Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Terlambat Satu Langkah Part. 2



Melihat raut wajah Luke dan perkataannya yang begitu menyakinkan, Nenek Edna pun berkata, “Masuklah ke dalam, sepertinya orang yang anda cari ada di dalam rumahku! Suamiku yang yang menemukannya saat sedang mencari ikan di laut!”


“Benarkah? Terima kasih banyak, Nek! Terima kasih!” ucap Luke tiada henti sembari dia berjalan masuk ke dalam rumah yang sangat sederhana itu.


Benar saja, begitu masuk Luke dapat melihat sosok Lucia yang sedang terbaring dengan wajah pucatnya. Luke segera menghampirinya dan memeriksa denyut nadi serta pernapasannya Lucia. Perasaannya seketika menjadi lebih tenang, karena Lucia masih hidup meskipun ada beberapa luka di bagian tubuhnya.


“Syukurlah, kau masih hidup Lucia!” ucap Luke seraya menggenggam erat tangan Lucia.


“Nak, sepertinya kau harus segera membawa istrimu ke rumah sakit! Karena sejak di temukan oleh suamiku, dia tidak sadarkan diri sampai sekarang,” ujar Nenek Edna menyarankan Luke, karena khawatir terhadap Lucia, apalagi setelah mengetahui bahwa wanita itu sedang mengandung.


“Baik, Nek! Terima kasih banyak sudah menolong dan menjaga istriku, sampaikan terima kasihku juga kepada suamimu!” sahut Luke yang segera menggendong tubuh Lucia untuk membawanya pergi dari sana.


“Tidak apa-apa, semoga tidak terjadi hal yang buruk terhadap istri dan anakmu! Semoga Tuhan selalu memberkahi rumah tangga kalian.” Nenek Edna bahkan mendoakan keselamatan untuk Lucia dan bayi yang berada di dalam kandungannya dengan setulus hatinya.


“Ini ada sedikit hadiah sebagai rasa ucapan terima kasihku! Mohon di terima,” ucap Luke, sedangkan salah satu anak buahnya memberikan sebuah amplop coklat yang isinya sangat tebal pada Nenek Edna.


“Ouh, … Anda tidak perlu, _....” Perkataan Nenek Edna yang ingin menolak pemberian Luke seketika terpotong dengan kedatangan salah satu anak buah Luke.


“Tuan, kita harus segera bergegas pergi dari sini! Karena Levi dan yang lainnya saat ini sedang menuju ke tempat ini,” bisik anak buahnya setelah memberikan amplop.


“Baiklah, amankan jalannya dan segera siapkan helikopternya serta siapkan beberapa dokter! Karena kita akan langsung pergi dari negara ini,” perintah Luke pada anak buahnya sembari berbisik agar Nenek Edna tidak menyadari kebohongan mereka.


“Siap, Tuan Luke!” sahut sang anak buah.


“Tidak apa-apa, Nek! Ambil saja uangnya sebagai bentuk rasa terima kasih saya, kalau begitu kami ijin pamit agar istri saya ini segera mendapat penangan dari dokter. Sebab saya sangat mengkhawatirkan dia dan anak kami,” ujar Luke sebelum dia bergegas pergi dengan membawa Lucia. Bahkan tanpa menunggu jawaban dari Nenek Edna, Luke dan anak buahnya segera membawa pergi Lucia.


“Semoga Tuhan selalu melindungi ibu dan anak itu,” ucap Nenek Edna.


Nenek Edna pun hanya diam memperhatikan kepergian Luke dan yang lainnya yang terlihat tergesa-gesa membawa wanita itu pergi. Setelah Luke dan yang lainnya tak Nampak lagi di pandangan matanya, Nenek Edna pun segera kembali masuk ke dalam rumahnya.


Namun, tak selang beberapa lama terdengar suara mesin mobil yang sepertinya berhenti tidak jauh dari rumahnya. Lalu pintu rumahnya kembali terbuka, menampakan sosok suami dan beberapa pria asing yang ikut masuk ke rumahnya yang sederhana.


“Nek, dimana wanita itu? Kakek sudah menemukan keluarganya,” ujar Kakek Edmund yang langsung mencari keberadaan wanita yang di selamatkannya di seluruh penjuru rumahnya.


“Ouh, … Keluarganya? Bukankah tadi suaminya sendiri yang datang dan langsung membawanya pergi?” tanya Nenek Edna yang akhirnya menjadi bingung siapa keluarga wanita itu sebenarnya.


