Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Selesai



“Akhh, ….”


Teriakan Lucia menyadarkan semua orang, termasuk Luke yang akhirnya memberikan perintah untuk segera menyerang. Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, Luca pun segera melepaskan Levi dan bersiap untuk menyerang juga.


“Cepat bunuh mereka semua!” perintah Luke pada anak buahnya untuk menyerang.


“Bersiaplah!” seru Rayden yang memerintahkan anak buahnya untuk bertahan dan menyerang sesuatu situasi yang di butuhkan.


Pertarungan besar pun di mulai, baku hantam, baku tembak bahkan baku bacot pun terus terjadi antara pasukan Rayden dan Luke. Pertarungan sengit tidak dapat di hindarkan lagi, apalagi Luke mengerahkan anak buahnya yang paling unggul untuk menyerang mereka.


...****************...


Disisi lain, Lucia masih berusaha menahan sakit di kepalanya. Lucia masih merintih kesakitan di atas balkon hingga Leona datang. Mengira bahwa ingatan Lucia masih belum pulih, salah satu anak buah yang di tugaskan untuk mengawasi Lucia pun mendekat untuk memastikan keadaannya.


Dor, … Dorr, … Dorrr, ….


Namun, siapa sangka bahwa ingatan Lucia kini sudah pulih sepenuhnya berkat aksi gila kakaknya yang menggunakan nyawa Levi sebagai taruhannya. Dengan gerakan cepat, Lucia merebut senjata api pria tersebut dan segera membunuhnya.


Mungkin keberuntungan masih berpihak pada Leona, dia dengan cepat langsung mencari tempat bersembunyi untuk menghindari serangan dari Lucia. Hanya dengan beberapa tembakan orang-orang di perintah Luke untuk mengawasi Lucia pun kini telah berpindah ke alam lain.


“Keluarlah, aku tahu masih berada di sini! Bukankah kau sudah menganggap ku seperti saudari sendiri, tapi kenapa kau membohongiku?” ujar Lucia sembari berjalan mencari tempat persembunyian Leona.


“Sial! Kenapa ingatannya kembali semudah ini, apakah benar semua itu karena perasaan cintanya kepada Levi,” batin Leona yang terus mengumpat.


“Ayolah, mau sampai kapan kau mau bermain petak umpet seperti ini!” seru Lucia yang masih tetap mencari.


Namun, Leona masih tetap bertahan di tempat persembunyiannya. Hingga langkah kaki Lucia terdengar semakin dekat ke arahnya, Leona pun langsung memanfaatkan saat Lucia lengah untuk melarikan diri dari tempat itu. Lucia yang menyadarinya pun segera mengejarnya, sebab dia juga tidak akan melepaskan siapapun kali ini.


Beralih pada pertarungan Rayden dan Levi, akhirnya kini mereka berdua berhadapan langsung dengan Luke karena Luca sengaja memberikan ruang untuk mereka berdua menghabisi Luke dengan tangannya sendiri. Sementara dia masih sibuk mengalihkan perhatian anak buah kepercayaan Luke yang bernama Joshua dan yang lainnya di bantu oleh Will.


“Akhirnya kini tiba waktunya bagiku untuk membalas semua perbuatan buruk yang telah kau lakukan kepada istriku,” ujar Levi.


“Sepertinya bukan hanya kau saja yang perlu membalasnya, sebagai seorang ayah bukankah aku juga berhak untuk meminta balasan atas perbuatan jahat yang telah bajingan ini lakukan pada putriku,” sahut Rayden yang muncul tiba-tiba entah dari mana.


“Hahahaa, … Jadi, kalian akan menyerangku secara bersamaan begitu? Apa bedanya kalian denganku?” ejek Luke yang sebenarnya sudah merasa terdesak.


“Lev, bagaimana kalau kita bergantian menghajarnya setiap 5 menit sekali?’ ujar Rayden yang dengan sengaja mengabaikan ejekan dari Luke.


“Ide yang cukup bagus! Kalau begitu siapa yang duluan?” sahut Levi.


“Orang tua lebih dulu,” ujar Rayden yang maju untuk pertama kali.


