Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Reuni atau sesi Curhat?



Tak lama setelah Levi dan yang lainnya masuk ke dalam bar tersebut, Luca dan Lucia pun juga ikut masuk ke dalamnya. Namun, ketika Luca akan masuk ke dalam bar tersebut. Dia menyadari ada yang sedang mengawasi mereka.


“Kak?” panggil Lucia, sontak saja Luca langsung menatap ke arah adiknya.


“Hmmm, …?” Luca hanya menyahutinya dengan dehaman


.


“Apa Kak Luca juga menyadarinya?” tanya Lucia.


“Apa kau juga, _...”


“Benar, perasaan yang sedang di awasi sekarang sama dengan kejadian di hotel malam itu,” potong Lucia membenarkan.


“Bersikaplah seperti biasanya! Sepertinya Paman Will dan yang lainnya juga merasakannya,” ujar Luca.


“Baik, Kak!” sahut Lucia.


“Ayo, kita masuk!” ajak Luca pada adiknya.


Begitu masuk ke dalam Luca dan Lucia langsung mencari keberadaan Levi dan yang lainnya di ruang VVIP yang khusus untuk orang-orang ber-uang. Namun, siapa sangka yang mereka cari ternyata malah tengah sedang saling curhat satu sama lain di antara banyak orang biasa.


“Hay, singkirkan jas milikmu yang menyebalkan itu! Sungguh kau sangat tidak cocok mengenakannya,” ujar Will yang sudah minum beberapa gelas alcohol.


“Benar sekali, dia lebih pantas menjadi bocah psikopat seperti dulu.” Felix menimpali.


“Benarkah? Bukankah waktu itu kalian mengatakan bahwa aku lebih cocok mengenakan setelah jas mewah seperti ini?” urai Levi dengan wajah polosnya.


“Itu tidak benar! Kau sangat cocok dengan dirimu yang sekarang. Mereka berdua hanya merindukanmu saja selama ini, karena kau tidak pernah mengirim kabar setelah kau pergi dari keluarga Xavier,” ujar Jaydon yang membongkar kebohongan Will dan Felix.


“Sial, kenapa kau memberitahunya?” umpat Felix yang menatap tajam pada Jaydon.


“Cepat lepaskan saja! mataku sakit melihatnya!” perintah Will yang memaksa Levi untuk melepaskan Jas dan dasi yang saat itu di kenakan Levi.


“Haish, … Kau ingin menelanjangi aku di sini, Hah!” bentak Levi yang kesal dengan sikap Will yang terus saja memaksanya.


“Levi!” panggil Will yang tiba-tiba berubah menjadi serius.


“Apa lagi sekarang?” tanya Levi dnegan kesal semabri membenarkan kemeja yang dia kenakan, sementara jas dan dasinya sudah di buang oleh Felix, setelah Will berhasil melepaskannya secara paksa.


“Meskipun Tuan muda dan yang lainnya tidak memberitahu kami apa yang telah terjadi di sini, tapi orangku mengatakan bahwa kau telah menghabiskan malam dengan Nona kecil. Apakah itu benar?” tanya Will yang ingin mendapat jawaban kepastian dari Levi sendiri.


Sesaat Levi memang terdiam, kemudian dia pun membenarkan apa yang di katakan oleh Will. Levi menjawab, “Benar, kami memang sudah tidur bersama!”


“Sial! Apa kau memaksa Nona kecil kami, Hah?” bentak Felix yang tidak terima Nona kecilnya di perlakukan seperti pelacur, meskipun orang tersebut adalah Levi.


“Kami tahu bahwa kau sangat menyukai Nona kecil sejak dia masih kecil, tapi bagaimana bisa kau melakukan hal sekotor itu hanya untuk mendapatkan?” Jaydon pun ikut terbawa emosi.


“Bukan seperti itu kejadiannya.” Levi berusaha untuk menjelaskannya, sebelum Jaydon dan Felix mengamuk dan menjadikan dirinya samsak, lalu membuatnya babak belur.


“Apa itu ada hubungannya dengan ketiga klan yang di katakan Luca?” tanya Will lagi mencoba memastikan dugaannya.


“Tunggu!” Mendengar pertanyaan Will, Levi pun seketika sadar.


