
“Jangan lupakan kami juga! Awas saja, kalau kau menyakiti Kak Lucia,” celetuk Ryuga yang memasang badan bersama Rayga dan Regis.
“Aish, … Kalian bisa tidak, jangan ikut campur urusan orang dewasa,” geram Lucia yang tidak suka Levi di ancam oleh ketiga adiknya yang di anggapnya bocah bau kencur.
“Kami ‘kan juga ingin terlihat keren seperti Papah, Grandpa dan Kak Luca!” gerutu Regis dengan wajah memelas nya.
“Baiklah, kalian adalah adik dari Lucia! Aku pasti akan mengingat kata-kata kalian ini seumur hidupku,” ujar yang tidak mempersalahkan perkataan Ryuga dan lainnya.
“Kau memang Kakak ipar yang baik! Bagaimana kalau kau mengangkatku sebagai salah satu dari anggota klanmu?” ujar Rayga yang diam-diam ternyata dia menganggumi Levi.
“Rayga!” geram Lucia yang langsung melontarkan tatapan tajamnya.
“Kau yakin akan menikahi Kak Luci? Meskipun wajahnya terlihat manis, akan tetapi kepribadiannya sungguh mengerikan. Apalagi kalau sedang marah?”
Rayga mencoba berbisik pada Levi, tapi nyatanya perkataannya itu dapat di dengar dengan jelas oleh semua orang, terutama Lucia.
“Dasar bocah ini,” ujar Lucia yang semakin terlihat geram dengan kelakuan ketiga adiknya.
“Rayga, berhentilah menggoda Kakakmu seperti itu,” ujar Zhia yang mulai angkat bicara.
“Maaf, Mah!” ucap Rayga yang sudah tak berani lagi menggoda Lucia, setelah sang ratu menyuarakan titahnya.
Zhia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Lucia dan ketiga adiknya. Kemudian, Zhia mulai meraih tangan Levi. Terlihat tatapannya mulai terlihat sedih, meskipun senyuman indah terus terukir di wajahnya.
“Levi,” panggil Zhia lirih.
“Iya, Nyonya muda!” sahut Levi langsung berkeringat dingin hanya karena genggaman tangan Zhia, masalahnya bukan karena dia merasa grogi tapi karena dia takut dengan tatapan tajam Rayden kepadanya.
“Lucia, dia adalah putri kami satu-satunya. Dia tumbuh dan kami besarkan sebagai seorang putri yang sangat berharga dalam kehidupan kami. Setelah kalian menikah, aku harap kau memperlakuannya seperti seorang Ratu satu-satunya yang ada dalam hidupnya. Jangan sampai ada satu pun selir atau hal yang akan menyakitinya kelak,” ujar Zhia yang ternyata hanya ingin memberi pesan untuk Levi agar selalu membahagiakan putrinya.
“Baik, Nyonya muda! Saya pasti akan menjadikan Lucia satu-satunya Ratu di dalam hidupku,” sahut Levi bersungguh-sungguh.
“Dan hanya satu pesanku padamu, Levi! Berhentilah bermain di klub malam atau sejenisnya. Jika kau memang memiliki banyak waktu luang, maka habiskan ‘lah dengan istrimu. Entah kalian akan pergi berkencan di luar atau menghabiskan waktu bersama di rumah yang penting kau jangan sampai membiarkan Cucuku kesepian. Kau mengerti!” seru Julia dengan penuh penekanan di setiap katanya.
“Siap, Nyonya besar! Saya mengerti! Saya tidak akan membuat Lucia kesepian selama dia bersama denganku,” janji Levi dengan mempertaruhkan hidupnya sendiri.
“Baiklah, sepertinya cucuku harus sangar bekerja keras setelah menikah dengan Lucia nanti! Tapi tidak masalah, karena aku tahu dia pasti mampu untuk melakukan semua itu,” sela Kakek Roman yang sedikit merasa kasihan dengan banyaknya tuntutan dari keluarga Xavier pada cucunya.
“Bagaimana kalau sekarang kita bahas untuk masalah intinya? Kapan mereka akan melakukan pertunangan?” sambung Kakek Roman yang tidak sabar untuk meresmikan hubungan Levi dan Lucia.
“Pertunangan?” celetuk Lucia yang tidak menyangka mereka akan tetap membahas soal pertunangan, padahal mereka semua sudah tahu bahwa dia dan Levi sudah menghabiskan malam bersama.
