Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Hadiah Pernikahan Part. 2



“Lebih baik Papah tunggu saja penjelasan Kak Luca lebih lanjut. Seperti yang Kak Luca katakan keselamatan Mamah dan para tamu yang kita undang lebih penting. Sebaiknya kita bersikap seperti tidak tahu apapun dan kembali melanjutkan pesta ini, Pah!” jelas Lucia yang tidak menginginkan kekacauan di pesta pernikahan impiannya.


“Tapi keadaannya akan semakin kacau kalau Papah tidak menyelesaikannya sekarang,” ujar Rayden bersikeras.


“Tuan muda, …” panggil Levi sembari mengisyaratkan bahwa Lucia tidak ingin semua orang menjadi cemas dan takut, jika adanya penyusup di pesta pernikahannya sampai di ketahui semua orang yang ada di sana.


“Maafkan Papah, Luci! Baiklah, Papah akan menemani Mamahmu sekarang,” ujar Rayden yang langsung memahami raut wajah putrinya.


“Terima kasih, Pah! Sudah mau mengerti keinginan Luci,” ucap Lucia yang kembali tersenyum cerah.


“Tentu, putriku tersayang!” balas Rayden yang ikut tersenyum kepada putrinya.


Setelah itu, Rayden pun menghampiri Zhia yang tengah menyapa para tamu satu persatu bersama dnegan Noland dan Julia. Hingga tak lama kemudian, terdengar suara permainan gitar yang sangat merdu. Ternyata suara gitar itu di mainkan oleh Jaydon, lalu terdengar suara Felix dan Will yang sedang berjalan menuju atas altar.


“Levi! Lucia, kami memang sudah memberikan hadiah atas pernikahan kalian,” ujar Will sembari mengedipkan sebelah matanya pada Levi seakan memberikan isyarat bahwa hadiah itu sangat menguntungkan untuk Levi.


“Apalagi yang akan mereka bertiga berbuat sekarang,” gumam Levi yang tidak habis pikir dengan kelakuan aneh ketiga abangnya itu.


“Tepat sekali! Tapi selain hadiah itu, kami juga masih memiliki hadiah keduanya dan kali ini khusus untuk kalian berdua yaitu, ... Penampilan kami bertiga yang akan membawakan sebuah lagu. Apa judulnya Will, aku sedikit lupa?” ujar Felix tanpa rasa malu sedikitpun.


“Astaga, belum apa-apa sudah lupa judul! Jangan-jangan dia juga sudah melupakan liriknya,” sindir Jaydon yang tidak percaya dia memiliki teman seperti Felix.


“I Like You So Much, You’ll Know It,” jawab Will yang malah merasakan malunya.


“Ya, … Itulah judulnya! Jay, mulai mainkan gitarnya,” perintah Felix dengan penuh percaya diri.


Meskipun awalnya mereka bertiga sudah terlihat konyol kerena ulah Felix. Akan tetapi, Jaydon tetap saja memainkan senar gitarnya. Hingga suara petikan gitarnya itu mulai terdengar seperti melodi yang sangat indah.


Felix langsung mulai menyanyikan lirik bagiannya. Siapa sangka suaranya ternyata begitu merdu sangat pas dengan petikan gitar milik Jaydon. Bahkan Karina pun sampai tidak percaya bahwa yang saat ini sedang bernyanyi dengan suara indah adalah suaminya sendiri.


...I like your eyes, you look away when you pretend not to care...


...I like the dimples on the corners of the smile that you wear...


...I like you more, the world may know but don't be scared...


...'Cause I'm falling deeper, baby, be prepared...


Syair kedua pun Will yang beraksi. Kalau Will sudah tidak di ragukan lagi, suaranya memang sangar merdu karena dia sering berduet dengan Levi setiap ada kesempatan untuk menunjukan bakat mereka.


...I like your shirt, I like your fingers...


...Love the way that you smell...


...To be your favorite jacket, just so I could always be near...


...I loved you for so long, sometimes it's hard to bear...


...But after all this time, I hope you wait and see...


...Reff....


