Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Situasi Berbeda Part. 2



“Kakak! Mana mungkin aku bisa berbuat sekejam itu!” seru Regis yang tidak terima dengan tuduhan kakaknya, dia pun menyanggahnya dengan sangat keras.


“Aku hanya membuat mereka tidak sadarkan diri saja. aku bahkan sudah memastikan satu persatu bahwa mereka semua masih bernapas,” lanjut Regis menjelaskan situasinya.


“Benarkah? Kalau begitu bawa mereka ke markas, setidaknya kita bisa menggali sedikit informasi dari mereka,” perintah Luca yang sedikit merasa lega ternyata adik bungsunya masih suci.


“Okay, … Tapi berikan aku sedikit waktu untuk bernapas terlebnih dahulu,” ujar Regis yang masih berusaha memulihkan tenaganya.


“Terserah kau saja! Lalu dimana Kakakmu sekarang?” Kemudian, Luca pun menanyakan kedua adiknya yang lain. Sebab dia tidak merasakan keberadaan Ryuga dan Rayga.


“Di depanku,” jawab Regis dengan lugunya.


“Bukan aku bodoh! Tapi Ryuga dan Rayga, dimana mereka sekarang?” jelas Luca dengan kesal.


“Bukankah kau juga Kakakku?” tanya Regis yang ingin sedikit menggoda kakak sulungnya.


“Regis, Kakak sedang tidak ingin bercanda sekarang!” ujar Luca dengan penuh penekanan.


“Aaah, … Aku ingat sekarang! Ryuga sedang mengejar seseorang yang di duga pemimpin mereka, sedangkan Rayga tengah membantu Kak Axlyn yang sedang berhadapan dengan beberapa orang dengan kemampuan bela diri yang cukup tinggi,” jelas Regis yang tidak berani lagi menggoda Luca, kalau raut wajahnya sudah terlihat sangat serius.


“Apa Kakak tahu, ternyata pria yang di duga pemimpinnya itu berhasil masuk ke dalam pesta pernikahan Kak Luci. Beruntungnya, Kak Axlyn langsung bisa mengenalinya ketika dia berusaha keluar dari hotel ini secara diam-diam,” sambung Regis lagi, seakan menampar Luca dengan kesalahan yang tanpa sadar dia perbuat.


Beberapa saat yag lalu, ….


Dilihat dari rekaman cctv yang di tempatkan di area basement hotel, Luca pun bisa langsung mengetahui kehadiran para anak buah Luke. Begitu mendapat informasi tentang kedatangan musuh, Axlyn pun memutuskan untuk ikut membereskannya.


Axlyn langsung meninggalkan pesta pernikahan yang menyesakkan hatinya itu dan langsung pergi menuju ke area basement. Namun, tak lama setelah Axlyn pergi untuk menangani para anak buahnya. Luke dan Leona ternyata juga memutuskan untuk kembali, karena takut mereka akan terjebak di sana.


“Kalian berjaga ‘lah di depan pintu masuk! Jangan biarkan satu serangga pun yang bisa melewati pintu ini. Apa kalian mengerti?” perintah Axlyn pada sebagian anak buahnya.


“Baik, Nona!” sahut anak buahnya.


“Dan sisinya ikut denganku membereskan berandal tidak tahu diri itu,” ujar Axlyn yang berjalan menuju dimana para musuhnya berada sekarang.


Begitu Axlyn tiba, ternyata Triple R sudah memulai perkelahian. Axlyn dan anak buahnya pun langsung membantu, tetapi seseorang yang di lihat saat di pesta kembali mengalihkan perhatiannya. Benar, Axlyn melihat Leona yang sepertinya baru saja keluar.


“Sepertinya kita harus berpisah di sini,” ujar Leona yang ingin sedikit bermain-main dengan Axlyn, sementara Luke masih memiliki urusan lain yang lebih penting terkait bisnisnya.


“Hmm, … Untuk sekarang jangan berbuat berlebihan,” sahut Luke yang langsung berjalan menuju mobilnya.


“Ryuga! Cepat kau ikuti mobil itu!” teriak Axlyn memberi perintah pada Ryuga, ketika melihat mobil yang di naiki Luke mulai meninggalkan basement.


“Okay,” sahut Ryuga yang langsung berlari menuju motor kesayangannya terparkir.


