Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Rahasia Rayden dan Will



“Kalau Tuan muda hanya ingin membicarakan tentang itu saja, lebih baik saya kembali bekerja,” sahut Will yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


“Tenanglah! Bukan itu saja yang ingin aku bicarakan denganmu. Ada hal yang mengganggu pikiranku sekarang, tapi aku bingung harus memulainya dari mana,” ujar Rayden yang memang raut wajahnya terlihat gelisah.


“Darimana pun anda menceritakannya, bukankah sama saja,” sahut Will yan tidak begitu mempermasalahkannya.


“Okay, … Kau duduklah dulu! Aku merasa tidak nyaman bicara sambil terus mendongakkan wajah untuk melihatmu,” perintah Rayden yang menyuruh Will untuk duduk kembali di tempatnya.


Will pun menyadarinya, dia pun kembali duduk dengan tenang berhadapan langsung dengan Rayden. Namun, begitu Will sudah duduk tenang dan menanti pembicaraan selanjutnya. Rayden malah kembali terdiam dalam pemikirannya sendiri.


“Tuan muda, apakah anda sedang mempermainkan saya sekarang?” tanya Will yang kembali merasa kesal.


“Begini Will, bagaimana menurutmu kalau aku menjodohkan Luca dengan putri pemilik ZR Group?” tanya Rayden tiba-tiba.


“Anda beneran mau menjodohkan Luca? Saya malah berpikir bahwa anda akan menerima Axlyn sebagai menantu anda selanjutnya,” ujar Will dengan spontan.


“Axlyn? Kenapa kau bicara seperti itu? Kau tahu sendiri ‘kan Luca selama ini tidak dekat dengan wanita manapun dan hanya focus melakukan pekerjaannya saja,” jelas Rayden tentang kebiasaan putra sulungnya itu.


“Ayolah, Tuan muda juga tahu sendiri ‘kan kalau Luca saat ini sedang dekat dengan Axlyn. Aku yakin Luca pasti mulai menaruh hati pada gadis itu, buktinya dia rela selalu menemani Axlyn di Paris. Padahal dia bisa memerintahkan orang lain untuk menjaganya, kalau perhatiannya itu hanya sebuah rasa tanggungjawab,” urai Will.


Seketika membuat mata dan pikiran Rayden terbuka dengan kemungkinan apa yang barusan di jelaskan oleh Will. Rayden kembali merenungkan sembari menyusun setiap kebenaran apa yang di katakan oleh Will. Bahkan Rayden juga menyimpulkan bahwa Luca juga mengabaikan panggilan teleponnya pasti karena sedang sibuk mengurusi Axlyn.


“Apakah benar kalau Luca sudah jatuh cinta dengan gadis bernama Axlyn itu?” tanya Rayden yang sebenarnya masih ragu untuk mempercayainya atau tidak.


“Kalau anda ingin memastikannya lebih baik tanyakan langsung pada orang yang bersangkutan. Jangan bertanya pada saya,” jawab Will yang tak mau ikut campur.


“Tapi Tuan muda! Apakah Nyonya muda dan yang lainnya sudah mengetahui bahwa anda mau menjodohkan Luca?” lanjut Will yang penasaran akan hal itu.


“Tidak, makanya kau juga tutup mulutmu! Karena aku sendiri pun ragu dengan perjodohan ini. Sebenarnya aku juga menginginkan Luca memiliki pasangan hidupnya sendiri, seperti yang di lakukan Lucia,” jelas Rayden.


“Jika suatu hari Luca datang padaku dan mengatakan ingin menikahi Axlyn, maka aku akan dengan senang hati menerimanya sebagai menantu. Karena itu pilihan Luca sendiri dan nantinya mereka yang akan menjalani kehidupan pernikahannya,” sambung Rayden.


“Benarkah Tuan muda akan menerima hubungan mereka begitu saja? Bagaimana kalau masa lalu Axlyn jauh lebih buruk dari masa lalu Levi? Bahkan bisa jadi Axlyn ada hubungannya dengan klan WhiteWolf atau orang bernama Luke dan Leona itu?” cecar Will yang sebenarnya masih penasaran dengan masa lalu Axlyn.


Bahkan diam-diam Will sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk menggali tentang identitas Axlyn. Akan tetapi, sampai sekarang dia tidak menemukan apapun.


