Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Telepon Aneh Dari Axlyn



Axlyn akhirnya berhasil membuka sedikit pintu ruangan itu dengan menimbulkan suara yang sangat lirih, sehingga orang yang berada di dalamnya tidak menyadarinya sama sekali. Namun, ternyata Axlyn masih tidak bisa melihat wajahnya, karena di saat yang bersamaan orang itu membelakangi pintu.


Axlyn hanya bisa melihat sosok pria itu bagian belakangnya saja. Selain itu, Axlyn dapat mendengarkan lebih jelas pembicaraan pria itu yang sedang menelpon seseorang. Keyakinan Axlyn pun semakin menguat bahwa pria itu adalah Luke ketika dia membahas tentang membalas dendam.


Pada kenyataannya apa yang di curigai oleh Axlyn memang benar. Bahwa pria itu adalah Luke yang sedang menyamar sebagai salah satu staff penting di rumah sakit demi bisa mendekati Levi dan Lucia secara langsung.


Tentu saja, dia menggunakan nama panggilan lainnya yang dia ambil dari nama panjangnya sendiri yaitu Alvano Luke Raegan. Dan semua orang di rumah sakit, termasuk Levi dan Lucia memanggilnya sebagai Wakil Direktur Bagian Pelayanan, Tuan Alvano.


“Aku tidak sedang membuang waktu, hanya saja aku sedang memilih waktu yang tepat untuk membalas dendam. Kau tenang saja, kali ini kita yang akan menjadi pemenangnya karena aku tidak akan pernah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya,” ujar pria tersebut.


“Aku hara papa yang kau katakan memang benar! Karena Kaendra menganggapmu sudah terbiasa berakting sebagai teman mereka,” sahut Leona yang terdengar sedang kesal.


“Memang menyenangkan berakting sebagai salah satu teman mereka, tapi semakin aku dekat dengan Lucia aku malah semakin menginginkannya. Apapun pasti akan aku lakukan untuk membunuh Levi dan memiliki Lucia seutuhnya,” jelas Luke dengan penuh percaya diri.


“Bagaimana dengan orang yang aku inginkan?” tanya Leona yang menagih janji Luke sebelumnya.


“Maksudmu wanita yang bernama Axlyn itu?” ujar Luke memastikan.


Mendengar namanya di sebut Axlyn secara spontan malah tidak sengaja mendorong pintunya, hingga menimbulkan bunyi derat pintu yang membuat Luke langsung menyadari keberadaannya. Luke langsung berbalik badan dan menatap ke arah pintu yang sedikit terbuka. Hingga Luke bisa melihat ada seorang wanita yang sedang berusaha melarikan diri dari tempat itu.


“Sepertinya hari ini memang hari keberuntungan mu,” ujar Luke yang menyeringai jahat saat menyadari bahwa wanita barusan adalah wanita yang di inginkan oleh adiknya.


“Apa maksudmu?” tanya Leona yang tidak mengerti arti perkataan Luke.


“Axlyn, wanita yang kau inginkan! Aku akan mengirimnya padamu hari ini juga dengan menggunakan kendaraan yang special,” jawab Luke yang sedikit tertawa.


“Karena itu kita sudahi pembicaraan itu terlebih dahulu, karena aku harus segera menangkapnya sebelum dia melarikan diri kepada pemiliknya,” lanjut Luke yang langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.


Benar, begitu menyadari Luke akan berbalik Axlyn langsung memutuskan untuk lari dari area ruangan itu. Dengan perasaan panik dan terburu-buru, sepanjang jalan Axlyn terus berusaha untuk menghubungi Levi. Namun, sudah berkali-kali dia menghubunginya Levi sama sekali tidak menerima panggilan tersebut.


“Tuan, kenapa kau tidak bisa di hubungi di saat genting seperti ini,” gerutu Axlyn sembari terus mencoba menelpon Levi untuk memberitahu tentang keberadaan Luke. Namun, Levi sedang focus menghadiri rapat pentingnya sedangkan ponselnya tidak sengaja beralih dalam mode silent.


“Tidak, aku harus memberitahu Nyonya Lucia tentang keberadaan pria itu di sini.”


