Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Bersatunya Putri Tercinta dan Adik Kesayangan



Rayden dan Zhia sempat menghapus sisa air mata masing-masing sebelum menghampiri putri mereka. Keduanya langsung memeluk Lucia, sesekali menciumi pipi dan keningnya bersama-sama. Keduanya masih tidak ingin mempercayai bahwa hanya dengan hitungan jam lagi, putri satu-satunya yang mereka miliki akan menikah dan memulai kehidupan baru tanpa mereka.


“Kenapa Papah dan Mamah menangis di hari pernikahan Luci?” tanya Lucia dengan berlinang air mata.


“Tidak apa-apa, sayang! Papah dan Mamah tidak menangis karena sedih, tapi kami menangis karena melihatmu yang tampak begitu cantik di hari pernikahanmu ini, sayang,” jelas Zhia se,mbari membelai wajah Lucia dengan penuh kasih sayang.


“Putri Papah yang paling cantik, kini akan menjadi istri seseorang! Kenapa kau begitu cepat tumbuh dewasa, sayang! Papah belum puas untuk memberimu cinta dan kasih sayang, memberimu segala hal terbaik yang di miliki dunia ini,” ujar Rayden yang sedikit tidak rela untuk melepaskan putri satu-satunya untuk menikah.


“Papah dan Mamah sudah cukup memberikan yang terbaik kepada Luci selama ini. Itu bahkan lebih dari cukup di bandingkan apa yang Luci inginkan selama ini. Terima kasih, Pah! Terima kasih, Mah! Telah membesarkan Luci dengan penuh cinta dan memberikan segalanya yang terbaik untuk Luci selama ini,” ucap Lucia mulai berderai air mata.


“Jangan menangis, sayang! Kau adalah putri satu-satunya yang Mamah dan Papah miliki, sudah seharusnya kami memberikan segala yang terbaik untukmu,” ujar Zhia sembari mengusap air mata yang mengalir di pipi Lucia.


“Mulai hari ini, suamimu ‘lah yang akan memberikan kasih sayang, cinta dan segala hal yang terbaik untukmu. Papah akan pastikan kau mendapatkan semua itu dan tidak akan Papah biarkan siapapun menyakitimu, termasuk suamimu itu.” Rayden menimpali.


“Luci tahu itu! Karena itulah Luci selalu bersyukur, sebab telah menjadi putri dari Mamah dan Papah. Adik dan saudari kembar dari Kak Luca. Kakak dari Ryuga, Rayga dan Regis. Cucu dari Grandpa dan Grandma serta terlahir di keluarga Xavier. Luci selalu mensyukuri hal itu untuk sekarang dan selamanya, Luci akan tetap menjadi bagian dari keluarga Xavier,” ujar Lucia dengan mata berlinang.


“Papah dan Mamah juga tahu itu! Meskipun kau telah menikah, Luci akan selamanya menjadi putri dari Papah Rayden dan Mamah Zhia selamanya,” balas Rayden sembari memeluk putrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


“Selamat atas pernikahanmu, putriku tersayang!” sambung Rayden dengan berbisik di telinga Lucia.


“Terima kasih, Pah! Papah selalu menjadi Papah yang terbaik untuk Luci, terima kasih karena telah menjadi Papahku,” ucap Lucia sembari membalas pelukan erat dari Papahnya.


“Kalian berdua berhentilah menangis. Sebentar lagi akan janji pernikahannya akan dimulai, bagaimana kalau make up-nya Luci rusak karena terus menangis,” ujar Zhia yang menghentikan keduanya agar tidak menangis terus.


Rayden dan Lucia tak terlalu menghiraukan perkataan Zhia, hingga sebuah suara yang tidak asing mengalihkan perhatian mereka. Suara itu ternyata berasal dari Will yang berkata, “Tuan muda, apakah anda harus menangis di hari pernikahan putrimu sendiri?”


Ilustrasi look Will dan Keluarga kecilnya, ....



“Diam kau, Will! Kau tentunya tidak akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini, karena kau tidak mempunyai anak perempuan!” seru Rayden sembari menatap tajam ke arah Will.


“Aku punya! Cuma sekarang masih dalam proses saja. iya ‘kan, sayang?” ujar Will yang menanggapi sikap Tuan mudanya dengan sikap santainya.


