Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Luca ft Trio Somplak



“Kalau tidak bisa pura-pura pingsan, pura-pura mati juga tidak apa-apa!” ujar Felix yang berusaha menahan tawanya.


“Mati sekalian malah lebih bagus. Iya ‘kan teman-teman?” sahut Jaydon yang juga ikut tertawa puas.


“Hahaaa, … Bagus juga ide kalian berdua.” Will pun malah mendukung perkataan Felix dan Jaydon.


“Sialan memang kalian bertiga,” umpat Levi yang semakin geram dengan tindakan Will dan yang lainnya.


“Diamlah! Mereka sedang semakin mendekat ke sini,” ujar Will dengan suara yang sengaja di buat lirih.


Mau tidak mau, Levi pun menuruti perkataan Will. Benar saja, tak lama kemudian terdengar suara Luca yang berkata, “Ternyata kalian ada di sini!”


“Apa yang terjadi dengan Kak Levi?” tanya Lucia yang langsung menghampiri Levi.


“Dari tadi kami memang di sini,” ujar Will dengan santainya.


“Seperti yang Nona kecil lihat! Levi mabuk parah, karena sangat bahagia akhirnya bisa menikahi anda,” jawab Felix, tentu saja itu hanyalah kebohongan.


“Aish, … Awas saja kalian bertiga! Meskipun memang benar aku sangat bahagia, karena akhirnya cintaku selama ini terbalaskan dan akan segera menikah tapi tidak seharusnya kalian mengatakan dengan gamblang seperti itu,” batin Levi yang kesal bercampur bahagia.


“Bagaimana bisa Paman membiarkan Kak Levi minum sampai semabuk ini? Bagaimana kalau ada cewek gatel yang memanfaatkan keadaannya yang seperti ini!” seru Lucia yang melontarkan tatapan kesal dan di penuhi kemarahan kepada Trio somplak.


Mendapat tatapan mengerikan dari Lucia, Will dan yang lainnya pun langsung terdiam dan berusaha mengalihkan tatapan mereka tempat lain. Luca jelas tersenyum puas melihat ketiga pamannya yang tidak dapat berkutik lagi setelah di marahi oleh Lucia.


“Kenapa kalian diam! Apa kalian akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu pada Kak Levi dan membuat pernikahan kami batal?” seru Lucia lagi.


“Will, kau yang tanggung jawab,” ujar Felix yang melempar kesalahan pada Will.


Begitu juga dengan Jaydon yang berkata, “Benar, Will! Tidak baik membuat seorang calon pengantin mabuk di bar seperti ini.”


“Haish, … Kalian berdua ini! Haruskah aku menjitak kepalanya agar dia tidak berpura-pura pingsan lagi, kalau perlu aku buat mati suri sekalian,” lirih Will dengan geram yang tidak terima, karena bukan membantu Felix dan Jaydon malah ikut menyudutkannya.


“Rasakan kalian bertiga! Lucia, marahi mereka terus!” batin Levi yang bersorak sorai kegirangan mendengar Lucia yang terus menyudutkan Will dan yang lainnya.


“Heheee, … Nona kecil!” panggil Felix sambil tersenyum canggung.


“Kan sekarang belum terjadi sesuatu padanya, lebih baik Nona kecil membawanmya pulang saja! sebelum kejadian yang tidak di inginkan benar-benar terjadi di sini, nanti biar kami yang akan mengurus di sini,” sambungnya seraya mengisyaratkan bahwa orang-orang yang sedang mengawasi mereka terus bertambah.


“Luci, sebaiknya kau bawa pergi Levi dari sini sekarang,” ujar Luca yang sependapat dengan Felix.


“Paman Jay, tolong bantu Luci membawa Levi ke dalam mobilku!” pinta Luca pada Jaydon.


“Baik, Tuan Luca!” sahut Jaydon yang langsung menarik tubuh Levi dan berusaha memapahnya.


“Hay, kau masih sadarkan ‘kan? Jadi, berjalanlah yang benar,” bisik Jaydon pada Levi.


“Aku masih pingsan karena mabuk tahu,” sahut Levi yang juga berbisik.


“Mana ada orang pingsan yang bisa menyahut sepertimu,” bisik Jaydon sembari mendengus kesal.


“Ada, aku buktinya!” sahut Levi lagi yang tersenyum puas karena bisa membuat Jaydon kesal.