“Benar, Luci! Sebaiknya kita mengadakan pertunangan kalian terlebih dahulu. Jarak pertunangan dan pernikahan kalian tidak akan lama ‘kok,” jelas Noland, karena tadi mereka sudah sempat membahasnya dengan Kakek Roman sebelum Levi dan Lucia datang.
“Kau juga tidak keberatan ‘kan, Levi?” tanya Zhia meminta pendapat dari Levi.
“Saya akan mengikuti apa baiknya menurut kalian saja,” jawab Levi yang tidak terlalu mempermasalahkannya, sudah beruntung dia sudah mendapat restu dari Rayden dengan keadaan kepala dan tubuh masih menyatu.
“Tapi Luci yang keberatan, Mah!” seru Lucia yang terdengar kesal.
“Kenapa Luci?” tanya Rayden yang terkejut dengan keputusan Lucia.
“Kenapa? Kenapa kau harus menikah dengan terburu-buru?” tanya Rayden lagi yang ingin mengetahui alasannya.
“Bagaimana kalau Luci hamil duluan sebelum menikah?” jawab Lucia dengan suara lirihnya.
“Ehmmm, … Cano, sepertinya yang di katakan Luci ada benarnya juga!” ujar Noland yang sependapat dengan perkataan Lucia, mengingat Rayden dulu juga menikah dalam keadaan sudah mempunyai dua anak yang usianya sudah 6 tahun.
“Tapi kita bisa melakukan pertunangannya dalam minggu ini dan kalian bisa menikah dua minggu kemudian. Bukankah dalam waktu itu, tidak mungkin kau sudah hamil ‘kan? Kalau kau tidak yakin, Papah bisa meminta penjelasan dari dokter kandungannya secara langsung!” jelas Rayden yang mengabaikan perkataan Noland.
“Pah, bukan hanya itu alasan Luci ingin menikah saja! Tapia ada alasan lain yang lebih penting dari soal kehamilan itu sendiri,” ujar Luca yang sepertinya tahu alasan adiknya tidak mau membuang waktu lagi untuk pertunangan.
“Apa alasan?” desak Rayden.
“Dia ingin secepatnya mengikat Levi sebagai suaminya, karena banyak wanita di luar sana yang menginginkan posisi untuk menjadi Nyonya Zaender dengan menggunakan berbagai macam cara,” jawab Luca yang sekilas tersenyum pada Lucia.
“APA!” seru Rayden dengan tatapan tidak percaya.
“Alasan konyol macam apa itu?” lanjut Rayden.
“Tapi memang itu alasan utamanya, Pah! Aku tidak membutuhkan sebuah pertunangan, lebih baik kita menikah secepatnya saja,” ujar Lucia membenarkan perkataan sang kakak.
Jawaban Lucia sontak saja membuat semua orang sangat terkejut, bahkan Levi sendiri pun ikut terkejut dengan pengakuan Lucia yang ternyata sangat mencintai dirinya. Ternyata selama ini Levi tidak menjalani cinta bertepuk sebelah tangan, cintanya sejak awal adalah cinta terbalas yang terhalang oleh jarak, waktu dan usia saja.
“Selama ini aku berpikir, mungkin selamanya perasaan cinta ini tak akan terbalas olehmu, Lucia! Selama ini, aku memendam perasaan cinta ini sebaik mungkin hingga aku sendiri pun tak tahu sedalam apa cinta ini terkubur,” batin Levi yang terus menatap Lucia yang sedang debat dengan Rayden tanpa teralihkan sedikitpun.
“Selama ini aku berpikir, mungkin suatu hari kau akan menemukan pria yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu. Bahkan aku sempat berpikir untuk hanya melihatmu dari kejauhan sedang hidup bahagia dengan pria itu. Tanpa aku tahu, bahwa pria yang berhasil membuatku cemburu selama ini adalah diriku sendiri!” lanjut Levi yang masih hanyut dalam pemikirannya sendiri.
“Terima kasih, Lucia! Karena sudah hadir di dalam hidupku yang sebelumnya sangat gelap dan juga kau. Karena telah memberikan warna dan cinta pada hidupku yang selalu terasa sepi dan menyakitkan. Dan terima kasih karena telah mau menerima diriku yang seperti ini. Terima kasih sudah mencintai pria sepertiku, Lucia!” ucap Levi di dalam hatinya.
.
^^^Bersambung,....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...