Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Pasukan Heboh



“Biar aku saja yang menghubungi Kak Levi,” ujar Lucia menawarkan diri.


Kini Rayden dan yang lainnya sudah menunggu di ruang kerjanya. Tak perlu menunggu waktu lama, Levi dan Lucia masuk ke dalam ruangan itu sambil bergandengan tangan. Sehingga membuat Will, Felix dan Jaydon tiada henti untuk memperhatikan keduanya dengan mulut ternganga.


“Will! Felix! Jaydon!” seru Levi yang terkejut karena tidak mengetahui kehadiran tiga serangkai itu.


“Kapan kalian datang ke sini?” lanjut Levi yang sama tercengangnya dnegan Will dan yang lainnya.


“Hay, … Seharusnya aku yang bertanya padamu! Bagaimana bisa kau mendapatkan ijin dari seluruh anggota Xavier terutama dari Tuan Muda untuk menikahi Nona kecil, Hah?” teriak Will seraya menunjuk ke arah Levi dengan menggebu-gebu.


“Benar! Jangan-jangan kau melakukan guna-guna pada Nona kecil kami?” Felix dengan cepat menimpali.


“Lupakan pertanyaan gila Felix, tapi bagaimana bisa kalian sampai akan menikah? Apakah telah terjadi sesuatu selama keluarga Xavier berada di negara ini?” Pertanyaan dan perkataan Jaydon yang lebih masuk akal dan sesuai dnegan situasi yang sedang terjadi di sana.


“Aaah, … Mengenai itu, panjang sekali cerita,” sahut Levi yang tak tahu harus menjelaskannya atau tidak.


“Bisakah kalian berempat nanti saja melakukan acara reuninya? Ada hal yang sangat penting yang harus Luca beritahukan pada kalian,” sela Luca yang tidak ingin mendengar perdebatan para pamannya dengan Levi.


“Tapi ini juga sangat penting bagi kami, Tuan muda!” ujar Will.


“Benar sekali! Kami hampir saja mengalami serangan jantung serentak ketika mendengar tentang pernikahan antara bocah psikopat ini dengan Nona kecil kami.” Felix kembali menimpali.


“Bukan kami, tapi mereka berdua saja yang langsung heboh saat mendengar tentang berita pernikahan itu dari Regis! Aku tidak termasuk, Okay!” ujar Jaydon yang tidak mau terlibat seperti orang gila dengan Will dan Felix.


“Kalian bertiga berhentilah bicara!” seru Rayden yang seketika membungkam mulut Will dan yang lainnya.


“Kalian berdua juga duduklah!” Kini Rayden memberikan perintah pada Levi dan Lucia.


“Terima kasih, Tuan muda!” ucap Levi yang seperti biasa pasti duduk bersebelahan dengan Lucia.


Ketika semua orang sudah duduk tenang, Luca malah beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke meja kerja Rayden dan kemudian menyalakan sebuah mesin printer. Lalu Luca membuka ponsel miliknya dan tak lama kemudian hasil cetakan dari mesin itu pun mulai keluar satu persatu.


“Apa yang sedang kau lakukan Luca?” tanya Rayden yang masih memperhatikan Luca dari tempat duduknya.


“Sebentar, Pah!” sahut Luca sembari merapikan hasil cetakannya itu.


Kemudian, Luca pun kembali ke tempat duduknya dan meletakan hasil cetakan yang sepertinya berupa informasi tepat di hadapan semua orang. Terlihat semua orang tampak bingung, hingga Rayden meraih setumpuk kertas itu dan mulai membacanya.


“Apa-apaan ini?” seru Rayden sembari melempar setumpuk kertas itu ke atas meja, hingga membuat yang lainnya terkejut.


“Apa yang terjadi?” tanya Will sembari mengambil tumpukan dokumen itu dan ikut membacanya bersama dengan Felix dan Jaydon yang duduk di sebelahnya. Sama seperti reaksi Rayden, mereka pun ikut terkejut dengan isi informasi tersebut.


“Seperti yang Papah lihat! Semakin kami menyelidikinya lebih dalam, maka akan semakin buruk situasinya,” ujar Luca yang membuat Levi dan Lucia semakin penasaran dengan informasi yang baru saja Luca dapatkan.


“Berikan padaku,” pinta Levi pada Will.


“Lihatlah, kau pasti sangat terkejut!” ujar Will sembari menyerahkan setumpuk informasi itu pada Levi.


