Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Demi Adik Kesayangan



“Tunggu dulu! Tapi kenapa kami harus ikut berkumpul di sini?” ujar Will yang ternyata juga di panggil oleh Levi bersama dengan Jaydon dan Felix.


“Ouh, … Benar sekali! Kami adalah anggota klan BlackSky, tidak seharusnya kami ikut terlibat dengan masalah dari klanmu, Levi!” Felix dengan cepat menimpali.


“Jangan seperti itu! Sebenarnya di dalam hati kalian sangat mengkhawatirkan keadaanku sekarang, bukan?” ujar Levi yang menembak isi hati ketiga Trio somplak dengan tepat.


“Kejadiannya bukan kali ini saja, sudah beberapa kali aku hadang oleh para pembunuh yang sama sekali tidak aku ketahui identitasnya. Tapi hari ini, aku menyadari bahwa sekarang bukan saatnya lagi untuk bersikap santai dan diam saja,” jelas Levi yang terlihat sangat putus asa, jika mengingat tentang kejadian di depan toko perhiasan.


“Memang seharusnya bukan dirimu yang kami khawatirkan, tapi para pembunuh itu yang tidak mengenal mangsanya dengan baik,” gumam Felix yang masih saja mencoba menggoda Levi.


“Benar, mereka dengan sendirinya menyerahkan nyawa masing-masing ke hadapan dewa kematian,” ujar Jaydon yang sependapat dengan Felix.


“Melihat raut wajahmu yang terlihjat muram begitu, sepertinya situasi hari ini cukup berbahaya,” tebak Will.


“Kau benar, Will! Jika saja reflex tubuhku terlambat satu detik saja, maka besok bukan lagi hari pernikahanku melainkan hari pemakaman Lucia,” jelas Levi dengan ekspresi wajah yang benar-benar sangat terpukul dan juga putus asa.


“APA!!” teriak Will dan yang lainnya serentak, mereka sungguh tidak ingin mempercayai perkataan tersebut tapi ekspresi Levi mengatakan keseriusan.


“Bagaimana bisa, _...! Tunggu, jelaskan apada kami apa yang terjadi hari ini pada kalian berdua?” cecar Will yang berusaha untuk tidak terbawa emosi.


“Sepertinya aku ‘lah target pembunuhan mereka, sementara Lucia merupakan target obsesi pemimpinnya! Saat itu Lucia menyadari bahwa ada seorang penembak jitu yang sudah menargetkan kepalaku sejak awal, meskipun begitu Lucia memilih bersikap seolah tidak ada apapun dan diam-diam ingin melindungiku. Beruntung, Jack mengingatkanku tepat waktu, kalau tidak, _....”


Levi tak mampu melanjutkan perkataannya. Membayangkan Lucia terluka sedikit saja bahkan sudah berhasil membuat hatinya seakan tertusuk ribuan anak panas yang sangat menyakitkan. Apalagi jika benar-benar terjadi sesuatu pada Lucia hari ini karena melindunginya, mungkin saat itu juga Levi akan menggila segila-gilanya.


“Kau benar, kita sudah tidak mungkin diam saja! Malam ini juga, aku dan Jaydon akan memporak porandakan markas mereka. Kita akan tunjukan akibatnya melawan klan BlackSky dan Z-LUC,” ujar Felix yang langsung melakukan peregangan pada tubuhnya.


“Benar, aku sudah siap untuk melakukan itu,” sahut Jaydon yang ikutan melakukan peregangan.


“Tentu saja, aku juga tidak bisa tinggal diam! Sebagai gantinya aku akan membuat hari pernikahanmu aman tanpa gangguan dari cecunguk mana pun,” ujar Will yang juga sudah siap untuk melawan siapapun yang berani menerobos keamanannya.


“Terima kasih, aku tahu kalian tidak akan meeninggalkan sendirian dalam keadaan seperti ini,” ucap Levi yang sangat bersyukur bisa bertemu teman-teman seperti Will dan yang lainnya selama hidupnya.


“Adik kesayanganku sedalam dalam masalah. Tentu saja, kami sebagai kakak yang baik harus selalu melindungimu,” ujar Will sembari mengelus lembut kepala Levi.


