
“Awas saja, kalau kau melakukan itu! Maka tidak akan jatah selama satu bulan penuh,” ancam Lucia.
“Baiklah, aku tidak akan melakukan itu! Namun, biarkan aku mengantarmu dan menemanimu di hari pertama kamu bekerja. Setidaknya aku harus mengumumkan bahwa Lucia-ku yang sangat cantik dan menawan ini sudah ada yang punya,” ujar Levi yang tidak kehabisan akal.
“Kalau begitu biar aku yang memamerkan suami-ku ini kepada semua orang, agar tidak ada satu pun wanita yang berani menginginkan suami dari Lucia Cano Xavier ini,” ujar Lucia yang malah sangat bersemangat untuk mengumumkan kepada semua rekan kerjanya nanti bahwa dia memiliki suami yang begitu sempurna seperti Levi.
...****************...
Keesokan harinya, sesuai janji Levi pun mengantar Lucia sampai di dalam rumah sakit. Ternyata penyambutan kedatangan Levi jauh lebih meriah di bandingkan sambutan untuk Lucia. Sebab rumah sakit tempat Lucia akan bekerja itu merupakan salah satu asset yang di miliki oleh keluarga Zaender.
“Apa kau akan bekerja di rumah sakit ini?” tanya Levi memastikan.
“Iya, memang ada apa?” tanya Lucia balik yang menyadari raut wajah Levi seperti tidak menunjukan reaksi apapun.
“Selamat datang, Tuan Zaen! Maaf, kami terlambat menyambut kedatangan anda.”
Baru saja bertanya, jawabannya pun langsung datang sendiri menghampiri Levi dan Lucia. Terlihat dengan kedatangan Director Rumah sakit beserta jajaran staff dan para dokternya yang menyambut Levi, Lucia sudah bisa menyimpulkan bahwa rumah sakit itu merupakan salah satu dari asset ZD Group atau keluarga Zaender.
Alhasil, Levi dan Lucia pun langsung menjadi pusat perhatian semua orang. Melihat cara para perawat dan dokter wanita memandang Levi, Lucia pun menyadari bahwa sebelum kedatangannya Levi memang sudah menjadi target para wanita itu.
“Ouh, … Direktur Wilbert, anda tidak perlu sampai menyambut saya seperti ini. Kedatanganku hanya ingin mengantar istriku saja untuk pergi bekerja,” ujar Levi yang menjelaskan kedatangannya dan secara tidak langsung mengumumkan kepada semua orang bahwa dia sudah menikah.
“Hallo, saya Lucia Cano Xavier yang akan mulai bekerja sebagai dokter bedah toraks dan kardiovaskular mulai hari ini.’ Meskipun Lucia merasa kesal dengan tatapan para wanita itu pada suaminya, tapi dia berusaha untuk tetap bersikap professional terhadap pekerjaannya.
Note: Sekilas informasi Dokter bedah toraks dan kardiovaskular adalah dokter spesialis yang menangani penyakit di organ dalam rongga dada, terutama jantung dan paru-paru. Dokter spesialis ini juga memiliki keahlian dalam mendiagnosis, memberikan obat, hingga melakukan penanganan dengan cara operasi.
“Aaah, … Jadi, anda adalah dokter yang di bicarakan oleh para professor waktu itu. Dan sekarang anda menjadi bahan pembicaraan semua orang, karena pernikahan anda dengan Tuan Zaen,” ujar sang direktur yang tanpa sadar bergosip di depan orangnya langsung.
“Pak!” panggil salah satu staff yang mengingatkan.
“Ouhya, … Selamat bergabung dengan rumah sakit kami! Semoga dengan kedatangan dokter hebat seperti anda, rumah sakit ini lebih banyak menyembuhkan orang yang sakit dan menjadi salah satu rumah sakit terbaik di dunia.” Akhirnya sang Direktur pun tersadar dan langsung menyambut kedatangan Lucia dengan antusias.