“APA?” seru Levi, Rayden dan yang lainnya seketika terkejut mendengar Lucia ternyata sudah di bawa pergi oleh orang lain.


“Apa maksud Nenek? Akulah suami dia yang sebenarnya dan kami semua ini ‘lah keluarganya yang sebenarnya!” bentak Levi yang sangat frustasi, apalagi mereka semua sudah memastikan bahwa wanita yang di selamatkan Kakek Edmund adalah Lucia setelah mereka menunjukan foto Lucia selama perjalanan.


“Ta-tapi tadi ada beberapa orang yang datang ke sini dan salah satunya mengaku sebagai suaminya. Saya pikir mereka memang keluarganya,” jelas Nenek Edna yang tampak kebingungan.


“Kapan mereka pergi meninggalkan tempat ini?” tanya Will memastikan.


“Tidak lama sebelum kalian datang, mungkin sekitar 15 menit yang lalau,” jawab Nenek Edna.


“Berpencar! Kita cari dan kejar mereka,” perintah Rayden.


Saat itu juga mereka semua langsung pergi mencari ke setiap tempat untuk menemukan Lucia. Namun, suara helicopter yang terbang melintasi mereka membuat semuanya sadar bahwa mereka terlambat satu langkah. Mereka semua mematung menatap helicopter yang terlihat menjauh dari pandangan mata mereka.


Rayden pun menghampiri Levi, lalu menepuk pundaknya pelan seraya berkata, “Bersiaplah! Bukankah kita harus secepatnya menjemput Lucia pulang!”


“Papah benar! Kita harus segera menjemputnya,” sahut Levi yang langsung mengerti maksud perkataan Rayden.


“Pah!” panggil Luca dan Triple R yang segera menghampiri papahnya.


“Tuan muda!” Begitu juga dengan Will dan yang lainnya.


“Luca, Will dan Regis! Kalian segera cari tahu lokasi markas mereka, sisanya siapkan pasukan dan peralatan yang terbaik dan bersiaplah untuk bertarung dengan mempertaruhkan nyawa kalian!”


“Segera laksanakan!” sahut semua orang.


Setelah itu semua orang segera melakukan tugasnya masing-masing. Levi membiarkan Luca, Will, Regis dan Rayden menggunakan perusahaannya untuk menemukan lokasi markas Luke.


Sedangkan Levi sendiri bersama Felix, Jaydon, Ryuga dan Rayga mengarahkan semua anak buah yang tersisa untuk menyiapkan senjata masing-masing. Bahkan Levi tidak segan-segan membuka ruangan koleksi senjatanya yang selama ini tidak pernah di masuki oleh siapapun kecuali dirinya sendiri.


Disisi lain, Luke dan anak buahnya kini sudah berada di dalam pesawat menuju ke wilayah kekuasaan mereka. Di dalam pesawat itu terdapat beberapa dokter yang secara khusus Luke sediakan untuk merawat Lucia sepanjang perjalanan.


“Bagaimana keadaannya? Apakah lukanya sangat buruk? Lalu bagaimana dengan anak yang berada di dalam perutnya?” Luke segera mencecar sang dokter dengan berbagai pertanyaan, karena dia memang benar-benar sangat mengkhawatirkan keadaan Lucia.


“Tidak ada luka luar lagi selain di kepalanya! Keadaan janinnya sepertinya baik-baik saja, tapi untuk lebih pastinya kita harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan alat-alat rumah sakit terlebih lagi pada bagian kepalanya,” jelas sang dokter.


“Apa maksudmu?” desak Luke meminta penjelasan lebih detail lagi mengenai kondisi Lucia.


“Sepertinya kepala Nona Lucia terbentur sesuatu cukup keras, sehingga ada kemungkinan dia akan mengalami Hematoma, Pendarahan Otak, Pembengkakan Otak, Patah Tulang Tengkorak atau yang paling berbahaya diffuse axonal injury (Kerusakan Jaringan Otak Secara Menyeluruh),” jelas sang dokter lagi.


“Jadi, kita perlu melakukan pemeriksaan radiologi dengan Rontgen, CT scan, atau MRI dapat melihat kemungkinan patah tulang tengkorak, perdarahan, dan pembengkakan otak, serta untuk memeriksa kondisi jaringan dan aliran darah di dalam otak,” lanjut sang dokter.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...