
“Iya, Pah!” sahut Lucia.
“Berhati-hatilah, Papah percaya kalian berdua bisa menjaga diri masing-masing!” ujar Rayden yang diam-diam mengkhawatirkan Levi dan Lucia.
“Baik, Pah!” sahut Lucia lagi.
“Baik, Tuan muda!” sahut Levi juga.
“Levi, lindungi putriku seperti janjimu. Mengerti?” ujar Rayden menekankan.
“Mengerti, Tuan muda!” sahut Levi.
Suasana sesaat menjadi hening. Sebab meskipun sudah mendapat tugas dari Rayden mereka masih saja duduk santai di sana. Tidak seperti biasanya, mereka akan selalu pergi untuk melaksanakan tugas masing-masing setelah mendapatkan perintah dari Rayden.
“Hay, kenapa kalian masih di sini dan tidak pergi untuk mengerjakan apa yang barusan aku perintahkan?” tanya Rayden begitu menyadari Will dan yang lainnya tidak bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.
“Kami sedang menunggu Levi selesai,” jawab Will dengan santainya.
“Aku? Kalian menungguku? Memangnya ada apa?” cecar Levi tanpa sadar menanyakan hal itu.
“Hay, memangnya apalagi kalau tidak melakukan reuni denganmu! Bukankah kita sudah lama tidak berkumpul seperti ini,” ujar Felix yang gemas sendiri dengan sikap Levi yang sok polos.
“Nona kecil, ijinkan kami bertiga meminjam calon suami ini. Karena banyak hal yang harus kami bicarakan, setelah sekian lama baru bertemu lagi,” pinta Felix yang malah meminta ijin pada Lucia.
“Kenapa harus meinta ijin segala, Nona kecil kita pasti akan mengijinkannya tanpa di minta. Ayo, lebih baik kita bawa saja Levi pergi sekarang juga!” seru Will yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung menari Levi untuk keluar bersamanya.
“Astaga, kelakuan mereka tetap tidak berubah meskipun kini sudah menikah dan memiliki anak,” gumam Rayden yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan para anak buahnya yang absurd itu.
Bukan hanya Will saja, Felix dan Jaydon pun ikut membantu menarik Levi untuk keluar bersama mereka. Luca dan Lucia pun langsung mengikutinya, meninggalkan Rayden sendirian di ruang kerjanya. Namun, saat akan masuk ke dalam mobil. Will melarang Luca dan Lucia untuk ikut bersama dengan mereka.
“Tuan kecil dan Nona kecil sebaiknya kalian berhenti mengikuti kami sampai di sini saja,” ujar Will yang melarang Luca dan Lucia untuk masuk ke dalam mobil.
“Ta-tapi kenapa Paman?” tanya Lucia yang mengkhawatirkan Levi.
“Tenanglah, Nona kecil! Kami pasti akan mengembalikan Levi dalam keadaan utuh, paling Cuma dalam keadaan mabuk saja,” jawab Will yang tersenyum penuh arti.
“Kalau begitu kami pamit pergi sekarang,” sambung Will yang masuk ke dalam mobil.
“Ta-tapi, _....”
Lucia berusaha untuk menghentikannya, tapi Luca menghentikannya. Dengan berkata, “Jangan Lucia! Untuk apa kau mengejar mereka, kalau kita bisa mengikutinya!”
“Hah? Apa!”
Belum sempat Lucia mencerna perkataan Luca, dia langsung saja di tarik menuju mobil milik Luca yang tidak jauh dari posisi mereka. Dan benar saja, Luca memang mengikuti Will dan yang lainnya.
...****************...
Sementara itu, Levi di himpit oleh Will dan Felix terus saja mengeluh karena tempat duduknya terasa sesak, padahal di depan masih ada kursi kosong di sebelah Jaydon yang sedang menyetir.
“Hay, bisakah salah satu dari kalian ke depan!” seru Levi sembari mendorong Will dan Felix untuk sedikit menjauh darinya.
