Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Perasaan Buruk



Seketika Luca pun terdiam saat mendengar perkataan Luke, lalu di susul dengan suara orang sepertinya sedang berkelahi. Dan setelah itu sambungan telepon itu terputus, karena ponsel Axlyn yang tak sengaja di injak oleh Luke.


“Axlyn! Axlyn! Axlyn!” seru Luca dengan panik yang menyebut nama Axlyn berkali-kali, hingga tanpa sadar menarik perhatian para pegawainya.


“Sial, aku harus secepatnya memberitahu Levi dan Lucia.”


Tanpa memperdulikan tatapan bingung para pegawainya, Luca pun langsung menuju keruangan Will sembari terus menghubungi Levi dan Lucia seraca bergantian. Dan sama hasilnya masih sama, baik Levi maupun Lucia tidak ada yang menerima panggilan telepon tersebut.


Ponsel Axlyn seketika mati ketika terinjak oleh Luke saat ingin menyerang. Axlyn pun langsung refleks menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Luke. Akan tetapi, hal itu malah semakin membuat serangan Luke semakin intens, hingga membuat Axlyn harus menerima beberapa sayatan di lengan dan kakinya.


“Sialan! Siapa yang baru saja kau hubungi, Hah?” bentak Luke yang menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka.


“Apa kau takut sekarang?” tanya Axlyn dengan senyum mengejek dan merendahkan pada Luke.


“Sialan, mati kau!” teriak Luke yang langsung meninju wajah Axlyn hingga membuatnya seketika jatuh pingsan.


Melihat Axlyn yang sudah tidak sadarkan diri lagi, Luke pun memanggil beberapa anak buahnya yang juga menyamar sebagai pegawai rumah sakit di sana. Luke langsung menanyakan keberadaan Lucia dan menyuruh mereka untuk membawa Axlyn ke tempat Leona dengan menggunakan Ambulance agar tidak di curigai orang lain.


“Dimana Lucia sekarang?” tanya Luke sembari mengatur deru napasnya.


“Nona Lucia sekarang masih di ruangan Dokter Chloe untuk melakukan pemeriksaan, Tuan!” jawab salah satu anak buahnya mengenakan seragam perawat. Perawat yang berada di ruangan Dokter Chloe, perawat yang tadi menyapa Lucia dan Axlyn.


“Dokter Chloe? Bukankah dia Dokter Obgyn satu-satunya di rumah sakit ini? Jangan bilang kalau Lucia, _....” Luke tak mampu melanjutkan ucapannya ketika menyadari bahwa kemungkinan saat ini Lucia sedang mengandung anaknya Levi.


“Benar, Tuan! Sepertinya Nona Lucia memang sedang mengandung, meskipun hasil pemeriksaannya belum keluar tapi tanda-tandanya sudah sangat jelas,” ujar anak buah Luke memberitahu kondisi Lucia.


“Sialan, memang seharusnya aku tidak membuang waktu seperti ini,” umpat Luke yang sangat marah setelah mendengar wanita yang dia incar tenyata sedang mengandung anak pria lain.


“Tuan, bagaimana dengan wanita ini? Sepertinya dia hanya pingsan saja,” ujar seorang pria yang juga salah satu anak buah Luke.


“Leona sangat menginginkannya. Jadi, bawa dia ke tempatnya!” perintah Luke yang tidak terlalu memperdulikan tentang Axlyn.


“Sedangkan kau masih ada yang harus kau lakukan sekarang! Ayo, ikut denganku!” lanjut Luke yang menyuruh sang perawat untuk mengikutinya.


Perawat itu pun langsung mengikutinya, sedang dua orang pria memindahkan tubuh Axlyn ke dalam mobil ambulance. Sesuai dengan yang di katakan oleh Luke, tidak ada satu orang pun mencurigai mobil itu. Sehingga tidak akan satu pun orang yang akan mengetahui bahwa Axlyn telah menghilang.


...****************...


Disisi lain, Lucia telah selesai melakukan semua pemeriksaan. Dan benar saja, Dokter Chloe menyatakan bahwa Lucia memang saat ini tengah mengandung dengan usia kandungan baru memasuki usia 6 minggu. Sembari menunggu hasil pemeriksaan resminya keluar, Lucia pun mencari keberadaan Axlyn.