“Ini, _...”


Perkataan Lucia tertahan, karena dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Ternyata informasi itu adalah informasi yang sudah di jelaskan oleh Axlyn sebelumnya kepada Luca. Luca yang tidak tahu harus mengikuti saran dari Axlyn atau tidak untuk tidak menyebarkan mengenai pernikahan Lucia dengan Levi, akhirnya memutuskan untuk membicarakan dengan seluruh anggota inti klan nya.


“Apa kau mendapatkan semua informasi ini dari Axlyn?” tanya Levi pada Luca.


“Benar! Dan hasilnya sebagian sama dengan yang di temukan oleh Ryuga dan yang lainnya,” jawab Luca membenarkan.


“Siapa Axlyn?” tanya Rayden yang penasaran dengan orang yang Levi dan Luca bicarakan.


“Axlyn adalah tangan tanganku yang mengurus masalah klan selama saya sedang sibuk dengan urusan perusahaan, Tuan muda!” jelas Levi.


“Ternyata di balik klan WhiteWolf masih ada dua klan lagi yang mendukung di belakangnya. Dan Axlyn menyarankan agar pernikahan Levi dan Lucia untuk di lakukan secara diam-diam.


“Tidak! Justru berita tentang pernikahanku dengan Kak Levi akan menjadi umpan yang baik agar mereka bisa menunjukan taringnya,” tolak Lucia dengan tegas.


“Tapi Luci ini sangat berbahaya baik untukmu maupun Levi. Bagaimana jika mereka melakukan segala cara untuk membatalkan pernikahan kalian? Bagaimana kau di culik tepat sebelum pernikahanmu?” cecar Luca yang sangat mengkhawatirkan adiknya.


“Yang Luca katakan ada benarnya, Lucia!” ujar Levi yang sependapat dengan Luca.


“Tapi saya setuju dengan pendapat Nona kecil!” sahut Will yang ikut menyuarakan pendapatnya.


“Saya juga sependapat dengan Nona kecil,” ujar Jaydon yang ikut mendukung Lucia.


“Saya juga!” Felix seperti biasa ikut menimpali.


“Kenapa kalian bertiga setuju dengan pendapatnya?” tanya Rayden.


“Tuan muda, jika kita mengadakan pernikahan ini secara diam-diam malah akan menunjukan bahwa klan kita takut pada mereka. Mereka akan meremehkan kita dan malah akan berbuat sesuka hati untuk mendapatkan Nona kecil,” jelas Will.


“Seperti yang di katakan oleh Paman Will! Justru kita malah harus membuat pernikahan ini menjadi sorotan di mata semua orang. Dengan begitu mereka juga tidak akan bisa berbuat apapun selama pernikahan berlangsung,” ujar Lucia yang ikut menjelaskan.


“Baiklah, kita lakukan seperti yang Lucia katakan!” ujar Rayden yang sejak awal sependapat dengan putrinya.


“Will, sebarkan undangan pernikahan mereka! Mulai dari surat kabar, Televisi dan lain sebagai nya!” perintah Rayden pada Will.


“Baik, Tuan muda!” sahut Will menerima perintah itu dengan senang hati.


“Sedangkan Jaydon dan Felix, kalian berdua bertugas untuk menempatkan pengawal untuk melindungi semua orang. Jika masih membutuhkan orang, maka pakai saja orangnya Levi!” Kemudian, Rayden juga membagi perintah pada Felix dan Jaydon.


“Siap laksanakan, Tuan muda!” sahut Felix dan Jaydon bersamaan.


“Untukmu Luca! Papah serahkan keamanan semua orang padamu. Cari tahu lebih banyak lagi tentang mereka, karena meskipun kita berhenti mereka akan tetap mengejar putriku. Lebih baik memulai perang dari pada harus bertahan dalam penyerangan. Kau mengerti ‘kan maksud Papah?” ujar Rayden pada Putranya.


“Baik, Pah! Kini Luca tahu apa maksud perkataan Papah. Luca akan menyelesaikan sisanya sebaik mungkin,” ucap Luca yang kini tahu apa yang harus dia lakukan.


“Bagus, libatkan ketiga adikmu untuk membantu! Mereka cukup berguna untuk melakukan penyelidikan seperti ini,” ujar Rayden lagi.


“Baik, Pah!” sahut Luca lagi.


“Dan untuk kalian berdua, Levi dan Lucia!” seru Rayden yang kini beralih pada Levi dan Lucia.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...