Tanpa buang waktu, Rayden langsung menyerang Luke secara membabi buta. Meski beberapa kali Luke bisa menghindari pukulan dari Rayden, tapi dia tetap terkena sisa pukulannya. Sesuai perjanjian 5 menit berlalu dan gantian Levi yang menunjukan kebolehannya.


Bugh, …


“Terimalah ini sebagai balasan, karena kau telah membuat putriku harus menikah lebih cepat!” ujar Rayden.


Bugh, ….


“Dan ini karena kau berani menginginkannya,” lanjut Rayden.


“Karena kau sudah mengganggu ketenangan keluargaku, maka inilah yang pantas kau dapatkan!”


Bughh, …. Bughhh, … Bughhhh, ….


Sosok bocah psikopat dan Dewa kematian, Levi munculkan secara bersamaan membuat Luke harus menerima setiap pukulan yang di layangkan. Tidak bisa di ragukan lagi pukulan seperti apa yang harus di hadapi Luke saat itu.


“Berani kau menginginkan istriku dan menculiknya seperti ini. Dan beraninya kau membuatnya berada dalam bahaya, bahkan saat ini masih belum cukup untuk membalas semua perbuatan jahatmu,” ujar Levi dengan penuh kemarahan.


“Levi, bagaimana kalua kita selesaikan sekarang!” ujar Rayden.


“Tentu saja, jika tidak di selesaikan maka akan menimbulkan hal buruk lainnya. Sebab manusia menjijikan ini di pantas untuk hidup di muka bumi ini, dia lebih pantas untuk menjadi salah satu warga negara di neraka!” sahut Levi sembari mengeluarkan belati kesayangannya.


“Tapi sebelum itu, aku harus mengeluarkan mata menjijikan yang berani memandangi Lucia dengan niat busukmu!” Dengan kejamnya Levi mencongkel kedua bola mata Luke., hingga teriakan kesakitan Luke di dengar oleh semua orang di sekitarnya.


“Aku juga harus merobek mulutnya yang berani menyebut nama Lucia.” Levi beralih dan langsung merobek mulut Luke.


“Selain itu, potong juga kedua tangannya yang berani menyentuh putriku. Jangan lupa potong juga kakinya yang berani menculik Lucia sampai ke tempat mengerikan ini,” ujar Rayden.


“Tentu saja,” sahut Levi yang langsung melakukannya dengan senang hati.


Karena kehilangan banyak darah, Luke pun akhirnya tewas dengan cara yang sangat menyakitkan dan juga tragis. Namun, siapa sangka pembunuhan Luke saat itu di saksikan langsung oleh Leona.


Hatinya yang dipenuhi dengan kemarahan karena kedua kakaknya tewas dengan mengenaskan, Leona tanpa memperdulikan apapun lagi dia langsung menghadang Lucia tengah mengejarnya dan melawan balik.


Lucia yang belum pulih sepenuhnya dari luka saat kecelakaan mobil, tentu saja tidak bisa melawan dengan maksimal serangan dari Leona. Akan tetapi, Lucia semaksimal mungkin untuk melawannya, apalagi kini Leona tengah berusaha untuk menusuk perutnya dengan belati.


“Kalian membunuh kedua Kakak-ku, maka aku juga harus membunuhmu dan juga bayi sialan ini,” ujar Leona yang menambahkan kekuatannya untuk menekan belatinya agar menembus perut Lucia.


“Tidak! Jangan lukai anakku,” ucap Lucia.


“LUCIAAAA, ….!” Teriak Levi, Rayden dan Luca yang melihat Lucia di tusuk oleh Leona.


Namun, tenaga tidak cukup kuat untuk menahan belati itu hingga pada akhirnya belati tersebut berhasil menancap di perutnya. Lucia hanya bisa merintih kesakitan sembari memegangi perutnya. Levi segera berlari menghampirinya dan langsung menendang Leona untuk segera menjauh dari istrinya. Rayden pun segera menyusulnya untuk memastikan keadaan putrinya dan juga calon cucunya.


“Bwahahaaaa, …. Dengan kematian kalian, maka semuanya baru di anggap selesai!” ujar Leona sembari tertawa seperti orang gila.


“Siapa bilang semuanya telah selesai! Aku bahkan belum membalas kematian Axlyn!” ujar Luca yang muncul tepat di hadapan Leona.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...