
Firasat Levi memang tidak pernah ssalah, memang benar Luke dan Kaendra yang sedari tadi masih memperhatikan mereka dari kejauhan. Namun, begitu Levi sedang berjalan mendekat ke arah mereka. Luke dan Kaendra langsung bersembunyi.
“Sial, bagaimana dia bisa merasakan kehadiran kita ddari jarak sejauh ini,” umpat Kaendra yang merasa takjub dengan kepekaan Levi.
“Itu akan menjadi tugasmu! Cari tahu tentang dia!” ujar Luke yang lebih terkesan sebagai perintah.
“Hay, kenapa harus aku?” protes Kaendra.
“Karena kau penyebab rencanaku menjadi gagal dan sekarang bahkan anak-anak Xavier mulai melacak keberadaan bisnis kita di sini. Apa kau sudah mengerti situasinya sekarang?” papar Luke dengan penuh penekanan, sehingga membuat Kaendra tak mampu berkata apapun lagi.
“Lalu bagaimana denganmu? Apa yang akan kau lakukan?” tanya Kaendra yang penasaran dengan apa yang akan di rencanakan oleh Luke untuk selanjutnya.
“Tentu saja berusaha mencari cara untuk mendapatkan Lucia-ku kembali,” jawab Luke sembari berjalan pergi meninggalkan Kaendra yang masih penasaran dengannya.
...****************...
Beralih pada percakapan Lucia dan Rayden, dimana Rayden menyalahkan dirinya sendiri. Karena sebagai seorang ayah, dia selalu merasa gagal dalam melindungi putrinya sendiri. Begitu juga dengan Lucia yang akhirnya mengutarakan perasaan yang selama ini berusaha dia pendam untuk dirinya sendiri.
“Kenapa kau melakukan itu, Luci? Dan kenapa pula pria itu harus Levi?” cecar Rayden yang kini berani menatap wajah putrinya dengan lekat untuk melihat kejujuran di mata putrinya itu.
“Selama ini Papah selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu! Papah juga selalu berharap kau mendapatkan yang terbaik dalam segala hal, termasuk untuk pendamping hidupmu. Tapi kenapa harus Levi yang kau pilih!” sambungnya lagi dengan nada bicara yang sedikit mendesak.
“Karena Luci menyukai Kak Levi, Pah!” jawab Lucia lirih, tapi entah kenapa perasaannya menjadi lega setelah mengatakan yang sebenarnya.
“APA!” seru Rayden yang tak percaya, Lucia akan mengatakan tentang perasaannya langsung padanya.
“Apa kau benar-benar menyukainya?” tanya Rayden mencoba memastikan.
“Iya, Pah! Sejak kecil Luci sudah menyukai Kak Levi. Awalnya Luci kira itu hanya ‘lah rasa suka biasa, tapi seiring Luci tumbuh dewasa perasaan ini semakin tidak bisa Luci kendalikan,” jelas Lucia.
“Apa Papah tahu apa yang lebih lucu dari perasaan Luci yang semakin tak terkendali ini?” sambung Lucia sembari menunjukan senyuman tipisnya.
Rayden hanya menapat diam putrinya, menunggu kata selanjutnya yang akan Lucia beritahukan padanya. Sungguh, Rayden tidak pernah tahu bahwa keputusannya menempatkan Levi di sisi putrinya dulu akan berdampak besar bagi putrinya sendiri.
“Luci bahkan tidak bisa membuka hati untuk pria lain, selain untuk Kak Levi! Papah pasti sudah mulai menyadarinya,” ujar Lucia yang tersenyum kecut pada dirinya sendiri.
“Apalagi saat Luci tahu bahwa Kak Levi menempatkan seseorang untuk selalu mengawasi Luci, sejak itu Luci benar-benar menutup hati untuk pria manapun,” lanjutnya yang semakin membuat Rayden terkejut.
“Lucia!” ujar Rayden.
“Tapi Papah tidak perlu khawatir! Jika Papah tidak mengijinkan Luci menikah dengan Kak Levi, maka Luci akan mengikuti keputusan Papah! Luci sudah mengecewakan Papah satu kali dan selanjutnya, Luci tidak ingin melakukannya lagi,” jelas Lucia yang tersenyum manis pada Papahnya, meskipun hatinya terasa sakit saat mengatakan itu.
