Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Akhirnya, ...



“Kalian berdua duduklah! Sekarang sudah tidak apa-apa.” Kakek Roman juga terlihat sangat Bahagia.


Masih dengan perasaan yang ragu-ragu dengan situasi yang akan mereka hadapi, Levi dan Lucia pun duduk berdampingan tanpa melepaskan genggaman tangan mereka satu sama lain. Semua orang pun hanya tersenyum melihat betapa romantisnya kelakuan dua sejoli itu.


“Pah, Luci sungguh ingin menikah dengan Kak Levi! Tolong jangan pisahkan kami seperti dulu lagi,” kata Lucia dengan wajah memohonnya, hingga Rayden merasa seperti seorang bajingan yang ingin merusak kebahagian putrinya dengan sikap egoisnya.


“Tuan muda, tolong restui kami! Saya akan melakukan apapun yang anda poerintahkan, asalkan anda mengijinkan kami untuk menikah,” ujar Levi yang juga menginginkan hal yang sama seperti Lucia.


“Kalian berdua sungguh membuatku seperti orang yang paling buruk di sini! Apakah itu yang kalian berdua inginkan sebenarnya,” tukas Rayden dengan nada dan tatapan dinginnya.


“Bukan seperti itu, Pah! Kami hanya, _....”


“Diamlah, Lucia! Papah belum selesai bicara!” potong Rayden dengan tegasnya.


“Ray, berhentilah menakuti putrimu seperti itu! Katakan saja apa yang kau ingin sampaikan kepada mereka berdua,” ujar Zhia memperingati suaminya agar tidak menggoda putrinya terus seperti itu.


“Baiklah, Zhi! Lagipula aku belum selesai bicara putrimu terus saja menyelanya,” sahut Rayden yang tidak terima di salahkan oleh istrinya.


“Melihat wajah dinginmu yang seperti itu, siapa orangnya yang bisa berpikir positif yang apa yang akan kau katakana selanjutnya,” celetuk Noland.


“Aku setuju dengan perkataan Grandpa! Bahkan aku juga tidak berani untuk menatap papah yang menunjukan ekspresi seperti secara langsung,” cetus Regis dengan polosnya.


“Diamlah, Regis!” ujar Ryuga yang langsung menutup mulut adiknya rapat-rapat, bahkan sampai di bantu oleh Rayga.


“Apa yang terjadi, Kakek?” tanya Levi dengan nada berbisik kepada Kakeknya yang duduk tidak jauh dari tempatnya.


“Selamat cucuku! Lamaranmu untuk Lucia kini sudah di terima oleh Rayden dan seluruh anggota Xavier! Selamat kau akhirnya akan segera menikah,” ucap Kakek Roman yang tidak tahan untuk menyampaikan kabar berita tersebut.


“Benarkah itu, Kek? Kakek tidak sedang membohongiku ‘kan?” cecar Levi yang masih tidak percaya dengan kabar tersebut.


“Sudah aku katakan, bukan? Hanya butuh sedikit waktu, jika bersabar untuk menunggu,” ujar Luca yang sudah menduga akan berakhir seperti itu.


“Selamat atas hubungan kalian. Jaga adik perempuanku dengan baik dan jangan membuatnya menangis. Karena di balik air mata adikku ada keluarga Xavier di belakangnya. Kau mengerti maksudku, bukan?” lanjut Luca yang wajahnya tersenyum tapi kata-katanya penuh ancaman mematikan.


“Jadi, Papah sudah merestui pernikahan kami berdua?” seru Lucia yang tak bisa menggambarkan perasaan bahagianya saat mendapat restu dari papahnya itu.


“Kebahagian Papah adalah melihamu tersenyum bahagia seperti ini, putriku! Mana mungkin Papah akan memisahkanmu dengan orang yang menjadi sumber kebahagianmu itu sendiri. Papah hanya butuh sedikit waktu untuk bisa menyerahkanmu pada calon suamimu nanti,” jelas Rayden dengan tatapan sendunya.