“Kalian bertiga belum mengetahuinya? Lalu kenapa ekspresi terlihat sangat terkejut saat melihat informasi yang di berikan oleh Luca?” cecar Levi yang tidak habis pikir kenapa Will dan yang lainnya bersikap seolah sudah mengetahui segalanya, padahal tidak sama sekali.


“Soal itu, … Kami hanya mengikuti situasi saja,” ujar Felix sembari mengalihkan pandangannya dari Levi.


“Hay, jawab saja pertanyaanku yang tadi!” seru Will yang tidak ingin Levi mengalihkan pembicaraan.


“Benar, ketiga klan tersebut ada hubungannya.” Levi kembali membenarkan.


“Ouh, … Benar, karena tidak ada yang mencurigakan dari mereka kecuali hanya pengedar narkoba. Kami pun tidak menyelidikinya lebih lanjut,” sahut Jaydon yang ikut teringat.


“Kejadian malam itu? Kenapa aku tidak mengetahuinya sama sekali?” cecar Will dengan tatapan penuh menyelidik pada Felix dan Jaydon.


“Soal itu, … Nona kecil meminta kami untuk merahasiakan dari semua orang terutama kepada Tuan muda,” ujar Felix yang lagi-lagi mengalihkan pandangannya saat merasa bersalah.


“Astaga, kalian berdua ini!” Will pun kehabisan kata-kata.


“Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sedang mengawasi kita itu? Haruskah kita bunuh atau di jadikan sandera?” tanya Jaydon yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


“Biarkan saja dulu! Kita lihat apa yang ingin mereka lakukan dengan mengawasi kita secara terang-terangan begitu. Jika mereka berulah, baru kita akan melawannya,” jawab Will.


“Baiklah, kalau begitu!” sahur Felix.


“Lalu apa hanya karena ini kalian menculikku dan membawaku ke tempat seperti ini?” ujar Levi yang merasa hanya membuang-buang waktunya, lebih baik dia tadi menghabiskan waktunya dengan Lucia daripada dengan Trio somplak yang tidak jelas itu.


“Tempat seperti ini?” ujar Will, sontak saja terkejut dengan ucapan Levi.


“Wahh, … Rupanya kau tidak ingat mengenai tempat seperti ini! Mau aku ingatkan?” sambung Will dengan menatap lekat pada Levi, hingga membuatnya menjadi salah tingkah.


“Benar, Will! Ingatkan saja dia, sekalian kita reuni dan mengingat masalalu kita yang indah!” ujar Felix yang mendukung Will sepenuhnya.


“Aahh, … Sepertinya sekarang tidak perlu! Aku sudah mengingat dengan sangat jelas sekarang.”


Levi seketika menjadi panik, apalagi masalalu di tempat seperti ini memang benar indah tapi sangat kelam jika Lucia sampai mengetahuinya. Bisa-bisa terjadi perang dunia sebelum pernikahan itu berlangsung.


“Tenang saja! karena kita akan membahas ini, makanya aku tidak mengijinkan mereka untuk ikut,” ujar Will yang membuat Levi semakin berkeringat dingin.


“Apa kalian ingat? Saat dia mabuk berat dan mengira bahwa aku adalah Nona kecil? Dia hampir saja menciumku dan memelukku. Ihhh, … Sampai sekarang aku bahkan masih merasa jijik dengan diriku sendiri,” ujar Felix sembari bergidik ngeri.


“Aku selalu mengingat! Bahkan aku masih memilikinya, kalian mau melihatnya?” sahut Jaydon sembari mengeluarkan ponselnya.


“Hay, hentikan tidak? Atau kau ingin ponselmu menjadi butiran debu, Hah!” benatk Levi seraya berusaha merebut ponsel tersebut dari tangan Jaydon untuk menghapus videonya.


“Ayolah, aku hanya bercanda! Bagaimana aku bisa merekam kejadian saat itu, kalau aku saja kewalahan memisahkanmu dari Felix. Hahaaa, ….” Jaydon pun tak kuasa menahan tawanya lagi, begitu juga dengan Will dan Felix.


“Hahaaa, … Itu masih biasa! Sebelum kalian bergabung dengan klan kami, kelakuan lebih parrah dari binatang,” ujar Will yang semakin menggoda Levi.


“Will, hentikan!” bentak Levi lagi yang merasa terancam, tapi Will dan yang lainnya tak menggubrisnya sama sekali.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...