Tanpa berkata apapun, Rayden langsung memeluk putrinya dengan begitu erat. Bukan seperti ini yang ingin Rayden dengar dari mulut putrinya dan bukan pula dia ingin mengatur masa depan putrinya. Rayden hanya menginginkan segala hal yang terbaik untuk putrinya, bukan menekan perasaan putrinya hanya untuk memenuhi keinginannya sendiri.
“Lucia!” panggil Rayden dengan lirih.
“Iya, Papah!” sahut Lucia.
“Ayo, kita pulang ke Villa! Mamah dan yang lainnya pasti sudah tiba di sana,” ajak Rayden yang tidak mau membahas tentang Levi lebih banyak lagi.
“Baiklah, Pah! Ayo, kita pulang!” balas Lucia yang terus saja menunjukan senyumannya.
Setelah itu, Rayden pun menghubungi Luca untuk menjemput mereka di jembatan. Sesampainya di villa, Rayden terlihat menghindari semua orang terutama istrinya. Sebab dia tidak ingin membahas tentan kejadian yang menimpa Levi dengan putrinya, apalagi kalau membahas soal menikahkan mereka.
...****************...
Disisi lain, Kakek Roman dan Levi juga sudah berada di kediaman mereka. Tampak Levi masih terlihat sangat marah dengan perbuatan sanga Kakek yang membuatnya harus terjebak dengan Nona kecil kesayangannya.
Meskipun di dalam hatinya merasa Bahagia, begitu mengatahui bahwa wanita yang menghabiskan malam dengannya adalah Lucia. Akan tetapi, sebagian perasaannya merasa sangat menyesalan dan terus menyalahkan dirinya sendiri karena telah menodai Lucia.
“Kenapa Kakek melakukan hal kotor itu padaku?” tanya Levi dengan tatapan penuh kemarahan dan mengintimidasi.
“Sudah Kakek jelaskan, bahwa alasan Kakek hanya ingin kau cepat menikah dan memberikan Kakek tua ini cicit sebelum mati,” jawab Kakek Roman yang tak ingin beralasan lagi.
“Astaga, … Harus berapa kali aku harus mengatakannya pada Kakek bahwa aku belum ingin menikah, apalagi sampai mempunyai anak,” ujar Levi dengan raut wajah frustasinya.
“Jika kau tetap tidak mau menikah, lalu bagaimana dengan Lucia?” tanya Kakek Roman yang mengingatkan Levi akan kesalahannya lagi.
“Tentu saja, aku akan melakukan apapun yang di perintahkan oleh Tuan muda sebagai bentuk tanggung jawabku dalam masalah yang Kakek perbuat,” jawab Levi yang semakin terlihat putus asa.
“Bukankah dengan adanya masalah ini, kita sama-sama mendapatkan apa yang kita mau? Kau mendapatkan Nona kecilmu, sementara aku juga mendapatkan menantu kalau bisa cicitnya sekalian,” jelas Kakek Roman yang sontak saja membuat levi semakin emosi begitu mendengar.
“KAKEK!!” bentak Levi, suaranya bahkan mampu mengejutkan para pelayan yang berada di dekatnya.
“Apa ini cara Kakek membalas budi pada keluarga Xavier yang selama ini telah membesarkan dan melindungi cucu satu-satunya yang kau punya,” sambungnya masih dengan menggunakan nada tingginya.
“Zaen, sepertinya kau salah paham tentang satu hal! Aku memang merencanakan hal kotor ini, tapi di tunjukan untukmu dan Stevanny. Lucia bahkan tidak pernah terpikirkan saat Kakek menyusun rencana ini,” ujar Kakek Roman yang tidak terima dengan perkataan kasar Levi.
“Secara tidak langsung kejadian kau yang menghabiskan malam dnegan Lucia, bukanlah karena rencana Kakek melainkan karena rencana dari yang di atas. Takdir yang mempertemukan kalian dan mungkin takdir juga yang akan mempersatukan kalian berdua,” lanjut Kakek Roman penuh penekanan.
“Tapi Tuan muda juga salah paham seperti itu padaku,” gumam Levi yang masih terngiang cara Rayden saat menatap ke arahnya tadi.
^^^Bersambung,....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...