Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Kecurigaan Axlyn



“Terima kasih, Paman Will!” balas Lucia sembari menyambut pelukan hangat dari Paman kesayangannya.


Setelah itu, satu persatu dari mereka pun mengucapkan selamat kepada Lucia. Hingga kedatangan Noland yang memberitahu mereka bahwa sebentar lagi acaranya akan di mulai. Dan mereka semua pun mulai bersiap di posisi masing-masing. Kali ini, hanya Felix yang menjadi pembawa acaranya. Sementara, Will dan Jaydon membantu Luca untuk mengawasi dan menjaga keamanan.


Akan tetapi, mereka tidak mengetahui bahwa Luke dan Leona telah menghadiri pernikahan tersebut dnegan menggunakan identitas palsu mereka. Sampai Axlyn sekilas melihat sosok Leona yang dulu pernah menyiksa dan hampir membunuhnya. Axlyn pun berusaha memberitahu Luca tentang kedatangan Leona, tapi Luca sama sekali tidak menggubrisnya.


“Pesta pernikahan yang cukup mewah dan indah,” puji Leona yang harus mengakui keindahan pesta pernikahan itu.


“Diamlah!” bentak Luke penuh tatapan menekan pada Leona.


“Apa kau sudah menyiapkan hadiahnya?” tanya Leona mengalihkan topik pembicaraan.


“Tentu saja, mana mungkin seorang Luke datang dengan tangan kosong. Mereka pasti akan merasa terharu begitu menerima hadiahnya, bahkan sampai menangis darah,” jawab Luke seraya menatap penuh arti kepada Leona.


“Sepertinya kau telah menyiapkan petunjukan yang menarik. Aku tidak sabar untuk melihatnya,” ujar Leona yang sangat mengenal Luke.


“Kau lihat saja nanti, hadiah seperti apa yang telah aku siapkan untuk mereka,” sahut Luke dengan raut wajah penuh arti.


“Bukankah wanita itu adalah, _...” gumam Axlyn yang sekilas melihat keberadaan Leona di dalam pesta.


Namun, karena melihatnya hanya sekilas Axlyn pun menjadi tidak yakin bahwa wanita itu adalah wanita yang sama seperti yang dia kenal. Sebab keamanan pesta pernikahan itu di jaga sangat sangat ketat oleh klan BlackSky dan Z-Luc, maka kemungkinan kecil musuh bisa memasuki area yang sedang mereka jaga.


“Aahh, … Mungkin hanya halusinasiku saja, karena belakang nama klan mereka sering di bicarakan akhir-akhir ini. Tapi aku jelas melihatnya walaupun hanya sekilas, haruskah aku memastikannya pada Luca untuk melihat rekaman cctv yang berada di sini?” batin Axlyn yang masih saja terus memikirkannya, meskipun dia telah berusaha untuk tidak memikirkannya.


Tanpa terasa Axlyn terus saja memikirkan apa yang baru saja di lihatnya, hingga tanpa sadar dia menabrak seseorang karena pikirannya tidak focus sama sekali.


Dengan panik Axlyn mencoba untuk meminta maaf kepada orang tersebut dengan berkata, “Aaah, … Maafkan aku! Aku sungguh tidak sengaja menabrak mu.”


“Makanya kalau jalan matanya di gunakan, jangan hanya kakinya saja yang kau gunakan,” ujar orang tersebut dengan nada juteknya.


“Kau, _...” Ternyata orang yang tidak sengaja di tabrak oleh Axlyn adalah Luca.


“Bisa tidak kau kalau bicara denganku jangan menggunakan kata-kata yang kasar seperti ini?” ujar Axlyn tanpa sadar.


“Apa yang sedang kau bicarakan? Kau melantur ‘yah?” ejek Luca, perkataannya langsung menyadarkan Axlyn.


“Ouh, … Aku hampir lupa! Barusan sepertinya aku melihat seseorang dari klan musuh, bisakah kau memeriksa rekaman cctv di sekitar area ini,” jelas Axlyn sembari meminta secara baik-baik pada Luca.


