Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Season 4 'Anak Kembar Sang Mafia' & Novel Terbaru



Hayooo, ... Apakah di sini ada yang masih nungguin kisah cinta dari Luca Cano Xavier? Atau mungkin sudah ada yang tahu bahwa kisah tentang lanjutan cinta Luca sudah lama publish?


Berarti kalian termasuk fans paling update ngikutin Author di Instagram dan Facebook yang di bawah ini👇👇👇


IG : Phopo_Nira


FB : Phopo Nira Nira


Ouhya, ... Author mau kasih tahu tentang Season 4 dari novel 'Anak Kembar Sang Mafia' & Novel Terbaru.


Pertama, Author akan perkenalkan Season 4 dari novel 'Anak Kembar Sang Mafia' yang menceritakan tentang kisah cinta Luca yang sebelumnya patah hati. Ini dia, ....👇👇👇



Spoiler Bab, ....


Setelah beberapa jam perjalanan melalui jalur udara, akhirnya tibalah Luca dan dua pengawal pribadinya yaitu Matt dan Max tiba di negara H. Begitu keluar dari pesawat pribadinya, Luca sudah di sambut oleh beberapa orang yang memperkenalkan dirinya sebagai orang suruhan Rayden.


Luca memang sudah mengetahui bahwa Papahnya sudah menyiapkan segala keperluannya selama perjalanan bisnis itu langsung saja berjalan masuk ke dalam mobil yang telah di sediakan.


Dengan Matt yang mengambil alih kemudi, sedangkan Max yang bersiap untuk mengamankan jika tiba-tiba terjadi penyerangan sepanjang perjalanan mereka.


Sedangkan ada satu mobil lagi yang mengiringi mobil yang di naiki Luca yang memiliki tugas yang sama yaitu melindungi Luca atas perintah langsung dari Rayden.


“Kita akan kemana, Tuan muda?” tanya Matt meminta petunjuk dari tujuan mereka.


“Sepertinya kita masih memiliki waktu! Kita pergi ke HK Group saja,” jawab Luca sembari melirik jam tangan mewahnya.


“Baik, Tuan muda!” sahut Matt menerima perintah, dia pun segera menggunakan aplikasi petunjuk jalan agar tidak tersesat.


Sesaat suasana di dalam mobil menjadi hening, sampai Luca berkata, “Kalian sudah tahu ‘kan bahwa kalian hanya akan menjadi pengawal bayanganku saja?”


“Tidak, Tuan muda! Tuan Will mengatakan pada kami bahwa saya harus menjadi supir anda, sedangkan Max yang akan menjadi asistent pribadi anda selama di sini,” jelas Matt sesuai perintah yang dia dapatkan dari Will.


“APA?”


Sontak saja, Luca pun sangat terkejut ketika mendengarnya. Meskipun dia sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi, mengingat sifat dan kelakuan Will hampir mirip dengan Papahnya yang tidak sesuai dengan ucapan mereka.


“Apakah ada yang salah, Tuan muda?” tanya Max yang takut bahwa mereka salah mendapat perintah.


“Tidak, sepertinya aku yang salah karena percaya begitu saja pada orang sepertinya,” jawab Luca sembari memijat keningnya yang terasa pening.


“Dengarlah, kalian hanya bertugas pada saat aku melakukan pekerjaan saja! Jadi, jangan pernah terlibat dengan urusan pribadiku di sini, meskipun ada orang lain yang memerintahkan kalian. Mengerti?”


Luca pun mempertegas batas yang harus di perhatikan Matt dan Max, jika masih ingin menjadi pengawalnya.


“Baik, Tuan muda!” sahut Matt dan Max bersamaan.


Bersamaan dengan jawaban keduanya, mobil pun harus berhenti ketika berhadapan dengan lampu merah. Di saat Luca sedang mengalihkan pandangannya keluar jendela, tiba-tiba dia di kejutkan dengan seorang yang mengendari sepeda yang tepat berhenti di samping mobilnya.


Ilustrasi Kejadian, ....




“Axlyn!” seru Luca tiba-tiba.