“Tolong titip istri saya di sini. Jika terjadi sesuatu padanya segera hubungi aku,” bisik Levi sebagai permintaan khusus kepada sang Direktur.
“Tentu saja, Tuan Zaen! Kami pasti akan menjaga dan menyambut istri anda dengan sebaik mungkin di sini,” ujar sang Direktur yang mau tidak mau harus menerima permintaan khusus itu, terlebih lagi Levi adalah pemilik dari tempat kerjanya.
“Terima kasih, anda memang selalu bisa diandalkan,” puji Levi sebagai bentuk basa-basi nya.
“Anda terlalu memuji saya, Tuan!” sahutnya malu-malu.
“Ouhya, … Karena hari ini adalah hari pertama istri saya bekerja di sini. Bukankah seharusnya dia di perkenalkan dengan setiap sudut dan penghuni yang ada di rumah sakit ini?” tanya Levi yang sepertinya telah merencanakan sesuatu di dalam kepalanya.
“Tentu saja, Tuan! Itu sudah menjadi peraturan dasar di setiap tempat kerja,” jawab sang Direktur dengan penuh percaya diri.
“Kalau begitu bolehkah aku menemaninya berkeliling rumah sakit? Anggap saja, aku sedang melakukan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan dengan saksama atau pemeriksaan secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas maupun peraturan-peraturan tertentu seperti biasanya,” ujar Levi yang masih ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan istrinya.
“Tentu saja, Tuan! Saya sendiri yang akan membimbing anda berdua keliling setiap sudut rumah sakit ini,” sahut sang Direktur.
Levi pun menyuruh sang Direktur untuk menjelaskan pada Lucia saja sembari memberitahu setiap ruangan yang mereka lewati. Tidak hanya itu sang Direktur juga memperkenalkan Lucia kepada pegawainya yang lain, bahkan sesekali memperkenalkan kepada para pasien yang nantinya akan di tangani oleh Lucia.
...****************...
Tanpa terasa waktu makan siang pun tiba, sang Direktur lalu mengajak Levi dan Lucia untuk mencicipi menu makanan yang ada di kantin rumah sakit. Di sanalah, Lucia bertemu dengan dua sahabatnya yaitu Maya dan Bella yang juga sudah bekerja di rumah sakit itu sejak satu minggu yang lalu.
“Hay, Luci!” seru Bella dan Maya.
Mereka pun langsung melambaikan tangannya begitu melihat Lucia, sementara Maya yang berada di sebelah bella hanya bisa melambaikan tangan kerena sepertinya dia sedang menerima panggilan telepon.
“Hai, kemarilah!” seru Lucia balik yang menyuruh kedua temannya untuk segera mendekat padanya.
“Tunggu kami di sana! Jangan kemana-mana!” Keduanya pun langsung berjalan untuk menghampiri Lucia dan Levi.
“Ouh, … Anda juga mengenal dua dokter baru itu?” tanya sang Direktur ketika melihat Lucia memanggil Maya dan Bella.
“Mereka teman istriku, aku bahkan tidak tahu kalau mereka juga akan berada di sini,” jelas Levi yang juga baru mengetahuinya. Sebab selama dia pergi bulan madu, Bastian dan Theo yang menangani semua urusan perusahaan. Sementara keputusan apapun masih di pegang oleh Kakek Roman.
“Sepertinya tugas saya sudah selesai sampai di sini saja! Silahkan anda berdua waktu senyaman mungkin di sini.” Menyadari bahwa Levi dan Lucia membutuhkan waktu privasi, maka Direktur Wilbert pun langsung berpamitan untuk pergi dari sana.
“Kalau begitu terima kasih sudah mau menemani kami berkeliling,” ucap Levi.
“Dengan senang hati, Tuan! Semoga Nyonya Lucia juga berkenan bekerja di tempat ini,” ujar Direktur Wilbert pada Levi dan Lucia.
“Tentu, terima kasih! Mohon kerjasamanya juga,” ucap Lucia.
^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...