Ryuga pun langsung tancap gas mengikuti mobil yang di maksud, Axlyn berniat ingin membantu Ryuga mengejar mobil itu malah di hadang oleh anak buah kepercayaan Leona.


Beruntung, Rayga datang tepat waktu ketika Axlyn semakin merasa di sudutkan. Apalagi gaun pesta yang Axlyn kenakan saat itu terasa sangat tidak nyaman untuk bertarung.


Tanpa berpikir panjang, Axlyn pun merobek gaunnya hingga terlihat seperti rok pendek. Untungnya, sebelum pergi Axlyn membuat persiapan dengan menggunakan baju dalaman yang pendek. Meskipun gaunnya menjadi sangat pendek, tapi dia tetap merasa nyaman karena mengenakan celana cadangan. Mereka semua pun mulai menggila.


Flashback Off, ….


“Bajingan gila itu benar-benar datang ke pesta pernikahan adikku?” geram Luca, raut wajahnya di penuhi amarah.


“Se-sepertinya begitu,” ujar Regis yang tak berani mengatakan apapun lagi yang bisa semakin menyulut amarah Luca.


“Ke arah mana Rayga dan Axlyn pergi tadi?” tanya Luca lagi.


“Mereka pergi ke sana!” jawab Regis sembari menunjuk ke arah perginya Rayga dan Axlyn seperti yang dia lihat.


Luca pun langsung berlari menuju ke arah yang di tunjukan, sedangkan Regis memanggil bantuan untuk membawa orang-orang yang berhasil di buat pingsan olehnya. Tak lama menunggu bantuan pun datang, Regis pun membawa orang-orang itu menuju ke markas seperti perintah Kakaknya.


...****************...


Disisi lain, pesta pernikahan masih berlangsung. Setelah berhasil membuat Rayden menyanyikan sebuah lagi. Kini Felix pun menargetkan Levi dan Lucia untuk bernyanyi juga. Awalnya sepasang pengantin baru itu menolaknya, tapi karena dorongan para tamu. Mereka pun akhirnya menyanyikan sebuah lagi.


“Karena Papah mertuanya sudah mau menyanyikan sebuah lagu untuk kita semua. Bagaimana kalau sekarang kita minta menantunya untuk membawakan sebuah lagu,” ujar Felix memprovokasi semua orang.


Felix mulai menyerukan nama Levi untuk bersiap membawakan sebuah lagi, kemudian semua tamu pun ikut menyerukan nama itu. Hingga Levi pun bersedia untuk membawakan sebuah lagu yang akan mewakili hatinya berbicara.


Levi dan Lucia pun berjalan menuju sebuah piano yang memang sejak awal sudah berada di atas altar pernikahan untuk tambahan dekorasi. Levi pun duduk di depan piano tersebut, sementara Lucia berdiri tepat di sampingnya.


Kemudian, Levi berkata, “Baiklah, aku akan membawakan sebuah lagu yang menggambarkan tentang perasaanku untuk dulu, sekarang maupun selamanya.”


“A thousand years! Lucia, Puluhan tahun aku telah mencintaimu dan kini aku akan mencintaimu ribuan tahun lagi.”


Janji Levi pada Lucia maupun dirinya sendiri. Kemudian, Levi pun mulai memainkan pianonya menjadi alunan nada yang indah. Di tambah dengan suara indah Levi yang tidak dapat di ragukan lagi di sertai lirik lagu yang sangat menyentuh.


...I have died every day waiting for you...


...Tiap hari aku tlah mati karena menantimu...


...Darling don't be afraid...


...Kasih jangan takut...


...I have loved you for a thousand years...


...Aku tlah mencintaimu ribuan tahun...


...I'll love you for a thousand more...


...Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi...


...And all along I believed I would find you...


...Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu...


...Time has brought your heart to me...


...Waktu tlah membawa hatimu padaku...


...I have loved you for a thousand years...


...Aku tlah mencintaimu ribuan tahun...


...I'll love you for a thousand more...


...Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi...


Mungkin selamanya Lucia tidak akan pernah melupakan penampilan Levi hari ini. Tidak akan pernah melupakan lirik lagu ini. Dan tentu saja tidak akan pernah melupakan Levi, bahkan walau hanya untuk sesaat. Lucia akan selalu mengingat pria yang di cintainya hanya Levi seorang.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...