Will pun pernah menanyakannya langsung pada Levi, tapi Levi juga tidak mengetahui apapun tentang masa lalu Axlyn seperti apa. Yang Levi ketahui memang benar bahwa Axlyn pernah ada hubungannya dengan musuh mereka sekarang.


“Apakah keberadaan gadis itu akan membahayakan Luca nantinya?” tanya Rayden meminta pendapat Will.


“Jika kita berhasil menghancurkan Luke dan seluruh klannya, mungkin tidak akan menimbulkan bahaya. Tapi kalau untuk sekarang, kemungkinan bahayanya akan sangat besar kalau keduanya menikah,” jawab Will menurut pendapat pribadinya.


“Baiklah! Kita lihat saja nanti kedepannya, apa yang akan terjadi dengan mereka berdua,” ujar Rayden yang tidak bisa memutuskan apapun dnegan hal yang belum pasti hasilnya.


“Ouhya, …Ngomong-ngomong tentang Luke dan klannya, apakah ada pergerakan lagi dari mereka?” Tiba-tiba Rayden teringat dengan para musuhnya itu.


“Sampai sekarang masih tidak ada pergerakan lagi dari mereka, bahkan bisnis obat terlarang mereka baik di negara kita maupun negara K juga sedang terhenti,” jelas Will yang juga merasa sedikit aneh, mengapa tidak ada pergerakan sedikit pun setelah pertarungan terakhir.


“Apakah mereka sedang membuat rencana lain yang lebih mematikan?” tanya Rayden yang berpikiran negative.


“Kemungkinan bisa begitu, tapi sepertinya ada alasan lain yang lebih kuat! Atau jangan-jangan tusukan dari Luca saat itu menyebabkan luka yang cukup fatal untuknya, sehingga dia tidak bisa menyerang karena masih dalam perawatan dokter,” jelas Will yang sebenarnya dia sudah seperti paranormal, karena bisa memprediksi nya dengan tepat.


“Baik, Tuan muda!” sahut Will.


“Kau sudah boleh kembali bekerja sekarang,” ujar Rayden yang kini mulai berjalan menuju ke meja kerjanya.


“Dan jangan lupa jangan katakan pada siapapun tentang apa yang kita bicarakan barusan, apalagi pada Zhia!” imbuh Rayden yang takut kalau istrinya mengetahui bahwa dia mencoba menjodohkan Luca dengan wanita pilihannya.


“Okay, asal ada uang bonusnya!” sahut Will.


Tiba-tiba saja pintu ruangan Rayden terbuka dengan lebarnya. Kemudian muncul Regis dan Ryuga seraya berseru, “Apa yang Papah dan Paman sembunyikan dari Mamah ‘yah!”


“Astaga! Kalian berdua ingin membuat Papah jantungan ‘yah!” bentak Rayden melihat kelakuan nakal kedua putranya.


“Hehehehee, … Papah dan Paman Will sudah mulai main rahasia-rahasiaan ‘yah! Nanti Regis kasih tahu pada Mamah dan Bibi Alea ‘loh,” ancam Regis sembari mengeluarkan senyuman liciknya.


“Berani kalian berdua memberitahu pada Mamah kalian, maka tidak ada uang jajan selama satu bulan,” ancam Rayden balik.


“Kami bisa minta pada Mamah, tapi Papah pasti akan kena marah sama Mamah selama satu bulan bahkan bisa jadi lebih,” ujar Ryuga yang membantu adiknya.


“Apa yang kalian berdua inginkan? Cepat katakan!” Rayden pun tak bisa mengelak lagi dengan adanya ancaman yang mengatasnamakan Zhia.


“Kami ingin mobil dan motor baru seperti Rayga,” jawab Regis dan Ryuga serentak.


“Tapi Papah tidak pernah memberikan apapun pada Rayga,” ujar Rayden yang tidak merasa memberikan kedua barang tersebut pada Rayga, sebab selama ini dia selalu adil kepada anak-anaknya.


“Grandpa dan Kakek yang memberikannya! Kami berdua juga mau, Pah!” jelas Regis sambil merengek.


“Mintalah sama Grandpa dan Kakek kalian,” sahut Rayden.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...