Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Keadaab Lucia dan Baby- nya!



“Tentu, dia memang wanita yang pantas untuk di kenang oleh semua orang terutama pria yang tulus sepertimu,” ujar Will seraya menepuk-nepuk punggung Luca dengan pelan.


“Paman, kenapa dia selalu melindungiku bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri? Padahal setiap kami bertemu kami akan selalu bertengkar dengan berbagai alasan, tapi kenapa dia tetap melindungiku?” tanya Luca yang berderai air mata, sedangkan tangannya tak mau melepaskan tangan dingin Axlyn.


“Karena dia mencintaimu lebih dari dia mencintai dirinya sendiri,” jawab Will yang berhasil membuat Luca kembali menangis terisak penuh kepedihan.


“Maaf, kalau mungkin jawaban dari Paman akn semakin membuatmu lebih terluka! Namun, Paman yakin kau akan menjadikan luka itu sebagai sumber kekuatan untukmu melanjutkan hidup,” imbuh Will.


“Paman tahu kalian berdua pasti tidak saling menyadari perasaan satu sama lain, tapi semua orang yang berada di sekitar kalian bisa melihatnya dengan jelas bahwa sejak awal kalian saling menyukai,” sambung Will.


“Nikmati waktu yang tersisa untuk bersamanya, Luca! Paman akan segera mengurus kepulangan kita,” lanjut Will yang kali ini meninggalkan Luca bersama jenazah Axlyn lagi.


Sepeninggal Will, Luca kembali menangis tersedu-sedu di samping jenazah Axlyn. Will pun hanya bisa memperhatikannya dari jauh, karena percuma saja apapun yang dia coba katakan tidak akan bisa membuat Luca mengurangi kesedihannya.


Kejadian itu pun di saksikan oleh semua orang, bahkan Felix yang biasanya melawak dia hanya diam saja dan menatap kisah cinta Luca dan Axlyn dengan kasihan.


“Paman, _....”


“Biarkan saja dia seperti itu untuk sementara waktu! Jangan mengganggunya dan kerjakan tugas masing-masing!” potong Will ketikan Regis mencoba menanyakan sesuatu.


“Benar, biarkan saja Luca untuk sekarang! Lalu bagaimana dengan keadaan Lucia, aku dengar wanita ****** itu juga melukai perutnya?” ujar Felix yang mengkhawatirkan keadaan Lucia dan bayinya.


“Sebelum aku pergi Dokter masih melakukan perawatan untuknya! Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari Levi dan Tuan muda,” sahut Will yang memang belum tahu keadaan pastinya.


“Kalian sudah membersihkan tempat ini dengan baik?” tanya Will meminta hasil laporan dari pekerjaan Felix dan yang lainnya.


“Sudah semuanya! Biasanya Luca yang akan membersihkannya, tapi hari ini aku yang mengurus semuanya. Aku menyerahkan korban yang berdomisili di tempat ini pada pihak yang berwajib, sedangkan dari pihak kita juga sudah siap untuk di pulangkan dan di makamkan,” jelas Felix.


“Bagus, segera siapkan penerbangannya! Kita akan mengantar para korban terlebih dahulu agar segera di makamkan. Aku akan memmberitahu tentang ini pada Tuan muda,” ujar Will yang kembali memberikan perintah.


“Apakah jenazah Axlyn akan di makamkan di negara K? Tapi kata anak buahnya dia berasal dari asia,” gumam Rayga yang tidak sengaja mengorek informasi dari Jack dan anak buahnya.


“Tidak, dia kan di makamkan di pemakaman keluarga Xavier atas permintaan khusus dari Luca!” Jawaban Will membuat mereka semua langsung bungkam seribu bahasa.


...****************...


Sementara di rumah sakit, tepatnya selepas kepergian Will. Dokter yang mengobati Lucia pun keluar dari ruang operasi yang menandakan dia sudah selesai melakukan pengobatan yang di perlukan oleh pasien.


“Dok, bagaimana keadaan istri saya?” seru Levi serentak.


“Dok, bagaimana keadaan putri saya?” seru Rayden serentak.


