Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Hadiah Pernikahan Part. 1



Lucia memang merasa sangat bahagia karena di cium oleh Levi di depan banyak orang untuk pertama kalinya. Tapi bukan ciuman kening yang ingin dia dapatkan di hari pernikahannya.


“Ini belum cukup! Kalau kau terlalu malu, maka biar aku saja yang melakukannya.”


Lucia langsung saja menarik kerahnya, mendekatkan Levi dengan wajahnya. Dan tanpa basa basi maupun malu-malu kucing, Lucia langsung saja mencium bibir Levi dengan lembut. Sontak saja, semua orang pun terkejut dan histeris yang bercampur jadi saat melihat keberanian Lucia yang mencium Levi di depan semua orang.


“Ini baru namanya mencium,” bisik Lucia, setelah puas menikmati bibir suaminya.


“Kalau begitu mau lagi ‘dong,” bisik Levi balik, saat itu juga pipi Lucia langsung merona.


“Kita lanjut nanti saja, saat sudah di kamar,” balas Lucia yang kali ini membuat Levi yang merona.


“Woah, … Ternyata pengantin wanita kita lebih pemberani. Karena Nona, lanjutkan!” seru Felix yang semakin menambah suasana heboh begitu menyaksikan Lucia mencium bibir Levi.


“Lev, jangan mau kalah! Ayo, cium balik!” seru Will menyemangati Levi.


Namun, Levi terlalu malu untuk melakukannya. Apalagi tatapan Rayden masih membuat nyalinya menciut, meskipun Lucia kini sudah resmi menjadi istrinya. Noland dan yang lainnya pun hanya bisa tersenyum bahagia melihat kelakuan sepasang pengantin baru itu.


Kemudian, acara pun di lanjutkan dengan pemotongan kue pengantin dan foto bersama dengan keluarga serta sahabat terdekat. Hingga sebuah rangkaian bunga mawar merah yang sangat besar. Perhatian semua orang pun tertuju pada rangkaian bunga raksasa itu, hingga sang kurir menghampiri Lucia dan menyerahkan sebuah surat.


“Woah, … Besar sekali bunga itu,” ujar Maya yang terkesima dengan ukuran rangkaian bunga itu.


“Kau benar, tapi siapa ‘yah yang berani mengirim bunga mawar merah sebesar ini di hari pernikahan Lucia?” sahut Bella sependapat dengan maya, tapi beberapa pertanyaan yang mengusik pikirannya.


“Entahlah, mungkin dari satu pria yang patah hati atas pernikahan ini,” ujar Maya yang tidak mau terlalu memikirkannya.


Sedangkan kurir itu tidak mengatakan apapun, kecuali dia mengatakan bahwa seorang pria memesan bunga itu dan menyuruhnya untuk mengantarkan ke alamat yang pria itu tinggalkan. Namun, pria itu menitipkan sebuah surat yang harus langsung di berikan kepada pengantinnya.


Benar saja, begitu Lucia dan Levi membaca surat itu mereka langsung terlihat terkejut dan tersirat kemarahan di raut wajah Levi. Rayden pun segera menghampiri keduanya untuk memastikan apa yang terjadi.


“Ada apa?” tanya Rayden pada Levi dan Lucia.


“Orang gila itu berulah lagi, Pah!” jawab Lucia.


“Siapa maksudmu?” tanya Rayden lagi yang tidak mengerti maksud dan arah pembicaraan Lucia.


“Lihatlah ini, Pah!”


Lucia pun langsung menunjukkan surat yang dia dapat bersamaan datangnya bunga raksasa itu. Rayden pun sama marah dan terkejutnya dengan Levi setelah membaca isi suratnya. Rayden sungguh tidak menyangka orang gila itu masih tetap saja berusaha mendapatkan Lucia, meskipun dia sudah tahu bahwa Lucia telah menikah dengan pria lain.


Isi suratnya seperti ini, ….


