal



Sam dan Alice sedang sibuk bersenang-senang didalam Flat. Kini malah Alice yang harusnya dibilang sebagai kekasih Sam. Bagaimana tidak, Sam lebih intens bersama Alice ketimbang menghabiskan waktu bersama Laura. Laura gadis yang sangat Sam cintai meskipun kenyataanya Sam sering bergonta-ganti wanita.


"Huhu~" Tawa Alice terdengar renyah saat mereka sedang bercanda dengan saling melempar bantal. Bahkan isi bantal itu sudah berhamburan dan menambah moment itu jadi semakin seru.


Sam tidak kalah tertawa merdu. Sungguh kebersamaan mereka lebih menuntut dari sekedar hubungan badan. Namun siapa sangka, dibalik wajah yang cantik, Alice menyimpan sesuatu dalam pikirannya. Entah apa yang jelas hanya author yang tau.


"Biarkan aku mengambil potretmu." Sam mengambil kamera kemudian mengambil beberapa poto Alice.


"Curang. Aku juga harus mengambil gambarmu." Alice merebut kamera itu kemudian mengambil gambar Sam.


"Ambil gambar saat kita berdua." Pinta Sam.


Cekrek..cekrek..cekrek.. 📸


Senyuman dan tawa saling dilemparkan masing-masing disela adegan pemotretan dadakan itu. Alice begitu menikmati seluruh waktu yang ia habiskan bersama Sam. Bukan hanya tampan dan menyenangkan. Sam juga sepertinya pria kaya raya. Buktinya lelaki itu benar-benar membuat Alice berhenti bekerja dan menanggung semua keperluan sehari-hari. Meskipun masih berstatus mahasiswa, tapi lelaki itu sangat royal terhadapnya. Mungkin Sam seperti itu karena dia berasal dari keluarga yang kaya raya. Meskipun Alice tidak bisa menampik benih cinta yang tumbuh, tapi Alice juga tidak bisa menampik bahwa ia membutuhkan materi. Alice tidak akan melewatkan kesempatan emas itu.


"Kau selalu membuatku tertawa. Baru kali ini aku merasakan hal seperti ini. Aku merasa jadi seorang anak muda sungguhan." Sam berujar sambil menatap Alice. Memang baru kali ini ia melakukan hal seperti itu, meskipun Alice bukan wanita pertama tapi Sam hanya menghabiskan waktu dengan adegan ranjang bersama wanita-wanita itu. Tidak ada canda tawa seperti ini.


"Bagaimana mungkin kau mengatakan merasa seperti anak muda, apa kau mengira kau sudah tua? haha~ mustahil Sam. Kau aktif dalam bercinta, kau pasti selamanya awet muda." Alice tersenyum menggoda sambil mendaratkan ciuman dipipi Sam.


"Hm.. Aktif dalam bercinta yaaa, tapi sepertinya kita belum melakukannya hari ini." Kode. Sam memang belum mendapatkan jatah hari ini, lelaki itu masih bisa berkata demikian meskipun semalam sudah mendapatkan dua ronde berturut-turut.


"Mana mungkin. Aku bisa gila jika tidak mendapatkan pelepasan." Gila. Sungguh gila. Berhubungan badan seolah candu bagi Sam. Tapi mana mungkin ia melakukannya terus menerus. Apa tulang Sam tidak akan patah?


"Sayangnya aku sedang kedatangan Belanda." Alice memasang wajah sedih sambil mengerucutkan bibir dan juga menautkan alis.


"Belanda?" Sam mengernyit tidak mengerti.


"Ya.. Belanda dimedan perang." Alice tertawa meledek. Huhu. Dirinya sedang datang bulan sekarang.


Hahaha.. Alice tertawa riang begitupun Sam. Kenapa jokes receh seperti itu bisa membuat mereka tergelak sih.


Hyaaaa!! Sam yang sudah gemas kemudian me-nin-dih Alice dan mencium gadis bibir itu. Namun sedetik kemudian Alice berontak dan mengambil bantal untuk dihantamkan kepada Sam. Mereka kembali memulai perang, bukan perang mpot ayam, mereka hanya perang bantal pemirsa.