Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Konflik Internal Dan Eksternal Part. 1



“Aakhh, … Sekalipun kau membunuhku saat ini, aku tidak akan pernah menyesalinya! Karena kini kau sudah mengetahui kebenarannya,” ujar Axlyn sembari menahan rintihan kesakitan pada pahanya yang di tancapkan sebilah pisau.


“Aku pasti akan membunuhmu, tapi bukan sekarang! Aku akan membuatmu merasakan sakitnya siksaan dariku sebelum kematianmu,” ancam Leona sembari menari kasar pisaunya dari paha Axlyn, ssetelah itu dia berniat meninggalkan Axlyn begitu saja.


Namun, langkah Leona seketika terhenti saat Axlyn berkata, “Apakah jika kau menyiksa dan membunuhku, orang itu akan memaafkan dirimu dan kedua Kakakmu yang bajingan itu?”


“Hahahaaa, … Aku rasa tidak! Jika orang itu melihatmu sekarang, maka sudah pasti hanya tatapan benci yang akan dia tunjukan padamu. Sebab kau hanya menunjukku saja menjadi orang yang bersalah disini, padahal aku sudah memberitahumu alasan mengapa aku membunuhnya,” lanjut Axlyn dan Leona masih diam menatap tajam ke arahnya.


“Aaah, … Bukankah dengan kata lain kau ‘lah penyebab utama kematian pria itu? Mungkin sekarang dia bahkan tidak sudi untuk melihat ke arahmu,” sambung Axlyn yang semakin memprovokasi Leona.


Kali ini Leona tidak tinggal diam saja, dia kembali menghampiri Axlyn dan memukul wajahnya beberapa kali. Namun, bukannya merintih kesakitan Axlyn malah tertawa terbahak-bahkan dan semakin menyudutkan Leona agar menyalahkan diri sendiri serta mengadu domba dengan Kaendra dan Luke.


“Hahaaa, … Apakah dengan memukulku seperti ini bisa mengubah fakta bahwa kau adalah penyebab kekasihmu mati?” sindir Axlyn secara langsung.


“Diamlah atau aku akan membunuhmu sekarang juga!” ancam Leona, tapi Axlyn sudah tidak memperdulikan tentang nyawanya lagi.


“Bunuhlah kalau kau mau? Aku tidak masalah sama sekali,” sahut Axlyn dengan sikap acuhnya.


“Beraninya kau menantangku,” geram Leona yang menyadari ancamannya sudah tidak mempan lagi untuk menundukkan Axlyn.


Hingga salah satu anak buahnya datang dari luar dan membisikkan sesuatu padanya yang membuat Leona langsung tersenyum merekah penuh arti. Ternyata Leona memiliki hal lain yang bisa dia gunakan untuk mengancam dan menundukkan Axlyn yaitu dengan kedatangan Lucia yang sedang mengalami amnesia.


“Aku tidak akan membunuhmu sebelum aku membunuh Lucia dan anak yang ada di dalam perutnya. Seperti katamu, kedua Kakakku yang telah menyuruhmu untuk membunuh kekasihku. Maka sekarang tibalah waktu pembalasan, aku akan membunuh wanita yang paling di cintai oleh Kakakku yaitu Lucia dan bayinya,” ujar Leona dengan seringai jahatnya.


“Apa maksudmu? Kenapa kau melukai orang yang tidak bersalah?” teriak Axlyn yang sekita menjadi panik ketika nama Lucia bahkan anak yang masih belum lahir di bawa-bawa dalam kegilaan wanita itu.


“Kenapa? Kekasihku juga tidak bersalah, tapi kenapa kau membunuhnya?” ujar Leona yang membalikkan perkataan Axlyn.


“Aaah, … Benar! Kesalahan kekasihku adalah karena aku mencintainya, sama halnya dengan Lucia kerena Kakakku juga sangat mencintainya. Makanya dia harus mati karena kesalahan itu, seperti kekasihku,” sambung Leona.


“Kau wanita gila!” umpat Axlyn pada Leona.


“Ouhya, … Apa kau mau membunuhnya? Tenang saja, aku akan membayarmu seratus kali lipat dari bayaran yang kau terima dari Kakakku dulu. Bagaimana? Bukankah itu tawaran yang sangat menarik?” ujar Leona lagi yang tersenyum puas melihat Axlyn tak mampu melawannya lagi.


