
Di sebuah ruangan..
James menunduk dalam, belum berani menatap Ken yang sedang duduk di kursi putar dengan gaya khasnya yang diam-diam menghanyutkan. Ini semua pasti bukan keadaan biasa-biasa saja.
Ah~ Ken mendesah gusar. Membuat James juga Alex saling mencuri pandang satu sama lain. Percayalah, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Ken. Yang pasti mereka berdua akan diberikan suatu urusan yang cukup pelik.
“James..” Ken menatap James yang berdiri di hadapannya dengan kepala tertunduk.
“Iya Mister.” James menyahut tanpa merubah apapun, kepala dan posisinya masih seperti itu.
“Tatap aku saat sedang berbicara!” Suara Ken terdengar pelan namun terdengar dingin dan tegas.
“I-iya.” Takut-takut James menegakkan kepalanya.
“Katakan apa yang terjadi? Kenapa anak-anakku terlibat masalah seperti ini?” Ken menikam James dengan tatapannya, selama ini dia mempercayakan apapun kepada James saat Alvino mulai hidup mandiri diikuti Sam dan Fam. Tapi apa yang dia dengar hari ini benar-benar diluar dugaan. Alvino dan Sam terjerat masalah wanita yang sangat rumit.
“Sa-saya….
“Dan kenapa kau tidak ada di samping Alvino saat semua itu terjadi?” Menikam dengan tatapan dan suara yang tajam lagi.
“Sa-saya.. biar saya jelaskan..” James malah terbata-bata. Definisi Ken adalah menyeramkan jika sedang bertanya seperti itu.
“Jawab dengan benar atau kau akan benar-benar kehilangan lidahmu!”
Bagaimana tidak gugup, Mister. Suara Anda sudah membuat saya bergetar sejak tadi!
“Semua berawal dari Tuan Muda yang mencari keberadaan Tuan Alfian, Mister. Dari sana semua ini terjadi. Saat kami melakukan pencarian, kami justru mendapati kekasih Tuan Sam adalah Adik sambung Tuan Alvino. Gadis itu menyamar untuk membalaskan dendam ayahnya. Gadis itu bernama Evelyn, kemudian menyamar menjadi Laura kekasih Tuan Sam. Dan gadis yang menjadi kekasih Tuan Muda pun, dia adalah saudara gadis yang bernama Evelyn itu. Semuanya begitu rumit.” Masih dengan nada bergetar, bibir James mulai menguraikan benang rumit itu kepada Ken. Semoga Mister Ken mengerti tanpa harus mencekik dirinya.
“Bagaimana mungkin kau membiarkan ini semua terjadi? Apa kau tidak pernah mencari tahu siapa gadis-gadis itu sebelumnya?” Ken bertanya lagi. Sudah gusar karena masalah ini masih terhubung dengan Alfian. Orang yang paling sangat tidak ingin Ken ungkit kembali.
“Nona Bianca, maksudku Nona kekasih Tuan Muda dia tidak bersalah apapun, Mister. Dia berasal dari keluarga Anderson. Gadis itu tidak memiliki niatan jahat. Hanya saja mereka masih terikat hubungan saudara karena ibu Nona Bianca dan Nona Evelyn adalah kakak beradik. Namun soal kekasih Tuan Sam, Demi Tuhan saya memang tidak mengetahui apapun.” Sebagai permintaan maaf kepada mendiang Bianca yang selalu bertengkar dengannya, James akan berusaha sebisa mungkin untuk melindungi nama itu. Nama Bianca. Seperti niat James yang memang ingin melindungi Bianca sebelum gadis itu akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup.
Ah~ Ken mendesah gusar lagi. Posisi duduknya di kursi putar sudah tidak menemukan titik nyaman. Adik kakak dengan ibu Evelyn artinya mereka juga masih memiliki hubungan saudara jika diluruskan. Artinya Cynthia dan ibu gadis bernama Bianca itu adalah bibi Ken jika dia mau mengakui.
“Alex!” kini Ken menatap Alex yang posisinya seperti patung. Berdiri tegak sambil menundukkan kepala. Tidak bersuara karena tidak diminta.
“Sudah saatnya Sam juga memiliki Bidy khusus. Siapa yang kau rekomendasikan?” Sudah sangat jauh anak muda itu melangkah tanpa pengawasan. Gaya hidup Sam juga ternyata sangat urakan. Karena kejadian ini Ken jadi tahu bagaimana kehidupan Sam yang sebenarnya. Niat hati ingin memberikan anak-anak mereka privasi ketika dewasa, tapi ternyata mereka menyalahgunakan. Lihat saat kekacauan terjadi, orang tua tetap harus turun tangan bukan.
“Menurut saya Domi bisa menempati posisi itu, Mister. Jika anda berkenan.”
“Aahaa~ Domi. Aku pikir begitu.” Ken mengangguk samar. “James..” Beralih kepada James lagi.
“Yes, Mister.”
“Apa yang Adik Alvino lakukan tidak bisa dimaafkan, apa kau punya saran untuk memberikan hukuman seperti apa untuknya?” Pertanyaan menjebak. Hayo loh James mau jawab apa.
“Apa? Hmm Sepertinya saya tidak berhak menentukan itu, Mister.”
“Kau berhak. Aku yang memintamu. Dan hukuman seperti apa yang harus ku berikan padamu atas kekacauan dan kelalianmu ini? Kau tentu sudah memikirkan tentang ini bukan?”
“Mister, sa-sayaaa..”
“Alex kau pergilah. Temui Sam dan bawa dia kemari.”