“Jangan khawatir, percayakan pada kami! Kau istirahat saja dnegan nyaman, karena besok adalah hari terindah dalam hidupmu.” Jaydon menimpali.


“Dan satu hal lagi, jangan sampai Tuan muda mengetahui masalah ini untuk sementara waktu! Kalau Tuan muda sampai mengetahuinya, kita semua bisa mati,” ujar Felix mengingatkan pada semua orang untuk tutup mulut.


“Setuju,” sahut Jaydon dengan cepat.


“Aku juga setuju.” Disusul oleh Levi.


“Itu lebih baik, aku juga setuju,” sahut Will yang juga sependapat.


“Lalu bagaimana denganku, Tuan muda?” tanya Axlyn yang akhirnya bisa ikut buka suara.


“Untuk sementara kau jangan terlibat secara langsung, lebih baik kau bantu Will saja untuk memperkuat keamanan selama pernikahanku berlangsung,” jelas Levi yang mengetahui dnegan pasti tentang masalalu Axlyn yang ada hubungannya dengan klan yang sedang mereka hadapi sekarang.


“Benar, Axlyn! Aku sangat membutuhkan bantuanmu, sebaiknya kau ikut dneganku sekarang,” ujar Will yang langsung menyeret Axlyn pergi bersamanya.


“Kalau begitu kami juga pergi sekarang,” pamit Felix dan Jaydon.


Dan sesuai perkataan Will serta yang lainnya, Felix dan Jaydon mempersiapkan pasukan untuk memberi peringatakan pada Luke secara nyata. Dia mengumpulkan sebagian anggota klan Z-LUC dan BlackSky untuk ikut dalam penyerangan. Untuk mengetahui lokasi Kaendra, mereka pun meminta bantuan Luca untuk menemukannya.


...****************...


Sementara Luke sendiri sedang menghadiri sebuah perjamuan makan sekaligus transaksi bisnis narkobanya bersama dengan Kaendra dan Leona. Dari pertemuan itu juga, Luke akhirnya berhasil mendapatkan undangan pernikahan Levi dan Lucia.


“Kali ini kau tak perlu membayar barangnya,” ujar Luke pada pelanggan setianya.


“Tapi kenapa Tuan?” tanya orang tersebut yang seketika panik karena mengira Luke tidak mau menjual barangnya lagi padanya.


“Sebab undangan ini sudah cukup untukku,” jawab Luke sembari memperlihatkan undangan pernikahan Levi dan Lucia yang baru saja di dapatkannya.


“Apa kau akan membuat onar di acara pernikahan itu?” tanya Leona yang penasaran dengan rencana dari kakaknya itu.


“Hay, tidak baik bicara seperti itu di pernikahan orang lain! Untuk apa mengacaukan pesta yang sudah di persiapkan dengan matang, aku hanya ingin memberi mereka hadiah pernikahan saja,” jawab Luke dengan santainya, tapi tersirat maksud lain di setiap ucapannya.


“Hadiah yang kau maksud pasti bagaikan bom waktu bagi mereka,” ujar Leona yang tidak percaya dengan ucapan kakaknya.


“Kau penasaran? Bagaimana kalau kau ikut datang sebagai pasanganku?” Luke mencoba menawarkan pada Leona.


“Baiklah,” sahut Leona yang tanpa di sangka menerima tawaran tersebut.


Kaendra pun hanya bisa diam, sebab merasa di abaikan keberadaannya oleh kedua adiknya itu. Hingga salah satu anak buahnya memberitahu bahwa markas mereka telah di serang. Sontak saja, dia pun langsung menyampaikan berita itu kepada Luke.


“Luke, kita dalam masalah! Markas kita telah di serang dan tidak sedikit anak buah kita yang tewas di dalam penyerangan tersebut,” ujar Kaendra.


“Siapa? Siapa yang berani menyentuh milikku lagi!” teriak Luke penuh dengan kemarahan.


“Orang yang sama seperti sebelumnya yaitu orang merebut wanitamu, Zaen Der levi!” jawab Kaendra.


“BRENGSEK! SIALAN!” umpat Luke sembari melempar gelas wine yang berada di tangannya hingga hancur tak berbentuk.


“Sepertinya malah kau yang mendapat hadiah kejutan dari mereka,” sindir Leona.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...