“Siapa yang kau maksud?” tanya Luca yang sedikit terkejut begitu mendengar perkataan Axlyn.


“Aku tidak tahu, sebab aku hanya melihatnyan secara sekilas saja dari kejauhan,” jawab Axlyn dengan bersungguh-sungguh.


“Ikutlah denganku, kita perlu memastikan apa yang kau lihat,” ujar Luca yang menyuruh Axlyn mengikutinya ke ruang pemantauan.


Axlyn pun mengikuti Luca, hingga sampai di ruangan pemantauan wanita yang di lihat Axlyn ternyata tidak terekam dalam kamera cctv yang berada di sana. Hal itu membuat Luca merasa di permainkan, sementara Axlyn sendiri yakin bahwa dia memang melihat wanita yang dulu pernah hampir membunuhnya menghadiri pesta pernikahan tersebut.


“Mana orang yang kau maksud dari semua rekaman cctv ini?” tanya Luca memaksa Axlyn untuk menunjuk orang yang di bicarakan Axlyn sebelumnya.


“Ta-tadi aku melihatnya di sini,” jawab Axlyn sembarimenunjuk salah satu rekaman cctv dimana dia melihat orang tersebut.


“Lalu?” desak Luca dengan sikap dinginnya.


“Membuang waktuku saja,” gumam Luca sembari berjalan meninggalkan ruang pemantauan dengan perasaan kesal.


“Aku sangat yakin bahwa wanita yang aku lihat barusan adalah dia, tapi kenapa tidak tertangkap oleh kamera cctv,” batin Axlyn yang semakin merasa bingung, hingga dia pun sekilas melihat orang-orang yang bekerja di ruang pemantauan.


Sementara itu, Luca ternyata bukan kesal karena merasa telah di permainkan oleh Axlyn. Akan teta[pi, dia kesal dengan dirinya sendiri yang diam-diam terpesona dengan penampilan Axlyn pada saat itu yang terlihat sangat cantik dan juga seksi.


“Sial, bagaimana wanita itu terlihat sangat menawan saat mengenaan gaun seksi seperti itu,” umpat Luca di dalam hatinya.


Ilustrasi look Axlyn, ....



Hingga suara Felix pun mengalihkan perhatian semua orang yang menandakan pernikahan sebentar lagi akan di mulai. Terlihat keluarga besar Xavier dan keluarga besar Zaender telah menempati tempat masing-masing. Mata mereka sudah terlihat basah dengan air mata bahkan sebelum sang mempelai pengantin.


“Hadirin yang terhormat, perkenalkan saya Felix Martin yang akan memandu acara pernikahan Zaen Der Levi dan Lucia Cano Xavier pada hari ini. Saya persilahkan kepada para tamu yang telah hadir untuk menempati tempat masing-masing yang telah kami sediakan. Sebab acara janji pernikahan sebentar lagi akan di mulai,” ujar Felix mengarahkan semua tamu yang hadir untuk duduk.


Sekilas Felix memperhatikan sekelilingnya, dia pun memastikan apakah sang pendeta sudah berada di tempatnya atau belum. Begitu melihat bahwa semuanya telah siap, Felix pun kembali melanjutkan melakukan tugasnya.


“Tanpa membuang waktu lebih banyak lagi! Mari kita sambut sang mempelai pengantin pria, Zaen Der Levi di persilahkan untuk memasuki aula pernikahan!” seru Felix yang tidak terbiasa melakukan pekerjaan sebagai seorang MC. Jadi, dia tidak bisa menguasai acara tersebut.


Perlahan pintu aula mulai terbuka. Semua mata pun terpana ketika melihat sosok Levi yang terlihat sangat gagah dan tampan itu pun mulai berjalan memasuki aula pernikahan yang begitu mewah.


Dengan mengenakan setelan jas yang di dominasi warna hitam dan juga gold, Levi tampak menghipnotis semua orang yang melihatnya saat itu. Banyak wanita yang merasa iri dengan Lucia yang berhasil mendapatkan Levi sepenuhnya.


Ilustrasi Look Levi, ....



^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...