...‘Berbahagia ‘lah dan nikmati waktu bersama kalian berdua selagi masih aku biarkan. Namun, tidak lama lagi aku akan mengambil Lucia kembali dengan cara apapun dan dalam keadaan apapun. Bunga itu adalah bonus dan hadiah utama yang aku siapkan untuk pernikahan, kalian nanti akan mengetahuinya sendiri. Ouhya, … Selamat atas pernikahan kalian dan bersiaplah untuk saling mengatakan kata perpisahan. Lucia, kau terlihat sangat sangat cantic khusus hari ini membuatku semakin ingin memilikimu. Tunggu aku, Lucia!’...


“Apa-apaan bajingan sialan ini,” umpat Rayden sembari meremas dan menghancurkan sampai berkeping-keping surat itu


.


“Benar, kita tidak bisa membiarkan bajingan gila ini begitu saja,” ujar Levi yang sependapat dengan papah mertuanya.


“Papah tenanglah! Kau juga, sayang! Kalian berdua tolong tenanglah, masih banyak tamu yang hadir di sini,” ujar Lucia mengingatkan kedua pria yang selalu bucin kepadanya itu.


“Benar yang Lucia katakana! Tenanglah, semuanya sudah berhasil kami atasi dengan baik. Tinggal membuang bunga it uke tempat sampah saja,” ujar Luca dnegan penuh percaya diri.


“Apa telah terjadi?” tanya Rayden yang menyadari ada maksud tersembunyi di balik perkataan putranya.


“Apakah bajingan gila itu benar-benar datang ke pesta ini?” tanya Levi menimpali.


“Makanya kalian berdua tenang dulu agar aku bisa menjelaskan situasinya sekarang!” seru Luca yang bingung harus menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu.


“Baiklah, jawab pertanyaan Papah dulu,” ujar Rayden yang mulai sedikit meredakan amarahnya.


“Bajingan gila itu ternyata bukan hanya mengirim rangkaian bunga itu ke sini. Namun, juga mengirim anak buahnya untuk mengacaukan pesta pernikahannya. Tapi kalian tenang saja sekarang, karena klan BlackSky dan Z-LUC sudah bersatu maka tidak ada alasan untuk kita membiarkan para cecunguk itu mati dengan tenang,” jelas Luca dengan penuh percaya diri.


“Dan untuk pertanyaanmu, aku tidak tahu jawabannya,” ujar Luca yang menunjuk dengan pertanyaan Levi sebelumnya.


“Kita semua yang ada di sini belum pernah melihat wujud bajingan gila itu. Bagaimana bisa kita bisa tahu bahwa bajingan gila itu menghadiri pesta ini atau tidak?” sambungnya.


“Apa Kakak lupa ada seseorang yang bisa mengenalinya,” ujar Lucia mengingatkan tentang Axlyn.


“Benar, jika bajingan gila itu memang datang ke pesta ini maka Axlyn akan langsung mengenalinya.” Levi langsung menimpali dan membenarkan perkataan Lucia.


Mendengar perkataan Levi dan Lucia, seketika Luca pun teringat dengan pembicaraannya dengan Axlyn sebelum acaranya di mulai. Bahwa ada seseorang yang berbahaya yang di kenali oleh Axlyn, tapi Luca mengabaikannya karena pada rekaman cctv tidak terlihat orang yang di maksud Axlyn sebelumnya.


“Jangan-jangan, _....” Raut wajah Luca seketika berubah serius, dia pun sampai tidak dapat melanjutkan kalimatnya.


“Kalian semua tetaplah di sini! Bersikaplah, seolah tidak terjadi apapun dan Papah sebaiknya selalu berada di sisi Mamah. Percayakan ini pada Luca dan yang lainnya, kami pasti akan membereskannya sebaik mungkin,” ujar Luca sebelum dia kembali pergi meninggalkan aula pesta.


“Sebenarnya apa yang sedang terjadi selama ini?” tanya Rayden yang menuntut penjelasan dari Levi dan Lucia, karena Luca sudah menghilang entah pergi kemana sekarang.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...