“Duduklah dengan tenang di sini, sementara aku harus menemui targetku terlebih dahulu! Aku harus menyambutnya kedatangannya dengan penuh cinta, sebelum dia di jadikan sebagai pengorbanan dari dendamku padamu dan semua orang yang terlibat dalam pembunuhan kekasihku,” lanjut Leona yang berjalan pergi meninggal Axlyn begitu saja.


“Apa yang terjadi? Kenapa Nona Lucia malah berada dio tempat ini? Jangan-jangan dia juga tertangkap oleh Luke dan anak buahnya?” gumam Axlyn yang terlihat panik dan juga khawatir dengan keadaan Lucia.


“Aku harap Tuan Levi, Luca dan yang lainnya segera datang untuk menyelamatkannya dari ketika iblis itu,” lanjut Axlyn tanpa memikirkan dirinya sendiri yang juga sudah terluka cukup parah.


...****************...


Sementara itu, Luke pun mengurus proses kepulangan Lucia dari rumah sakit. Setibanya di kediaman Raegan, Luke langsung membawa ke kediaman utama miliknya. Dimana berbagai foto Lucia yang dia ambil secara diam-diam terpajang rapi di sana agar terkesan bahwa memang dialah suami dari Lucia.


“Bagaimana? Apa kau mengingat rumah kita?” tanya Luke sembari menunjukan seisi rumahnya pada Lucia.


“Aku tidak mengingatnya sama sekali,” jawab Lucia yang memang tidak memiliki ingatan apapun pada setiap sudut rumah itu, meskipun banyak sekali fotonya yang terpajang di sana.


“Tidak apa-apa! Kita bisa membuat kenangan baru di rumah kita ini,” ujar Luke yang tidak terlalu memikirkannya, karena sudah sewajarnya Lucia tidak mengingat tempat yang baru pertama kali dia datangi.


“Luke, aku dengar kau berhasil membawa pulang tanpa perlawanan. Apa yang terjadi!” seru Kaendra begitu datang tanpa menyadari bahwa Lucia juga berada di samping adiknya.


“Siapa dia?” tanya Lucia sembari memperhatikan Kaendra dengan seksama.


“Ouh, … Dia Kakak kandungku, namanya Kaendra!” jawab Luke.


“Sebaiknya kalian saling berkenalan lagi, karena Lucia saat ini sedang mengalami amnesia untuk sementara,” sambung Luke yang secara tidak langsung memberitahu Kaendra mengenai kondisi Lucia saat ini.


“Jadi dia, _....”


“Benar, karena benturan di kepalanya dia tidak bisa mengingat apapun tentang masa lalunya. Jadi, kita sebagai anggota keluarganya perlu membantu dan merawatnya sampai ingatannya kembali pulih secara perlahan,” potong Luke untuk mencegah Kaendra mengatakan hal yang tidak perlu.


“Wahh, … Selamat datang Kakak Iparku! Apakah kau dan bayimu baik-baik saja.”


Dengan acting terbaiknya Leona menyambut Lucia dan bahkan memeluknya layaknya saudara sendiri. Hal itu Leona lakukan akan mempermudah dirinya menyakiti Lucia tanpa di sadari oleh Luke.


Namun, Kaendra menyadari ada sesuatu yang aneh dengan perubahan sikap Leona yang biasanya sangat terhadap urusan Kakaknya. Berbeda dengan Luke yang merasa bangga dengan sikap Leona yang mau membantunya membohongi Lucia.


“K-kau siapa?” tanya Lucia yang merasa tidak nyaman dengan pelukan tersebut.


“Ouh, … Aku Leona, adik perempuan satu-satu Kak Kaendra dan Kak Luke,” jawab Leona memperkenal diri dengan ramahnya.


“Maaf, tapi aku tidak mengingat apapun,” ucap Lucia.


“Tidak apa-apa, nanti juga ingatanmu akan kembali lagi dengan sendirinya,” ujar Leona yang sudah mengetahui tentang kondisi Lucia dari Matt dan Max.


“Kalau begitu aku akan membawa istri ke kamarnya dulu untuk beristirahat agar kondisinya dan bayinya juga semakin membaik,” ujar Luke yang mengajak Lucia pergi menuju kamarnya.


“Hay, Leona! Apa yang sedang kau rencanakan dengan mendekatinya seperti itu?” desak Kaendra menuntut penjelasan begitu Luke dan Lucia sudah pergi.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...