Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Kemunculan Luke



Setelah itu, Direktur Wilbert mulai berjalan pergi meninggalkan area kantin rumah sakit. Namun, di tengah jalan dia malah berpapasan dengan Maya dan Bella. Sontak saja, Maya dan Bella langsung menyapa direktur mereka dengan sopan dan penuh keramahan.


“Selamat siang, Pak!” sapa Bella dan Maya seraya menunduk memberi hormat.


“Ouhya, … Selamat siang juga,” balas Direktur Wilbert, tapi dia hanya berhenti sejenak kemudian lanjut berjalan pergi.


Selepas menyapa direktur mereka, Maya dan Bella langsung berlari menghampiri Lucia. Peluk , cium dan mengeluarkan kegilaan mereka setiap kali bertemu. Levi pun sampai terheran-heran sendiri dengan yel-yel yang dinyanyikan Lucia dan dua temannya itu.


Be May Lu, SIS!


Bella Sexy! Maya Imut! Lucia Smart!


SIS, it’s power Lady!


Seperti itulah yel-yel keseruan Lucia bertemu dengan dua sahabatnya itu. Bukan hanya sekadar menyanyikan lagu kesatuan mereka saja, Lucia dan sahabatnya bahkan melakukan gerakan wajib mereka yang membuat Levi tak kuasa menahan tawanya lagi.


“Bwahahaa, …” Suara tawa Levi langsung mengalihkan perhatian ketiga wanita itu.


“Luci, kenapa dengan suamimu? Kau kasih makan apa suamimu itu sampai menjadi gila seperti itu?” celetuk Bella.


“Sialan kau, Bell!” umpat Lucia sembari mencubit lengan Bella agar menjaga ucapannya.


“Bell, sepertinya dia tertawa bukan karena makanan yang di berikan Lucia, tapi gara-gara kelakuan kita barusan,” bisik Maya yang menyadari semua orang di dalam kantin juga tertawa diam-diam.


“Apa kalian bertiga selalu melakukan itu setiap bertemu?” Sembari menahan tawanya, Levi pun memberanikan diri untuk bertanya.


“Kenapa apa kau malu istrimu berkelakuan aneh karena berteman dengan kita berdua, Hah?” ujar Bella yang sepertinya masih tidak terima karena tadi di tertawakan.


“Tidak, aku malah senang melihatnya! Sering-sering saja kalian bertemu seperti ini,” ujar Levi yang ternyata malah menyukai Lucia yang menunjukan sisi lainnya.


“Kau tenang saja, istrimu ini pasti akan semakin bertingkah gila karena kami pastinya akan sering bertemu di sini.” Maya secara tidak langsung memberitahu Levi bahwa mereka juga akan menjadi rekan kerja.


“Serius? Jadi, kalian berdua juga sudah bekerja di sini?” seru Lucia yang tampak bahagia dan tak percaya bahwa akhirnya mereka bisa menjadi sahabat sekaligus rekan kerja.


“Kau tidak lihat jas dokterku ini? Jelas tertulis dr. Christina Arbella,” ujar Bella seraya memamerkan jas dokternya yang sedang dia kenakan.


“Punyaku juga Maya Jovanna M.Psi!” Maya pun tak mau kalah, dia juga memamerkan jas dokter kebanggaannya.


“Wiihhh, … Keren! Sebentar lagi aku juga punya,” ujar Lucia yang tak mau kalah saing dengan kedua temannya.


Bella di terima bekerja di rumah sakit itu sebagai dokter umum, sesuai dengan study yang dia ambil dan jalani selama bertahun-tahun. Dokter umum adalah profesi ahli medis yang berfokus pada pengobatan penyakit akut dan kronis, sesuai dengan klasifikasinya dalam praktik kedokteran umum. Ahli medis ini dapat memberikan perawatan yang lebih holistik pada orang-orang yang diperiksa, serta mendukung peran dokter spesialis.


Sedangkan Maya juga di terima sesuai dengan bidang study-nya yaitu menjadi dokter psikolog sekaligus dokter psikiater. Psikolog adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi gejala yang berasal dari faktor sosial, budaya, dan lingkungan. Ia melakukan pemeriksaan berdasarkan pola pikir yang mempengaruhi kerja otak dan kesehatan emosional. 


