Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Kabar Duka



“Dan satu hal lagi! Aku dan anakku lebih baik mati di sini daripada harus ikut bajingan psiko sepertimu!”


Setelah mengatakan itu, Lucia kembali melangkah mundur dan ketika kakinya menyentuh pembatas jalan dia langsung menjatuhkan tubuhnya begitu saja ke dalam jurung dimana tepat di bawahnya adalah lautan.


“LUCIA!!” Teriakan Luke begitu keras memanggil nama Lucia.


Prangg, ….


Tanpa ada angin dan tanpa di sentuh siapapun salah satu foto Lucia terpasang di dinding jatuh dan pecah begitu saja. Suara pecahan kaca pada frame foto Lucia, sontak mengejutkan Rayden, Zhia, Noland dan Julia yang saat itu memang sedang menikmati waktu santai di ruang keluarga.


“Lucia!” lirih Zhia firasat buruknya pun semakin memenuhi hati dan pikirannya, bahkan tanpa terasa air matanya sudah jatuh begitu saja membasahi pipinya.


Rayden hanya diam membisu, namun air matanya mengalir deras seperti Zhia. Dadanya tiba-tiba merasa sangat sesak, hingga membuatnya semakin menangis terisak seakan dia sudah kehilangan sesuatu yang sangat berarti di dalam hidupnya.


“Apa yang terjadi? Tidak aka nada hal buruk yang terjadi padanya ‘kan? Levi pasti akan selalu melindunginya” cecar Julia yang juga mulai merasakan firasat buruk kepada cucu perempuannya.


“Sebaiknya kita menghubungi Levi dan Lucia untuk memastikannya,” ujar Noland yang langsung meraih ponselnya.


Noland pun segera menghubungi Levi, tapi tidak ada jawaban satu pun. Kemudian dia beralih menghubungi Lucia, namun nomornya malah tidak aktif sama sekali. Hingga akhirnya Noland pun mencoba menghubungi Kakek Roman, tapi Rayden segera menghentikannya.


“Sebaiknya kita menanyakan langsung pada Luca, dia pasti tahu sesuatu yang sedang terjadi di sana,” ujar Rayden yang langsung berangkat menuju perusahaannya.


“Benar, Papah ikut denganmu!” sahut Noland yang mengikuti Rayden berlari keluar menuju mobil mereka.


“Ray!” seru Zhia yang sebenarnya ingin ikut bersamanya, tapi Rayden sudah tak terlihat lagi.


“Zhi, kita tunggu saja di sini! Semoga memang tidak akan terjadi hal buruk pada Lucia dan yang lainnya,” bujuk Julia yang memeluk erat menantu kesayangannya itu.


Rayden melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi agar bisa segera sampai do perusahaannya. Benar saja, hanya dengan waktu lima belas menit Rayden dan Noland pun akhirnya tiba di perusahaan BLOUSHZE Group.


Tanpa memperdulikan sambutan dari para karyawannya, Rayden dan Noland langsung menuju keruangan Luca. Namun, dia tidak menemukan keberadaan putra sulungnya di sana. Lalu Rayden dan Noland pun segera memeriksa ruangan Will dan hasilnya sama mereka tidak menemukan Will di ruangannya.


“Kemana Luca dan Will sekarang?” Tidak menyerah begitu saja, Rayden pun menanyakan keberadaan kedua orang yang di carinya kepada sekertaris Will.


“Tuan Will dan Tuan muda tiba-tiba meminta saya untuk menyiapkan penerbangan menuju ke negara K beberapa jam yang lalu,” jawab sekertaris tersebut.


Mendengar jawaban dari sekertaris itu membuat dada Rayden semakin sesak, tenaganya seketika menghilang dari dalam tubuhnya. Firasat buruknya terhadap Lucia semakin menguat dan kini telah memenuhi hati dan pikirannya.


“Apa mereka mengatakan alasannya pergi secara tiba-tiba?” tanya Noland yang mencoba mencari tahu lebih banyak lagi pada sekertaris tersebut.