“Jadi, anda berdua adalah keluarga dari pasien?”


Sang Dokter memastikan, karena sebelumnya dia pernah melihat Lucia mendapat perawatan di rumah sakit tersebut tapi bersama dengan seorang pria yang mengaku sebagai suaminya. Sang Dokter pun akhirnya menatap Rayden dan Levi dengan tatapan curiga.


“Benar, Dok!” jawab Rayden dan Levi bersamaan.


“Saya tidak tahu siapa keluarga asli dari wanita tersebut, saya juga tidak peduli akan hal itu mengingat Direktur sendiri yang menanganinya langsung saat itu,” ujar sanga Dokter yang membuat Rayden dan Levi menyadari bahwa Luke sempat membawa Lucia ke rumah sakit untuk mendapat perawatan setelah kecelakaan mobil saat itu.


“Seperti yang terlihat di sini, Nona Lucia cukup beruntung karena luka tusukannya belati itu tidak terlalu dalam. Sehingga tidak menembus rahim dan melukai janin yang sedang tumbuh. Jadi, anda berdua tidak perlu terlalu khawatir,” jelas sang Dokter sembari menunjukan hasil CT Scan-nya.


“Haaa, … Syukurlah, tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka berdua. pikiran sangat kacau saat melihat Lucia yang menangis dan merintih kesakitan sembari terus memegangi perutnya. Hiks, …”


Levi tak kuasa menangis tangis bahagianya begitu mendengar istri dan calon anak mereka sudah tidak berada dalam bahaya apapun lagi. Begitu juga dengan Rayden, akhirnya bisa bernapas karena kini semuanya telah selesai tidak akan ada lagi yang akan membahayakan putri serta calon cucunya.


Kemudian, Lucia pun di pindahkan ke ruang perawatan. Dan tak lama setelah di pindahkan, Lucia perlahan mulai membuka matanya. Hal pertama yang Lucia tanyakan adalah tentang keadaan bayinya.


Dengan sabar Rayden dan Levi pun menjelaskan bahwa janinnya sudah baik-baik saja, mereka juga tidak lupa menceritakan apa yang terjadi setelah Lucia tidak sadarkan diri serta tentang kematian Axlyn


Rayden dan Will pun saling mengirim informasi.


Will memberitahu seraya meminta ijin agar bisa kembali terlebih dahulu untuk mengurus pemakaman Axlyn dan korban lainnya. Namun, sepertinya Rayden dan Levi sudah memperkirakan akan hal itu, mereka berdua pun memberitahu Lucia bahwa kemungkinan jenazah Axlyn akan segera di makamkan.


“Tuan, kami harus kembali terlebih dahulu untuk melakukan prosesi pemakaman orang-orang yang telah menjadi korban termasuk pemakaman Axlyn,” ujar Will yang langsung menemui Rayden di rumah sakit, sedangkan Levi sibuk menemani istrinya.


“Tentu, siapkan penerbangan untuk kami juga! Karena baik aku, Levi maupun Lucia tidak ingin melewatkan kesempatan terakhir untuk mengantar mereka dan terutama Axlyn ke tempat peristirahatan terakhirnya,” jelas Rayden yang sebelumnya sudah mendiskusikannya dengan Levi da Lucia.


“Baiklah, Tuan muda! Kalau begitu aku juga akan menyiapkan beberapa dokter dan peralatan medis untuk berjaga-jaga selama penerbangan,” sahut Will yang akan melakukan sesuai perintah.


Mereka semua pun memutuskan untuk langsung kembali ke negara A. Sebelum itu Felix telah mengirimkan informasi secara singkat pada Noland tentang apa yang terjadi selama pertarungan dan selepas pertarungan.


Sehingga Noland langsung memboyong keluarga kembali ke negara A. Hingga Noland dan yang lainnya pun telah tiba lebih dulu di bandingkan Rayden dan yang lainnya yang masih berada dalam perjalanan.


Waktu pun berlalu, Noland dan yang lainnya menunggu kedatangan Rayden beserta yang lainnya dengan gelisah. Hingga tibalah iring-iringan ambulance dan beberapa mobil mewah di belakangnya.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...