
“Jangan hanya berdiam diri di sana! Cepatlah kita sarapan, karena semuanya sudah bersiap dan menunggu kepergian kita saja,” ujar Luca yang terlihat tidak menyukai penampilannya saat ini.
“Luca, jangan seperti itu,” sahut Zhia mengingatkan putranya.
“Luci! Levi, duduklah! Kalian harus sarapan dulu sebelum pergi.” Zhia lalu menyuruh Levi dan Lucia untuk sarapan bersama.
Levi dan Lucia pun langsung menempatkan diri pada kursi yang sudah tersedia untuk mereka. Terlihat jelas bahwa Levi sangat gugup dengan suasana saat itu, sebab dia belum terbiasa dengan status barunya sebagai suami dari Lucia sekaligus bagian dari keluarga Xavier.
“Semalam kau tidak melakukan apapun pada putriku, bukan?” tanya Rayden dengan tatapan mengintimidasi pada Levi.
“Ti-tidak, P-pah!” jawab Levi tergagap.
Sontak saja, reaksi dan jawaban dari Levi pun mengundang tawa semua orang yang berada di sana. Tak terkecuali Luca yang pada akhirnya ikut tertawa, padahal sedari tadi raut wajah terlihat sangat tidak nyaman.
“Sayang, jangan seperti itu! Apapun yang ingin Levi lakukan dengan Lucia itu sudah menjadi haknya, karena kini mereka sudah resmi menjadi suami istri,” ujar Zhia pada suaminya.
“Benar, Ray! Kau tidak boleh bersikap seperti itu pada menantumu.” Julia menambahkan.
“Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi,” ujar Rayden yang terpaksa harus mengalah pada kedua wanita itu, kalau tidak nanti urusannya akan menjadi panjang kali lebar.
“Hahaaa, … Jadi, kalian berdua semalam melewatkan malam pertamanya?” goda Noland yang masih saja tertawa.
“Bukankah malam pertama mereka memang sudah lewat bahwa sebelum mereka resmi menikah,” sahut Luca yang membuat Levi dan Lucia langsung tersipu malu.
“Kakak!” seru Lucia seolah menyuruh kakaknya untuk berhenti menggoda dirinya dan Levi.
“Sudah, kalian jangan menggodanya lagi! Lebih baik kita sarapan sekarang,” ujar Julia pada semuanya.
“Ouhya, … Namamu Axlyn, bukan?” lanjut Julia yang teringat dengan keberadaan Axlyn di antara mereka.
“Iya, Nyonya!” sahut Axlyn membenarkan dengan cara bicaranya yang ramah.
“Jangan sungkan dengan kami, nikmati saja sarapannya dengan nyaman ‘yah!” ujar Julia dengan senyuman manisnya.
“Terima kasih, Nyonya!” ucap Axlyn.
“Seharusnya kami yang berterima kasih padamu, karena kau sudah bersedia membantu Luca,” ujar Zhia yang juga memperlakukan Axlyn dengan penuh perhatian.
“Aah, … Tidak, ini sudah menjadi tugasku untuk membantu dan melindungi Tuan muda Zaen,” sahut Axlyn yang tidak terbiasa dengan keramahan dan kebaikan yang di tunjukan oleh keluarga Xavier itu.
“Lev, kau pintar juga dalam memilih orang!” puji Rayden pada Levi, sebab dia merasakan Axlyn bukan orang yang akan mengkhianati tuannya.
“Saat itu aku hanya ingin menolongnya saja, Pah! Namun, Axlyn yang memutuskan sendiri untuk mengikutiku,” jelas Levi yang sekilas teringat tentang pertemuan pertamanya dengan Axlyn.
“Bisakah kita mulai sarapannya? Aku sudah kelaparan sejak semalam,” pinta Regis yang akhirnya buka suara, karena sudah tidak bisa menahan rasa laparnya lagi.
Perkataan Levi seakan menafsirkan bahwa ada rahasia tersembunyi dalam kehidupan Axlyn sebelumnya. Semua orang pun menjadi penasaran, terutama Luca dan Lucia.
Luca penasaran dengan kehidupan seperti apa yang telah membuat wanita cantik itu bisa menjadi kuat, tapi matanya terlihat di penuhi oleh Luka. Sementara, Lucia hanya merasa cemburu karena ada wanita cantik yang ternyata selama ini berada di samping Levi.
Setelah pembicaraan singkat itu, mereka pun akhirnya memulai sarapan bersama. Sarapan pertama kali dengan status Levi sebagai suami Lucia dan bagian dari Xavier. Selesai sarapan Rayden, Zhia, Noland dan Julia pun mengantar Luca dan Axlyn yang menyamar sebagai Levi serta Lucia menuju ke bandara.