Alea pun tersipu malu mendengar perkataan dari suaminya. Sementara Zhia dan Lucia tertawa kecil dengan candaan dari Will itu, sedangkan Nathan tak bereaksi apapun. Sebab Nathan sudah terbiasa dengan cara Papahnya untuk menghibur orang lain memang seperti ini contohnya.


“Hay, kalau bicara di pikir dulu! Apakah kau tidak memikirkan perasaan Nathan, sudah besar baru di kasih adik?” ujar Rayden yang ingin menjatuhkan Will dengan menggunakan pendapat dari Nathan.


Namun, sayangnya jawaban dari Nathan malah mendukung Will dan membuat Rayden tak bisa berkata apapun lagi. Nathan menjawab, “Aku tidak keberatan kalau Papah dan Mamah memang mau memberikanku seorang adik perempuan.”


“Tuan muda sudah mendengarnya sendiri, bukan? Putraku tidak masalah soal itu,” ujar Will yang semakin menggoda Rayden.


“Nathan, bukankah kau sudah memiliki dua adik perempuan di sini?” ujar Felix yang ternyata juga datang untuk memberikan selamat langsung kepada Lucia.


Felix tidak hanya datang bersama dengan Karina dan putrinya. Akan tetapi, dia juga datang bersama dengan Jaydon beserta anak dan istrinya. Karena mereka harus mendampingi anak dan istri masing-masing, trio somplak pun menyerahkan keamanan itu pada Luca dan Triple R. Namun, mereka tidak sepenuhnya melepas tanggung jawab begitu saja. Mereka akan tetap ikut mengawasi penjagaan selama acara pernikahan itu berlangsung.


Ilustrasi Keluarga Kecil Felix dan Jaydon, ....




“Benarkah? Apakah Vania mau memeluk Kakak Lucia juga?” tanya Jaydon pada putrinya.


Gadis kecil itu pun langsung mengangguk dengan cepat dan kemudian berlari menghampiri Lucia. Tidak mau kalah dengan Vania, Kayla pun ikut berlari untuk memeluk Lucia juga. Lucia dengan dipenuhi senyuman bahagianya, tentu saja langsung menyambut hangat kedua peri kecilnya itu di dalam dekapannya.


“Kak Luci, apakah Kak Luci benar-benar akan menikahi sang Raja hari ini? Tadi kami sudah bertemu dengan sang Raja dan dia terlihat sangat tampan,” ujar Kayla yang menceritakan tentang Levi yang baru saja dilihatnya barusan.


“Benarkah? Sang Raja hari ini juga terlihat sangat tampan?” tanya Lucia yang mengikuti imajinasi Vania dan Kayla.


“Hmmm, … Dia terlihat sangat sangat tampan,” jawab Vania membenarkan.


“Kalian habis menemui Levi?” tanya Rayden memastikan.


“Iya, Tuan muda! Bagaimana pun dia sudah kami anggap sebagai adik kandung kami sendiri. Jadi, kami menemaninya untuk beberapa saat sampai Vania dan Kayla mengatakan ingin melihat Nona kecil,” jelas Felix.


“Bukan hanya adik biasa, tapi Levi adalah adik kesayangan kami bertiga! Kami harap Tuan dan Nyonya muda kelak akan bersedia menganggap Levi seperti seperti putra kalian sendiri. Perlakukan dia seperti kalian memperlakukan putri kalian,” ujar Will selayaknya seorang kakak yang menyerahkan adiknya kepada keluarga sang mempelai wanita.


“Tentu, kami pasti akan menyayangi juga seperti kami menyayangi Lucia! Tapi, Ray mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk terbiasa dengan perubahan ini,” ujar Zhia yang mengetahui seperti apa sifat suaminya itu.


“Terima kasih, Nyonya muda!” ucap Will sembari membungkuk memberi hormat pada Rayden dan Zhia.


“Ouhya, … Kami datang untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Nona kecil! Semoga menjadi rumah tangga yang penuh kebahagian, cinta serta bertahan untuk selamanya,” sambung Will yang di tujukan langsung kepada Lucia. Tidak lupa, Will juga memberikan sebuah pelukan untuk Lucia.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...