“Permisi, apa kau melihat wanita yang tadi datang bersamaku! Tadi aku menyuruhnya untuk menunggunya di sini,” ujar Lucia yang mencoba bertanya pada perawat yang di awal menyapanya.


“Aaah, … Tadi begitu anda masuk untuk melakukan periksaan, dia menerima sebuah panggilan dan langsung pergi dengan terburu-buru. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi melihat dari raut wajahnya sepertinya telah terjadi hal buruk,” jelas perawat tersebut yang tentu saja hanya sebuah kebohongan yang di ajarkan oleh Luke.


“Apakah dia meninggalkan pesan untukku atau mengatakan sesuatu sebelum dia pergi?” tanya Lucia yang menjadi ikut cemas.


“Itu, … Sepertinya dia menerima panggilan dari seseorang yang di panggil sebagai ‘Tuan’!” jawab perawat itu yang lagi-lagi berbohong.


Namun, Lucia terlihat sangat mempercayainya di buktikan dengan Lucia langsung pergi dengan raut wajah khawatir dan cemas. Tanpa memperdulikan hasil pemeriksaannya maupun ponselnya yang tertinggal di dalam ruangan Dokter Chloe.


“Ouh, … Dimana Nona Lucia?” tanya Dokter Chloe begitu keluar dari ruangannya.


“Baru saja pergi, katanya ada hal mendesak yang harus dia lakukan?” jawab perawat tadi yang masih berdiri di tempatnya.


“Dia meninggalkan ponselnya di ruanganku, bahkan hasil pemeriksaannya juga belum dia ambil,” ujar Dokter Chloe yang terlihat bingung harus berbuat apa, apalagi sudah banyak pasien yang sedang menunggunya.


“Nona Lucia baru saja pergi, mungkin kalau saya mengerjarnya bisa memberikan ponselnya tepat waktu,” jelas perawat tersebut yang secara tidak langsung menawarkan dirinya untuk membantu Dokter Chloe.


“Kau benar juga! Jadi, tolong berikan ponsel Nona Lucia ‘yah! Kalau tidak bisa di kejar berikan saja ponselnya pada Dokter Bella,” pinta Dokter Chloe seraya menyerahkan ponsel milik Lucia.


“Baik, Dok!” sahut perawat tersebut yang langsung berlari untuk mengejar Lucia.


Sedangkan Lucia sendiri sedang berusaha mencari mobil yang bisa mengantarnya pulang agar segera bisa memeriksa keadaan suaminya. Dia memang datang bersama Axlyn dengan menggunakan mobilnya, tetapi mengira Axlyn kembali dengan membawa mobilnya maka dari itu Lucia langsung mencari sebuah taxi.


“Nona Lucia, anda mau kemana? Sepertinya anda terlihat terburu-buru sekali,” sapa Tuan Alvano yang menghentikan mobilnya tepat di depan Lucia.


“Aku harus segera pulang sepertinya telah terjadi sesuatu pada suamiku,” ujar Lucia yang memberitahu kekhawatirannya.


“Benarkah? Kalau begitu biar saya antarkan sekalian! Bukankah ini sangat mendesak?” Luke atau Tuan Alvano mencoba untuk menawarkan bantuan.


“Kalau begitu maaf saya jadi merepotkan anda,” ucap Lucia yang langsung naik ke dalam mobil, karena hanya Levi yang dia pikirkan.


Disaat itu juga Luke datang berperan sebagai penyelamat yang datang tepat waktu dengan menawarkan Lucia tumpangan. Lucia yang masih belum menyadari bahwa Alvano adalah Luke, tentu saja langsung menerima tawaran itu. Apalagi kini dirinya sedang panik dan cemas memikirkan kondisi suaminya.


Akhirnya Lucia masuk ke dalam perangkap, Luke kemudian melajukan mobilnya tapi tidak menuju ke perusahaan ZD Group maupun kediaman Zaender. Luke akan membawa Lucia ke wilayah utara, dimana di sana adalah wilayah kekuasaannya. Wilayah dimana semua orang maupun harta dan kekuasaan hanya akan menjadi miliknya.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...