Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Terlambat Satu Langkah Part. 1



“Tentu, ini bukan hanya balas dendam untuk anda Tuan Rayden dan Tuan Levi tapi balas dendam untuk kami semua. Sebagai mafia yang berdedikasi dan solidaritas, maka kami akan senantiasa membantu klan kalian berdua untuk membabat habis dan memusnahkan semua musuh anda yang berani mengacau,” ujar salah satu perwakilan dari beberapa ketua klan mafia dan gangster.


“Benar sekali! Katakan saja apa yang perlu kami lakukan, maka kami akan segera melakukan apapun yang anda perintahkan tanpa bertanya ataupun berani mempertanyakannya,” imbuh yang lainnya.


“Tenanglah wahai saudara se-mafia dan se-gangsterku! Kami hanya membutuhkan kekuatan kalian tapi tidak sekarang melainkan bila waktunya sudah tiba!” seru Felix.


Dia berusaha menenangkan semua orang dengan gaya alay nya, ketika yang lainnya mulai naik pitam mengetahui ada sekelompok orang yang berani mengacaukan sang para pemimpin klan mafia dan gangster.


“Seperti yang di katakana oleh juru bicaraku barusan, kami akan membutuhkan bantuan kalian bila saatnya telah tiba. Ketika kami siap untuk menyerang dan memusnahkan mereka dari muka bumi ini,” ujar Rayden yang tanpa di sangka membenarkan perkataan konyol Felix.


“Luca, fokuslah untuk mencari tahu dimana markas mereka berada! Pastikan kau menemukan semuanya tanpa tersisa satu pun!” Kemudian, Rayden memerintahkan pada putra sulungnya untuk melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuannya.


“Baik, Pah!” sahut Luca yang langsung mengerti bahwa papahnya telah kehilangan kesabaran dan berniat untuk segera memusnahkan Luke beserta klannya tanpa tersisa.


“Felix, Jaydon dan kalian bertiga!” Rayden menunjuk pada ketiga putranya.


“Kalian lakukan persiapan untuk menyerang sebaik mungkin dan berikan padaku beberapa siasat agar mereka tidak akan terlepas lagi kali ini,” lanjut Rayden yang mempercayakan persenjataan dan siasat bertarung pada kelima orang itu.


“Baik, Tuan muda! Siap laksanakan!” sahut Felix dan Jaydon serentak.


“Baik, Pah! Siap laksanakan!” Begitu juga dengan Triple R.


“Will dan kau, Levi! Tetaplah berusaha mencari Lucia di seluruh pesisir pantai laut ini, kalian semua juga bisa membantunya sembari menunggu semua persiapan untuk menyerang selesai,” perintah Rayden lagi.


Namun, belum ada jawaban dari Will maupun Levi tiba-tiba terdengar keributan dari arah para penjaga. Sehingga perhatian semua orang pun langsung teralihkan ke sumber kegaduhan tersebut.


Hingga seorang Kakek tua mengatakan bahwa dia telah menemukan seorang wanita di tengah laut, tanpa pikir panjang lagi Rayden, Levi dan yang lainnya segera bergegas menghampirinya.


“Pak tua anda tidak boleh melewati batas ini, karena kami sedang mengadakan pertemuan penting!” ujar salah satu penjaga yang melarang Kakek Edmund bertemu dengan boss mereka.


“Tapi saya datang karena ingin menyampaikan hal yang sangat penting,” jelas Kakek Edmund sedikit memaksa.


“Katakan pada kami saja, nanti kami akan sampaikan kepada boss kami,” ujar penjaga itu yang tetap melarang sang kakek untuk berjalan mendekati area rapat.


“Aish, … Tuan! Apakah Tuan sekalian sedang mencari seorang wanita, saya tidak sengaja menemukan seorang wanita di tengah laut hari ini! Bisakah anda memeriksanya sendiri apakah wanita ini adalah orang yang sedang anda sekalian cari!” teriak Kakek Edmund supaya boss dari penjaga yang menghalanginya bisa mendengar apa yang ingin dia katakan secar langsung.