Psikiater bisa dikenal juga sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa, yaitu bertanggung jawab dengan gangguan mental dengan memberikan diagnosis dan pengobatan. 


Meskipun ketiganya memiliki keahlian dan kelas yang berbeda, Lucia, Maya dan Bella selalu menjaga pertemanan mereka yang sudah sejak sekolah menengah pertama.


Tidak ada persahabatan yang setulus dan sehebat ketiga wanita itu yang kini tumbuh menjadi wanita sukses dalam karir masing-masing. Saling mendukung, menyemangati dan selalu menyisihkan waktu bersama adalah salah satu hubungan yang bisa bertahan hingga selamanya.


“Jadi, kalian dokter baru itu?” tanya Levi memastikan, sebab dia sempat melihat berkas yang sudah di setujui oleh Kakeknya.


“Iya, kenapa?” tanya Bella balik dengan nada ketusnya.


“Ouhya, … Apakah barusan yang menemani kalian berkeliling rumah sakit ini adalah Direktur Wilbert sendiri?” tanya Maya yang mengalihkan topik pembicaraan.


“Seperti yang kalian lihat tadi,” jawab Lucia membenarkan.


“Tentu saja! Karena rumah sakit ini ternyata salah satu asset kekayaan milik suamiku ini,” jelas Lucia yang tidak segan lagi memamerkan suaminya.


“Woah, … Kalian berdua sungguh pasangan yang tidak bisa di bandingkan dengan pasangan manapun!” seru Maya yang kehabisan kata-kata untuk Lucia maupun Levi.


“Benar, kita tahu sendiri bagaimana kaya dan berkuasa nya keluarga Xavier di negara A. Dan sekarang Lucia juga menikahi pria yang sama kaya dan berkuasanya di negara K, sungguh Lucia memiliki nasib yang sangat beruntung.


...****************...


Namun, mereka tidak akan pernah mengira bahwa nasib baik tidak akan selamanya melekat pada seseorang. Terlihat dari kejauhan ada seorang pria yang yang mengenakan setelan jas dengan rapi yang terus saja mengawasi tempat Lucia dan yang lainnya sedang bercanda dia di kantin.


“Tuan Alvano, apa yang sedang anda lihat samapi melamun di sini?” tanya salah seorang staff yang di minta untuk menjemput pria bernama Alvano itu.


“Melihat sesuatu yang seharusnya milikku malah di rebut oleh bajingan lain,” jawab pria yang di panggil Alvano itu tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.


“Aaah, … Sepertinya itu masalah pribadi anda, maka saya tidak akan ikut campur tentang itu. Namun, kedatangan saya untuk mengantar anda ke ruangan Direktur Wilbert,” ujar anggota staff itu.


“Apakah urusannya sudah selesai?” tanya Alvano memastikan.


“Iya, silahkan anda ikuti saya!” jawab staff tersebut.


Staff tersebut langsung mengantar Alvano menuju ke ruangan atasannya, dimana Direktur Wilbert sudah menunggunya di dalam ruangan itu. Begitu Alvano memasuki ruangan, Direktur Wilbert pun langsung menyambutnya dengan penuh keramahan.


“Selamat datang dan selamat bergabung di rumah sakit kami, Tuan Alvano! Kami harap kerjasama kita akan terus berlangsung,” sapa Direktur Wilbert sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


“Aku yang beruntung karena anda mau menerima saya bekerja di sini,” ujar Alvano dengan wajah dinginnya.


“Anda tidak perlu merendah seperti itu, tapi bolehkah saya memeriksa berkasnya kembali?” pinta Direktur Wilbert.


“Silahkan,” sahut Alvano yang tidak keberatan.


Alvano pun langsung menyerahkan berkas yang dia bawa, kemudian Direktur Wilbert pun memeriksa keaslian dokumen sebagai syarat kerja dari Alvano dengan sangat teliti. Karena tidak menemukan data yang mencurigakan, akhirnya Direktur Wilbert resmi menerimanya bekerja.


“Baik, berkasnya tidak ada masalah! Sekali lagi selamat bergabung di rumah sakit kami Wakil Direktur Bagian Pelayan, Tuan Alvano Luke Raegan!”


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...