“Tidak, Tuan besar! Namun, Tuan Will dan Tuan muda spertinya terlihat sangat cemas dan terburu-buru saat pergi,” jelas sekertaris itu.


“Cano, sebaiknya kita tunggu saja kabar dari Luca dan yang lainnya!” ujar Noland yang berusaha membujuk Rayden agar tetap tenang.


“Tidak, Pah! Cano harus memastikan apakah Felix dan yang lainnya ikut terlibat atau tidak? Jika Felix dan anak buah kita juga terlibat, maka memang sedang terjadi hal buruk pada putriku. Dan aku harus secepatnya pergi ke negara K,” ujar Rayden yang kembali pergi menuju ke markas besar klannya.


Sesuai dengan perkiraan Rayden, Felix dan para anak buahnya juga langsung menuju ke negara K begitu mendapat perintah dari Luca. Rayden dan Noland akhirnya semakin yakin bahwa telah terjadi sesuatu yang buruk di sana dan mereka masih berusaha menyembunyikan dari Rayden dan yang lainnya.


“Kita pergi ke negara K sekarang juga, Pah!” ujar Rayden setelah mengetahui apa yang telah Luca sembunyikan darinya.


...****************...


Kembali pada Luke yang terlihat ingin meraih tangan Lucia dan menghentikan aksi Lucia, tapi semuanya terlambat Lucia sudah jatuh dan masuk ke dalam air laut. Saat itu juga tanpa di duga Luke juga ingin menyusul Lucia melompat ke dalam air laut, tetapi anak buahnya langsung mencegahnya.


“Tuan, apa yang akan anda lakukan!” seru salah satu anak buah Luke yang menarik Luke untuk menjauhi pagar pembatas jalan.


“Tentu saja menyelamatkannya! Apa kau tidak lihat Lucia baru saja menjatuhkan tubuhnya ke dalam air yang dingin itu,” ujar Luke yang memarahi anak buahnya.


“Itu sangat berbahaya, Tuan! Biarkan kami yang mencarinya melalui pesisir pantai terdekat! Lebih baik anda kembali saja ke, _....”


“Tidak! Aku juga akan mencarinya sendiri,” potong Luke yang ingin mencari Lucia sendiri.


“Entah aku menemukannya dalam keadaan hidup ataupun hanya jasadnya saja, aku tidak peduli! Yang terpenting aku harus menemukannya,” lanjut Luke yang berjalan masuk ke dalam mobilnya.


Luke langsung menyalakan mesin mobil dan dengan sengaja dia tancap gas menabrak mobil yang tadi di kendarai Lucia hingga jatuh kedalam jurang dan tenggelam di lautan. Kemudian, Luke langsung melajukan mobilnya menuju ke pesisir pantai. Lalu dia membagi anak buahnya menjadi beberapa kelompok agar tidak menarik perhatian orang lain saat melakukan pencarian Lucia.


Tak lama kemudian setelah kepergian Luke dan anak buahnya, Levi pun akhirnya tiba di lokasi yang di tunjukan oleh surel buatan Luca. Seketika tubuh Levi terasa sangat lemas saat lokasi Lucia tertuju pada pembatas jalan yang telah rusak akibat kecelakaan.


Dengan langkah tertatih dan deraian air mata di pipinya, Levi berjalan mendekati pagar pembatas jalan tersebut. Tangis Levi semakin pecah ketika dia menemukan kalung yang selalu Lucia kenakan, kalung pemberian Luca sebagai hadiah atas pernikahan mereka berada tepat di bawah kakinya.


“Aaakhh, … Tidak, … Lucia, kumohon, … Hiks, … Hiks, … Kumohon, katakan padaku bahwa kau baik-baik saja ‘kan? Hiks, … Hiks, …”


Sembari memeluk erat kalung Lucia, tangis Levi semakin terisak. Dadanya terasa sangat sesak, hatinya terasa sangat sakit membayangkan apa yang tak pernah terlintas di hati dan pikirannya meskipun hanya sesaat.


“Lucia, … Hiks, … Luci, … Hiks, ….”


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...