“Wanita di tengah laut? Jangan-jangan, _....”


Belum selesai dengan perkataannya, Felix langsung di tinggal oleh semua orang. Dan orang paling pertama berlari menghampiri Pak Tua itu adalah Levi dan Rayden. Disusul oleh Will, Triple R dan yang lainnya yang ikut bergegas menghampiri Kakek tua itu untuk memastikan apakah wanita yang di maksud kakek Tua itu adalah Lucia atau bukan.


“Benarkah kau menemukan Lucia? Bagaimana keadaannya sekarang? Tidak, dimana dia sekarang? Dia baik-baik saja ‘kan? Dia tidak terluka ‘kan?” cecar Levi yang terlihat bahagia dan khawatir di saat yang bersamaan.


“Levi, tenanglah! Biarkan orang itu bicara,” ujar Rayden.


Banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh Levi membuat Kakek Edmund menjadi bingung harus pertanyaan yang mana dulu yang harus dia jawab. Melihat raut wajah kebingungan di wajah orang tua tersebut, Rayden pun menyuruh Levi untuk tenang dan tidak membuat orang tua itu menjadi lebih bingung.


“Apakah benar anda menemukan seorang wanita di tengah laut?” tanya Rayden pada pria tua itu.


“Benar, saat ini wanita itu sedang berada di rumah bersama dengan istriku,” jawab pria tua itu.


“Saat aku menemukannya dia masih bernapas, tapi ada luka di kepalanya dan kami tidak bisa memanggil dokter untuk mengobatinya. Karena kami tidak memiliki uang untuk melakukan itu, maka dari itu aku segera bergegas kemari untuk memberitahu kalian,” jelas Kakek Edmund yang sedikit merasa bersalah terhadap Rayden dan yang lainnya.


“Will, siapkan mobil sekarang!” perintah Rayden.


“Baik, Tuan!” sahut Will yang segera pergi untuk melaksanakan tugasnya.


“Tunjukan dimana rumahmu, kami akan memastikannya sendiri apakah dia orang yang kami cari tau bukan!” pinta Rayden dengan ramah pada Kakek Edmund.


“Ouh, … Tentu saja!” sahut Kakek Edmund yang tidak mempermasalahkannya, dia bahkan terlihat sangat senang karena wanita yang di tolongnya akhirnya kan bertemu dengan keluarganya lagi.


...****************...


Disaat yang bersamaan pencarian Luke telah sampai di kediaman si Kakek yang berada di hampir di tengah hutan dan jauh dari pemukiman warga. Melihat hanya ada satu rumah di tempat terpencil itu, Luke dengan inisiatifnya sendiri langsung mengetuk pintu rumahnya.


Tok, … Tok, … Tok, ….


Luke mengetuknya beberapa kali, hingga keluarlah seorang wanita tua dari dalam rumah tersebut. Spontan Luke segera menampilkan senyum ramahnya dan mulai menunjukan sebuah foto Lucia dan mengatakan bahwa dia adalah suami dari wanita yang ada di dalam foto tersebut.


“Siapa ‘yah?” tanya Nenek Edna.


“Aaah, … Permisi, apakah anda pernah melihat wanita yang berada di foto ini?” tanya Luke sembari menunjukan foto Lucia.


“Maaf, tapi anda siapanya wanita di foto itu?” tanya Nenek Edna balik yang merasa curiga pada pria yang berada di hadapannya.


Menyadari bahwa wanita tua itu mengetahui sesuatu tentang Lucia, Luke pun segera berkata, “Saya suaminya, tadi pagi istriku mengalami kecelakaan mobil dan jatuh ke laut! Saya sudah mencarinya seharian ini, tapi belum juga menemukannya bahkan saat ini istriku sedang mengandung anak kami. Saya tidak ingin terjadi hal buruk padanya dan juga anak kami!”


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...