Ternyata saat Jaydon membawa Levi menuju ke tempat mobil Luca terparkir, Lucia tidak langsung mengikutinya. Dia masih berbicara dengan kakaknya dengan raut wajah seriusnya, terlihat Lucia juga menyerahkan sebuah belati.


Seraya berkata, “Gunakan ‘lah ini untuk membereskan mereka, tapi aku butuh beberapa informasi dari mereka. Jadi, usahakan ada beberapa yang masih hidup dan bawa ke markas klan milik Kak Levi.”


“Baiklah, yang penting masih bicara ‘kan? Itu sangat mudah,” ujar Luca dengan santainya sembari menerima belati tersebut.


“Kalau begitu Luci pergi dulu, Kak!” pamit Lucia yang langsung pergi begitu saja, tanpa berpamitan pada Will dan Felix karena masih kesal karena mengira mereka ‘lah yang membuat Levi sampai mabuk tak sadarkan diri seperti itu.


“Bukan sepertinya lagi! Lucia memang marah besar dengan kita,” ujar Will membenarkan.


“Sudahlah, Ayo kita bereskan mereka tapi sisakan beberapa, setidaknya orang itu masih bisa bicara,” ajak Luca yang langsung bergerak menghampiri orang-orang yang sedari tadi terus mengawasi mereka.


...****************...


Disisi lain, saat hampir mendekati mobil Luca. Ternyata Jaydon dan Levi bertemu dengan Axlyn yang juga ingin menghabiskan malamnya dengan bermain di bar. Melihat Tuannya yang sepertinya tidak sadarkan diri, sontak saja Axlyn langsung menghampirinya.


“Tuan muda!” ujar Axlyn begitu memastikan bahwa itu benar-benar Tuan mudanya.


“Ouh, … Apakah kau yang namanya Axlyn?” tanya Jaydon memastikan.


“Benar, apa yang terjadi dengan Tuan muda?” tanya Axlyn balik.


“Tolong pegang dia! Sebentar lagi pawangnya juga datang kemari,” ujar Jaydon yang langsung melimpahkan tubuh Levi pada Axlyn dan pergi begitu saja.


“Ta-tapi, …”


Tak lama, kemudian Jaydon juga kembali ke dalam bar tersebut. Sebab dia juga tidak ingin ketinggalan pesta, karena sudah cukup lama dia tidak menggunakan tinjuan mautnya. Terlihat bahwa orang-orang itu hendak mengikuti Lucia keluar, tapi Luca dnegan Gerakan cepatnya langsung melompat melewati kursi dan menghadang mereka.


“Mau kemana kalian? Beraninya cecunguk seperti kalian mengawasi adik dari Luca Cano Xavier!” seru Luca.


“Minggir, kau tidak ada hubungannya dengan tugas kami,” sahut salah satu orang tersebut yang terlihat seperti pemimpinnya.


“Banyak bacot! Ayo, kita hajar saja sampai tak tersisa,” ujar Jaydon yang sudah gatal untuk meninju seseorang.


Buukk, …


Dan langsung saja, Jaydon langsung mengayunkan tinjunya ke salah satunya hingga orang tersebut tersungkur di lantai dengan hidung yang mengeluarkan darah. Melihat Jaydon yang sudah bertindak, Felix dan Will pun langsung memilih lawannya masing-masing. Sehingga seketika itu juga suasana di bar tersebut langsung tidak kondusif.


Semua pengunjung yang berada di sana segera berlarian keluar agar tidak terlibat dalam pertarungan tersebut. Siapa sangka, ternyata orang-orang yang menempati ruang VVIP di bar tersebut adalah anak buah dari Kaendra semua. Sehingga barus saja mereka membereskan saju gerombolan, lalu datang lagi segerombolan yang menyerang mereka.


Bukan hanya menyerang secara sembarangan, mereka ternyata lebih baik dari lawan mereka sebelumnya. Serangan mereka memiliki pola yang tidak dapat di tebak, hingga Luca beberapa kali hampir masuk ke dalam jebakan mereka. Bukan hanya Luca, tapi Will dan yang lainnya pun begitu.


Namun, ada saat ketika leher Luca hampir tergores pisau musuh. Luca yang sedang sibuk membereskan musuh yang ada di depan dan sampingnya, tidak menyadari bahwa ada seseorang di belakangnya yang tengah mengayunkan pisau ke arahnya.


“Matilah kau bedebah sombong!” Musuhnya yang bersiap menancapkan pisau di tubuh Luca.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...