...Love you every minute, every second...


...Love you everywhere and any moment...


...Always and forever I know I can't quit you...


...'Cause, baby, you're the one, I don't know how...


...I love you 'til the last of snow disappears...


...Never knew a love like this, now I can't let go...


...I'm in love with you and now you know...


Hingga pada bagian Reff, mereka pun menyanyikannya bersama-sama. Lagu yang di nyanyikan dengan indah. Lirik yang seolah menggambarkan kisah cinta Levi dan Lucia, begitu manis dan manis indah. Sampai Levi bisa mengatakan bahwa ketiga Kakaknya itu, meskipun selalu bersikap konyol tapi mereka ‘lah Kakak terbaik di sepanjang hidupnya.


Semua orang pun serentak bertepuk tangan dengan sangat meriah ketika penampilan dari Trio somplak telah selesai. Mereka bertiga sempat memeluk Levi dan Lucia sebelum turun dari altar. Siapa sangka begitu turun, mereka langsung di hadang oleh Rayden dnegan raut wajah yang penuh kekesalan.


“Apa yang sedang kalian bertiga lakukan di sini, Hah?” tanya Rayden dengan tatapan mengintimidasi pada ketiganya.


“Mmm, … Memberikan hadiah pernikahan,” jawab Felix ragu-ragu.


“Bukankah kita baru saja membawakan sebuah lagu, bukan hadiah pernikahan,” sahut Jaydon menjelaskan secara detail apa yang baru mereka lakukan.


“Lagu itu adalah bentuk hadiah pernikahan dari kita bertiga,” ujar Will memberitahu lebih tepatnya.


“Aish, … Diamlah! Bagaimana bisa kalian asyik bersenang-senang di sini, sedangkan dia luar sana sedang terjadi kekacauan,” bentak Rayden tapi sedikit merendahkan suaranya agar orang lain tidak mendengar pembicaraan mereka.


“Tuan kecil yang memaksa kami untuk tetap mengawasi keadaan di sini, Tuan muda! Katanya dia tidak bisa membiarkan pesta pernikahan impian Nona kecil menjadi berantakan, makanya kami melakukan semua ini untuk mengalihkan perhatian semua orang,” jelas Will yang tidak ingin Rayden menjadi salah paham.


“Benar, Tuan muda! Kali ini percayakan saja pada putra anda, sebab dia sangat mampu hanya untuk membereskan para cecunguk itu,” ujar Felix menambahkan.


“Biarkan Tuan kecil membereskan yang di luar dan kita melindungi apa yang ada di sini.” Jaydon ikut menimpali.


Sesaat Rayden terdiam mendengar penjelasan dari ketiga orang kepercayaannya itu. Disisi lain, dia ingin menghormati keputusan putranya. Namun, hatinya merasa tidak tenang membiarkan Luca menyelesaikan masalah ini seorang diri. Hingga Rayden pun memutuskan untuk menyuruh salah satu di antara Trio Somplak untuk membantu Luca.


“Felix, pergilah bantu Luca menyelesaikan masalah yang di luar sana,” perintah Rayden.


“Tapi Tuan, _....”


Will mencoba mencegahnya, karena itu akan berdampak buruk untuk kepercayaan diri Luca. Jika salah satu dari mereka datang untuk membantu, padahal Luca yakin bahwa dirinya bisa menyelesaikannya sendiri. Dan juga ada Triple R dan Axlyn yang membantu di luar sana. Namun, perkataannya harus terhenti karena teriakan dari Felix.


“Nona Kecil! Katanya Papahmu ingin menyanyikan sebuah lagu untuk kalian berdua sekarang juga. Papahmu sudah menyiapkan lagu ini sejak lama. Bisakah dia menyanyikannya sekarang?” teriak Felix, hingga Lucia dan semua orang langsung menatap ke arah Rayden.


“Felix, apa yang kau lakukan?” tanya Rayden dengan geram atas sikap Felix yang selalu seenaknya sendiri.


“Benarkah Papah menyiapkan lagu untuk kami?” tanya Lucia penuh harap.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...