“Terima kasih, Papah! Luci sangat mencintai Papah lebih dari apapun di dunia ini,” ucap Lucia yang langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan papahnya.


Lucia menangis sejadi-jadinya, karena sang papah sudah berani membuat keputusan untuk melepas putri satu-satunya kesayangannya menjadi milik Levi.


“Kalau kau lebih mencintai, Papah! Seharusnya kau tidak bersikeras untuk menikah dengan bajingan itu,” ujar Rayden yang mendapat cubitan kecil dari Lucia atas perkataannya barusan.


“Papah, …” lirih Lucia dengan wajah merajuk dengan berlinang air mata.


“Papah hanya bercanda, sayang!” jelas Rayden sembari menghapus sisa air mata di wajah putrinya.


“Kenapa kau menangis setelah Papah merestui hubungan kalian? Seharusnya kau tetap tersenyum seperti tadi,” sambung Rayden.


Ada kesedihan dan juga kebahagian yang bercampur saat melihat putrinya tersenyum bahagia setelah mendapatkan restu darinya. Levi pun tak kuasa menahan air mata kebahagiannya lagi ketika Rayden sendiri yang mengatkan bahwa kini mereka telah mendapat restu dari semua orang.


Seorang Zaender Levi menangis hanya karena mendapat restu untuk memliki Lucia, semua orang mengenal Levi dengan baik masih tidak dapat mempercayai apa yang mereka lihat sekarang.


“Terima kasih, Tuan muda! Anda sudah bersedia untuk mempercayakan Lucia pada saya,” ucap Levi yang membungkuk memberi hormat pada Rayden.


“Siapa bilang aku percaya padamu?” ujar Rayden yang kembali dengan nada dan raut wajah dinginnya.


“Seperti yang tadi Luca katakan! Jika sampai kau membuat putriku menangis, kau akann berhadapan langsung dneganku dan seluruh keluarga Xavier!” sambung Rayden yang juga lontarkan kata ancaman untuk Levi.


“Baik, Tuan muda! Saya pasti akan selalu mengingatnya,” sahut Levi yang akan menerima apapun konsekuensinya yang dia hadapi nantinya.


“Levi kau harus selalu mengingat ini juga! Ingatlah, bahwa wanita yang akan kau nikahi nanti adalah putri satu-satunya keluarga Xavier. Putri kesayangan dari Rayden Cano Xavier!” ujar Rayden menekan kembali siapa Lucia.


“Cintai dia melebihi aku mencintainya! Sayangi dia melebihi aku menyayanginya! Lindungi dia melindunginya dan bahagiakan dia melebihi aku membagiakan dia selama ini. Putriku satu-satunya dan putriku yang paling berharga, jangan pernah kau menyakitinya. Karena aku tidak pernah sekalipun menyakitinya,” sambung Rayden yang memberikan pesan yang begitu dalam kepada Levi.


“Apa kau bersedia menjanjikan hal itu kepadaku?” tanya Rayden yang ingin Levi bersumpah di hadapannya dan semua orang.


L


“Baik, Tuan muda! Saya akan berjanji untuk memenuhi semua yang ada katakan, bahkan saya akan melakukannya lebih dari yang anda minta barusan,” jawab Levi dengan bersungguh-sungguh.


“Kau juga harus mengingatnya, Levi! Selain putri dari Rayden Cano Xavier, Lucia juga merupakan cucu perempuan satu-satunya dan cucu kesayangan dari Noland Cano Xavier. Berjanjilah padaku juga seperti kau berjanji pada ayahnya,” ujar Noland.


“Baik, Tuan besar! Saya akan berjanji untuk memenuhi semua yang ada katakan, bahkan saya akan melakukannya lebih dari yang anda minta barusan,” jawab Levi lagi.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...