Tidak ada harapan menghubungi Levi, Axlyn pun memutuskan untuk memberitahu Lucia terlebih dahulu. Akan tetapi, Lucia yang sedang melakukan pemeriksaan terus mengabaikan dering ponselnya. Karena panik, Axlyn pun tanpa sadar melalui jalan yang salah sehingga dia pun sedikit tersesat untuk menuju ke ruangan Dokter Chloe sembari terus menghubungi Lucia.


Tidak berhasil menghubungi Levi dan Lucia, Axlyn akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan pada Jack. Namun, lagi-lagi panggilannya juga tidak diangkat oleh Jack yang saat itu sedang asyik melatih kemampuan bela dirinya.


“Sialan! Kenapa tidak ada yang mau menerima panggilan teleponku di saat genting seperti ini,” umpat Axlyn yang semakin merasa panik.


Axlyn merasa panik bukan karena dia takut tapi dia menyadari ada beberapa orang yang berusaha mengikuti dan mengejarnya. Bahkan dia merasa seperti sedang di arahkan ke suatu tempat yang semakin dia berjalan, area yang dia lalui semakin terasa sepi. Hingga tiba-tiba terlintas sosok Luca di kepalanya dan tanpa pikir panjang dia langsung menghubunginya.


Luca yang sedang focus bekerja di kantornya pun seketika terkejut melihat Axlyn yang tiba-tiba menghubunginya terlebih dahulu. Padahal sebelumnya pesannya saja tidak di balas dan panggilan telepon darinya juga langsung di tolak. Namun sekarang, tidak ada angina tidak ada hujan tiba-tiba saja Axlyn menelponnya.


Setelah berpikir dan terheran-heran cukup lama, Luca akhirnya memutuskan untuk mengabaikan telepon tersebut. Hingga pada dering panggilan yang kedua, Luca pun merasa ada yang tidak beres sedang terjadi dengan Axlyn atau adik kembarnya, Lucia.


“Luca! Adikmu, … Adikmu sedang dalam baha, _....”


“Axlyn!” Luca mencoba memanggil Axlyn.


“Axlyn, jawab aku apa yang sedang terjadi di sana?” Luca masih berusaha, tapi tiba-tiba terdengar suara pria yang tidak asing di telinganya.


“Jadi, kaulah wanita yang bernama Axlyn yang sangat di inginkan oleh adikku?”


Suara Axlyn yang terdengar sangat panik seketika terputus, tetapi sambungan telepon mereka masih terhubung. Hingga suara seorang pria menyadarkan Luca bahwa Axlyn sengaja melempar ponsel entah kemana agar dia bisa mendengar pembicaraan Axlyn dengan pria itu.


“Kenapa kau datang kembali ke sini? Apakah kau sudah lupa tentang luka yang ada di perutmu? Aku rasa luka itu cukup membuatmu tidak bisa berkutik di tempat tidur selama beberapa minggu,” ujar Axlyn yang sengaja memprovokasi Luke dan secara tidak langsung memberitahu Luca tentang Luke.


“Hahahaa, … Apakah karena tanganmu sudah tidak berguna untuk melawan, makanya sekarang kau menggunakan mulutmu untuk menyerang?” balas Luke yang juga mengingatkan tentang dirinya yang pernah menusuk Axlyn.


“Hahahaa, … Setidaknya itu lebik baik daripada harus berakting sebagai orang baik demi mendekati Lucia, tapi tidak ada yang bisa kau dapatkan layaknya orang dungu!” ejek Axlyn yang terus memprovokasi emosi Luke.


“Sial! Sepertinya Levi dan Lucia tidak menyadari bahwa Luke sebenarnya ada berada di dekat mereka selama ini,” umpat Luca yang akhirnya menyadari maksud Alyn menghubunginya begitu mendengar percakapan tersebut.


“Aku harus segera memberitahu Levi dan Lucia tentang keberadaan Luke,” lanjut Luca yang langsung saja meninggalkan kantornya.


“Sebenarnya aku ingin sekali membereskan mu detik ini juga, tapi karena permintaan khusus dari adikku tercinta. Maka setidaknya aku bisa menempatkan beberapa luka di tubuhmu itu,” ujar Luke yang langsung bersiap menyerang Axlyn menggunakan belati yang dia sembunyikan di balik jasnya.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...