“Aish, … Berhentilah mendorong kami, sudah tahu sempit jadi duduklah yang tenang!” ujar Will.
“Kalau begitu salah satu dari kalian pindahlah ke depan! Apa gunanya kursi kosong yang ada di samping Jaydon itu, Hah!” protes Levi.
“Sudah terlanjur di jalan, bertahanlah sebentar lagi kita juga sampai,” balas Will.
“Aish, … Kalian berdua berhentilah berdebat! Aku mau pingsan rasanya saat ini juga,” ujar Felix.
“Sial! Jay, hentikan mobilnya! Biar aku saja yang pindah ke kursi depan,” perintah Levi yang tidak tahan duduk berhimpitan di belakang.
“Duduk saja yang tenang, sebentar lagi kita juga akan sampai di salah satu bar ternama di sini,” sahut Jaydon yang tidak mau menghentikan mobilnya.
“Sialan kalian bertiga,” umpat Levi dengan kesal.
“Bagaimana aku bisa berhenti mengumpat pada kalian bertiga yang telah menculikku seperti ini, Hah?” seru Levi yang asih terlihat kesal.
“Kalian bahkan tidak mengijinkan Lucia untuk ikut,” lanjutnya yang terdengar seperti gumaman.
“Kau bicara apa barusan?” tanya Will dan Felix dengan tatapan menyelidik.
“Cihh, … Jangan bicara denganku dulu! Aku sedang merasa sangat kesal sekarang,” ujar Levi dengan nada dinginnya.
“Waah, … Aku baru pertama kali melihat Zaen Der Levi ngambek! Ternyata kau lucu juga yah kalau sedang ngambek seperti itu, Hahaaa, …” sahut Jaydon yang malah menertawakan ekspresi wajah Levi saat ini.
“Hay, apa kau juga belum melihat Levi menangis saat mabuk?” tanya Will yang malah semakin ingin mempermainkan Levi.
“Memangnya kenapa? Apakah terlihat lebih menggemaskan dari ini?” tanya Felix yang akhirnya ikut penasaran.
“Kalian mau lihat?” tanya Will menawarkan pada Jaydon dan Felix.
“Haish, … Berhentilah mengerjai ku!” seru Levi yang semakin merasa kesal.
“Tentu!” jawab Jaydon dan Felix yang tak memperdulikan perkataan Levi sama sekali.
“Baiklah, nanti aku akan tunjukan kepada kalian!” ujar Will yang sangat bersemangat.
“Hay, apa kalian bertiga boleh pergi begitu saja tanpa meminta ijin dari istri dan anak kalian! Sebaiknya kita kembali saja, kita bisa bicara di villa milik Tuan muda?” ujar Levi yang berusaha membujuk, sebab dia merasakan firasat buruk tentang rencana Will, Felix dan Jaydon.
“Itu masalah gampang! Jangan khawatirkan kami, khawatirkan saja dirimu nanti. Mengerti?” jelas Will sembari tersenyum penuh arti pada Levi.
“Kalian bertiga sungguh mengerikan,” ujar Levi.
Hingga tiba-tiba mobil berhenti di sebuah bar yang cukup mewah. Lalu Jaydon berkata, “Kita sudah sampai! Ayo, turun!”
“Sial! Aku dalam masalah besar, mereka bertiga pasti akan mengorek lebih dalam tentang pernikahanku dengan Lucia,” batin Levi.
“Cepatlah turun! Atau mau aku gendong sampai ke dalam?” ujar Will yang menunggu Levi keluar dari mobil.
“Jay, cepat gendong dia!” perintah Will kemudian pada Jaydon.
“Hay, kenapa jadi aku? Bukankah tadi kau sendiri yang mengatakan akan menggendongnya?” protes Jaydon.
“Tubuhmu ‘kan lebih besar, _...”
“Sudahlah aku bisa jalan sendiri,” potong Levi yang keluar dari mobil dengan raut wajah pasrahnya.
^^^Bersambung,....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...