Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Membalikkan Rencana Luke



“Sial, jadi kau bisa menggunakan bahasa kami? Kenapa dari tadi kau menggunakan bahasa Prancis saat bicara denganku! Kau sedang mempermainkan aku ‘yah!” bentak Axlyn yang merasa di permainkan, sebab sejak tadi dia benar-benar merasa menjadi manusia paling bodoh.


“Dasar, kau saja yang terlalu bodoh! Jangan menyalahkan kemampuan orang lain,” ejek Luca lagi.


“Kau juga sialan!” umpat Axlyn pada Luca dengan penuh kemarahan.


“Sepertinya mereka ingin menargetkan Levi dan Lucia di tempat itu. Kemungkinan Levi yang akan di bunuh dan Lucia kan mereka bawa secara paksa,” ujar Will yang tidak memperdulikan perdebatan Luca dan Axlyn, dia lebih memilih focus untuk menyelesaikan misi.


“Paman Will, pergilah dulu bersama yang lainnya untuk memastikan tempat itu. Jika memungkinkan kita kepung tempat itu secara diam-diam, sedangkan aku dan Axlyn akan tetap berpura-pura mengikuti rencana yang sedang orang itu mainkan,” usul Luca yang merupakan sebuah ide yang sangat cemerlang.


“Berapa jauh lagi untuk sampai di tempat itu,” tanya Will yang ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu sebelum menyetujui usulan dari Luca.


“Ti-tidak begitu jauh, sepertinya 10 atau 15 menit lagi bisa sampai ke tempat itu,” jawab Jason masih tergagap karena ketakutan.


“Kau sedang tidak membohongi dan menjebak kami, bukan?” ujar Rayga yang semakin menekan Jason untuk mengatakan sejujurnya.


“Ti-tidak sama sekali, Tuan! Sa-saya hanya di bayar untuk mengantar kedua orang ini ke tempat yang sudah di tentukan. Setelah itu, aku tidak ingin terlibat apapun lagi dengan mereka,” jelas Jason yang semakin ketakutan.


“Baiklah, kami akan memeriksanya terlebih dahulu! Tapi sebelum itu, sepertinya yang satu ini harus kita musnahkan sekarang juga,” ujar Will yang langsung menebas leher sang supir dengan pisau yang dia bawa di balik jaketnya.


Seketika itu juga supir itu langsung mati di tempat. Jason pun semakin shock dan sangat ketakutan, apalagi pembunuhan itu tepat di hadapannya. Ternyata alasan Will membunuh supir tersebut, karena dia berusaha untuk mengirim peringatan kepada Tuannya secara diam-diam. Dan bukan hanya Will saja yang mengetahuinya, tetapi Axlyn dan Luca juga mengetahuinya.


“Itulah akibatnya karena tidak mendengarkan perkataan kami dengan baik. Dasar anak nakal!” ujar Axlyn.


“Kalian urus mayat ini,” perintah Will pada dua anak buahnya.


“Baik, Tuan Will!” sahut keduanya yang langsung memindahkan mayat itu.


“Tunggu isyarat dari kami,” lanjut Will yang kali ini di tunjukan kepada Luca dan Axlyn.


“Siap, Paman Will! Berhati-hatilah,” sahut Luca.


“Kau juga, Rayga! Jangan membuat masalah pada Paman Will,” pesan Luca pada adiknya.


“Iya,…” sahut Rayga yang tidak ingin terlihat seperti anak kecil di depan wanita cantik seperti Axlyn.


Will dan pasukannya pun kembali melanjutkan perjalan. Sesuai yang di jelaskan oleh Jason, memang ada sebuah rumah yang cukup mewah begitu mereka melewati hutan. Bahkan penjagaannya di jaga dengan sangat ketat, Will pun langsung memerintahkan pasukannya untuk mengepung tempat itu.


Lalu, tidak lupa dia mengirimkan sebuah pesan kepada Luca untuk kembali melanjutkan rencana selanjutnya. Setelah mendapatkan pesan dari Will, Luca dan Axlyn kembali melanjutkan perjalanan. Tentunya, posisi sang supir kini telah di gantikan oleh anak buah Will sedangkan Jason masih duduk di tempatnya.