Sementara Regis yang akan mengantar Levi dan Lucia ke pelabuhan, di mana kapal pesiar yang sudah tersedia untuk mengantar kemanapun tujuan yang mereka inginkan untuk berbulan madu.
“Mereka benar-benar mengintai kita dari luar,” ujar Luca yang langsung menyadari keberadaan musuh.
“Aku tahu cucuku sangat cantik dan menawan! Namun, aku sungguh tidak menyangka bahwa dia bahkan bisa memikat psikopat gila seperti ini,” ujar Noland secara tidak langsung memuji cucu perempuan satu-satunya.
“Mereka sudah menyebabkan banyak masalah pada kita beberapa hari ini. Bukankah sekarang waktunya untuk pembalasan tanpa ampun pada mereka, Luca?” Rayden menyiratkan pembalasan pada Luca.
“Tentu saja, Pah! Hari ini akan aku pastikan mereka tidak bisa mengganggu Levi dan Lucia lagi. Akan aku buat mereka tidak berani menginjakan kaki di negara ini lagi untuk selamanya,” ujar Luca yang mempunyai pemikiran yang sama.
“Papah percayakan padamu dan yang lainnya,” ucap Rayden.
“Apakah mereka akan aman sampai di pelabuhan?” tanya Zhia yang masih saja mengkhawatirkan Lucia dan Levi.
“Mamah tenang saja, meskipun kami berada di tempat berbeda. Akan tetapi, Luca masih bisa mengawasi dan mengetahui lokasinya. Kalau Mamah mau, Mamah juga bisa memantaunya?” jelas Luca yang tidak ingin Mamahnya merasa cemas.
“Jangan khawatir! Anak-anak kita adalah anak- anak yang hebat dan luar biasa, apalagi sekarang ada Levi yang akan selalu di samping Lucia,” ujar Rayden seraya memeluk istrinya untuk menenangkannya.
Sesuai dugaan Felix, begitu mobil yang membawa Rayden dan yang lainnya keluar dari hotel langsung ada beberapa orang yang mengikuti mereka. Namun, mereka tidak tahu bahwa orang yang di antar oleh
Rayden bukanlah Levi dan Lucia, melainkan Luca dan Axlyn. Penyamaran dan acting mereka pun berhasil mengelabui musuh dan sudah di pastikan rencana pertama telah berhasil.
Masih dalam penyamarannya, Luca dan Axlyn pun langsung masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka Paris. Di saat yang bersamaan, Regis juga telah berhasil mengantar Levi dan Lucia sampai memastikan mereka masuk ke dalam kapal pesiar dengan aman dan selamat. Bahkan sampai memastikan kapal itu telah berlayar menuju ke lautan luas.
“Regis, terima kasih sudah mau mengantar Kakak sampai di sini,” ucap Lucia pada adik bungsunya.
“Semua masalah ini terjadi karena perbuatan kami. Jadi, Kak Luci tidak perlu mengucapkan terima kasih itu malah semakin membuat Regis merasa bersalah pada Kakak,” ujar Regis yang terlihat sangat menyesali perbuatannya tempo hari saat melawan komplotan Kaendra.
“Tapi berkat kalian, Kakak juga akhirnya bisa mendapatkan Kak Levi lagi. Jadi, mulai sekarang kalian tidak perlu merasa bersalah lagi pada Kakak,” jelas Lucia, hingga tanpa sadar dia kembali membuat Levi tersipu malu karena ucapannya itu.
“Regis, Kakak harus pergi sekarang! Jaga diri kalian baik-baik ‘yah!” lanjut Lucia berpamitan, karena sudah ada isyarat dari sang nahkoda bahwa kapal pesiar yang mereka naiki akan segera berangkat.
Regis hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia mengerti maksud perkataan yang di ucapkan Lucia. Kemudian, kapal pesiar itu pun mulai menjauh dari bibir pelabuhan. Terlihat pasangan pengantin baru itu tampak sangat serasi dan bahagia, begitu kapal mereka mulai menuju ke lautan luas pertanda kehidupan baru mereka akan di mulai.
“Bye bye, Kak Lucia! Kak Levi! Jangan lupa, pulang nanti bawakan kami keponakan yang lucu dan menggemaskan seperti aku ‘yah!” seru Regis sembari melambaikan tangannya. Levi dan Lucia pun membalas melambaikan tangan dan tersenyum dengan penuh kebahagian.
^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...