“Baik, Mister.” Alex mengangguk kemudian mundur satu langkah, berbalik badan kemudian meninggalkan ruangan ini.
“Bagaimana James, aku sudah memberikanmu waktu untuk berfikir.” Ken menatap James yang sudah mengecewakannya. Bukannya James sudah bersumpah untuk melakukan kewajibannya dengan baik, menjaga Alvino dan memastikan semua untuk anak muda itu berjalan sebagaimana mestinya. Tapi kekacauan ini? Kekacauan ini terjadi begitu saja.
Sudah cukup kemarin muncul masalah tentang Alvino yang membuka tabir masa lalu tentang Alfian, tapi disini malah memperdalam masalah dengan melibatkan anak Alfian yang lain juga saudaranya. Ah. Rumit.
“Mister, Maafkan saya. Sungguh saya sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk Tuan Muda. Hanya saja saat itu Tuan Muda memerintah saya untuk pergi, lalu saya pergi untuk meluruskan masalah ini.Saya pergi ke kota tempat gadis-gadis itu tinggal.”
“Lalu apa yang kau temukan?”
Apa? Kenapa j a l a n g itu ada disini? Ken bahkan enggan menyebut nama Cynthia.
Kring! Ponsel James berdering. Panggilan dari Alvino.
“Mister.. Tuan Muda…” James menatap Ken untuk meminta izin.
“Terima saja.”
“Baik.” James mundur satu langkah, berniat sedikit menjauh dari Ken.
Panggilan terhubung.
“Iya Tuan?”
“Apa kau masih bersama Daddy?” Masih dalam duka yang menyelimuti, Alvino masih sempat-sempatnya menelpon James. Apa dia masih mengkhawatirkan adiknya yang jahat itu?
“Iya Tuan, saya masih disini.” James menjawab sambil curi-curi pandang untuk melihat Ken. Dan saat menoleh ternyata Ken pun sedang menatap ke arahnya.
“Apa yang Daddy inginkan? Apa dia membahas soal Evelyn?” Alvino to the point. Sudah tahu jika sang daddy tidak mungkin tinggal diam atas semua yang terjadi. Tidak mungkin tinggal diam apalagi hal ini juga melibatkan Sam didalamnya.
“Mm.. Tuan.” James gugup lagi. Seolah meminta pertolongan Alvino bahwa dia ingin diselamatkan dari sana.
“Biar aku yang bicara kepada daddy.” Alvino mengerti kode itu. Siapa yang tidak tahu bagaimana seorang Ken apalagi jika sudah berada dilingkungan Lucatu selama bertahun-tahun.
Terimakasih Ya Lord, Terimakasih Tuan Muda. James setidaknya bisa bernafas lega.
“Mister, Tuan Muda ingin berbicara. Apa anda berkenan?” James menatap Ken untuk meminta persetujuan.
“TIDAK!” Jawabnya tegas. Tidak. Ken tidak mau berbicara dengan Alvino. Takut salah berucap dan membuat anak muda yang sedang dirundung duka itu bertambah sedihnya.
Sebagai perantara yang baik, James mengatakan itu kepada Alvino. Mengatakan bahwa Ken tidak ingin berbicara dengan Alvino. “Lanjutkan, tapi jangan membahas soal Evelyn ataupun Bianca. Biar aku yang mengatasinya.” Panggilan terputus.
Gulp! James menelan ludah. Kemana James si robot yang selalu mengancam dan marah-marah setiap waktu. Seperti kerupuk yang terkena air, James menciut tidak berdaya ada di situasi itu.
“Apa yang Alvino mau?” Aaa~ Ternyata Ken pengertian.
“Mm Tuan Muda.. Tuan Muda meminta agar urusan tentang Nona Bianca dan Nona Evelyn biar menjadi urusannya. Begitu Mister.”
Ken mengangguk-angguk samar. Iya. Tentu saja Ken akan menuruti apa maunya Anak Muda itu. “Lalu, bagaimana urusan tentang hukumanmu?” James belum lepas dari jerat ternyata.
“Saya akan menerima hukuman apapun, Mister. Asal saya masih bisa berada di samping Tuan Muda.” Siap. James harus siap menerima konsekuensi apapun. Lalai dalam tugas memang seharusnya mendapat hukuman meskipun kesalahan itu bukan seratus persen kesalahannya.
“Kau akan membuat gadis itu dan keluarganya pergi dari sini. Jangan sampai ada masalah baru. Kau mengerti?” Ken tidak mau ambil resiko. Tidak mau kembali bertemu dengan Cynthia yang malah akan membuka tabir masa lalu lagi. Ken tidak mau ambil resiko jika dia tidak akan tahan untuk menyingkirkan mereka lagi. Ken enggan kembali menyelam dalam masalah itu.
Apa itu hukumannya?
“Maksudnya? eh..” Pertanyaan macam apa itu.
Ding! Pintu berbunyi. Ada seseorang yang datang. Dan itu pasti Alex yang membawa Sam.
“Jangan sampai aku kehilangan jejak tentang apapun lagi, kau akan melaporkan apapun kepadaku mulai detik ini. Kau boleh pergi!” Sudahlah. Ken sudah salah tingkah. Satu sisi ingin membuat tindakan untuk Cynthia dan juga Eve, tapi satu sisi juga Ken masih memikirkan tentang Alvino. Biarlah Ken memberikan waktu dan melihat apa yang akan di lakukan anak muda itu. Sekarang lebih baik dia menemui Sam dan mentatar anak muda yang hidupnya melintasi jalur peraturan.
Ada yang kangen?