...****************...


Disisi lain, Luke sudah tidak sabar untuk membunuh Levi dengan tangannya sendiri dan memiliki Lucia seutuhnya. Hingga kabar mengenai mobil yang membawa Levi dan Lucia hampir tiba, Luke langsung keluar untuk menyambutnya secara langsung.


“Tuan Luke, mobil yang membawa mereka sudah memasuki gerbang,” ujar salah satu pelayan yang ada di sana.


“Benarkah? Kalau begitu aku harus keluar sekarang untuk menyambut calon pengantinku itu.” Luke pun langsung mempersiapkan diri dengan sedikit merapikan penampilannya.


“Tuan, sebaiknya anda menggunakan topeng ini untuk berjaga-jaga. Anda bisa kembali melepasnya nanti kalau sudah berada di tempat yang hanya anda dan Nona Lucia saja,” ujar seseorang yang sepertinya orang kepercayaan Luke.


“Haruskah seperti itu, Matt?” tanya Luke yang sebenarnya merasa enggan untuk memakainya.


“Baiklah! Ayo, kita sambut calon pengantinku sekarang,” ujar Luke yang tidak sabar untuk menemui Lucia.


Mobil itu pun tiba bersamaan dengan munculnya Luke dan mobilnya berhenti tepat di depan Luke. Namun, cukup lama Luke menunggu orang yang berada di dalam mobil itu tak kunjung ke luar. Ternyata Luca dan Axlyn sengaja melakukannya untuk memancing amarah Luke.


“Kalian, cepat keluarkan orang yang berada di dalam mobil itu!” perintah Luke yang sudah habis kesabarannya untuk menunggu.


“Baik, Tuan Luke!” sahut anak buahnya.


Namun, belum sempat orang itu meraih mobilnya. Luca dan Axlyn perlahan mulai keluar dari mobil dengan gaya santainya. Luke sangat terkejut begitu menyadari bahwa wanita itu bukanlah Lucia dan pria yang di sampingnya bukanlah Levi melainkan orang.


“Siapa yang kalian bawa, Hah! Dimana Lucia-ku!” bentak Luke kepada anak buahnya.


“Bajingan sialan! Siapa yang mengijinkanmu menyebut nama adik-ku, Hah!” seru Luca yang langsung membuka penyamarannya.


“Ouh, … Jadi, kau saudara kembarnya yang selama ini mengacaukan semua rencanaku,” ujar Luke yang langsung mengenali Luca.


“Apakah memang ini kebiasaan seorang pengecut. Banyak omong dan selalu menyembunyikan wajahnya, atau karena memang wajahmu sangat menakutkan. Hahahaa, …” Bagian menghina, mengejek dan memancing amarah seseorang adalah salah satu keahlian Luca yang tersembunyi.


“Sialan kau! Mengingat kau adalah Kakak kandung dari wanita yang aku cintai, aku tadinya tidak ingin menyakitimu. Namun, sepertinya kau malah ingin mengantarkan nyawamu sendiri kepadaku, maka aku tidak akan menolaknya!” ujar Luke dengan penuh kesombongan.


“Pertanyaan siapa yang akan membunuh siapa, bukankah ini belum jelas? Bagaimana kalau kita buktikan sekarang juga!” tantang Luca yang semakin memprovokasi Luke.


“Sial, bunuh kedua orang ini!” perintah Luke pada anak buahnya, karena mengira hanya ada Luca dan Axlyn saja yang ada di sana.


“Tidak semudah itu membunuhku! Sebelum aku membunuhnya, bagaimana kalau tunjukan wajah jelekmu itu padaku?” ujar Luca yang masih saja memprovokasi.


“Kurang ajar!” umpat Luke yang langsung menyerang Luca.


Disaat yang bersamaan Will dan pasukannya pun mulai berdatangan dan langsung menghabisi siapapun yang berani menghalangi jalannya. Pertarungan pun berlangsung sengit, terlebih lagi orang-orang yang selama ini melindungi Luke memiliki kemampuan yang cukup tinggi. Pertarungan mati-matian antara Luke dan Luca pun terus berlangsung.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...