Mendengar Luca menyebut nama Axlyn, tanpa sadar Matt dan Max pun menatap ke arah yang sama Luca melihat. Keduanya pun ikut terkejut ketika melihat wajah sang pengendara sepeda yang sangat mirip dengan mendiang Axlyn.


“Jadi, ini bukan halusinasiku saja! Kalian juga melihatnya, bukan?” ujar Luca yang memastikan apakah Matt dan Max juga melihat Axlyn.


Gimana? Penasaran enggak? Bagi yang sudah penasaran langsung aja ke novelnya langsung,🦸‍♀️🦸‍♀️🦸‍♀️


Dan ada satu novel lagi yang author publish yang menceritakan tentang pedang dan sihir. Ini dia, ...👇👇👇



Spoiler Cerita, ....


“Haaah, … Siapa ‘sih yang terus memanggil namaku! Mengganggu tidurku saja,” gerutu Jayden yang langsung terbangun dari posisi tidurnya.


Kini Jayden yang sudah tidak dapat mengontrol dirinya lagi, akhirnya berjalan memasuki kedalam hutan yang sangat menyeramkan itu seorang diri tanpa ada satu orang pun yang menyadari kepergiannya.


Jayden terus melangkah menyusuri kegelapan hutan, mengikuti sebuah suara yang selalu memanggil-manggil namanya.


Saat sudah berada di dalam hutan, Jayden melihat seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam seperti layaknya seorang bangsawan Eropa.


Dengan mengumpulkan semua keberanian yang saat ini Jayden miliki, Jayden perlahan mulai berjalan mendekati pria aneh itu yang sedang tertunduk seperti menahan sakit yang luar biasa.


Jayden yang tidak percaya adanya hantu membuatnya semakin berani untuk memastikan apakah sosok itu manusia atau hantu yang terus di bicarakan Kaison.


“Permisi, Tuan! Apakah anda tersesat di sini karena sedang terluka?” tanya Jayden ragu-ragu takut kalau pria itu bukanlah manusia melainkan hantu penunggu hutan ini.


Sebab wajah dan kulitnya terlihat sangat pucat dengan bibir dan mata yang berwarna merah menyala. Tubuh pria itu juga mengeluarkan hawa yang sangat dingin dan panas di saat yang bersamaan. Melihat wajah pria itu yang sangat tampan membuat Jayden terdiam untuk beberapa saat.


“Ternyata kau ‘lah manusia yang di utus olehnya! Dasar manusia lemah yang tidak berguna!” seru Pria aneh itu yang tenyata adalah sang Lucifer penguasa dunia kegelapan.


“Apaan ‘sih dengan cara bicaranya seolah dia bukan manusia saja! Tunggu dulu, wajah dan kulit pucat, bibir serta bola matanya berwarna merah darah, penampilannya seperti seorang bangsawan eropa. Jangan-jangan dia memang bukan seorang manusia, melainkan vampir penghisap darah seperti yang ada di film Twilight! Mungkinkah dia Edward Cullen versi dunia nyata? Woaahh, … Haruskah aku meminta foto berdua?” batin Jayden yang malah mengkhayal kemana-mana.


“Apa maksudmu?” tanya Jayden.


Dia pun mulai merasa aneh dengan perkataan pria aneh yang di temuinya itu, meskipun di dalam hatinya merasa takjub dan juga takut kalau sampai darahnya akan dihisap oleh pria yang di anggapnya sebagai Edward versi asli itu.


“Kau harus melepaskan ini agar bisa mengerti semua perkataanku!” ujar Pria itu sambil menarik kalung berbentuk kunci dan terdapat sebuah cincin yang berada di leher Jayden.


Kalung yang menyegel kekuatan jayden selama ini yang tidak dapat di lihat dengan mata manusia biasa. Namun, dengan cepat Jayden berhasil menghindari tangannya.


Tampak Pria itu terlihat semakin kesal dengan tingkah Jayden yang seolah sedang mempermainkannya.


“Hay, tunggu dulu! Kenapa kau mau mengambil kalungku? Apakah kau takut dengan kalungku ini, Hah? Atau kau tidak bisa menghisap darahku karena kalung ini?”


Jayden pun mencoba mempertahankan kalungnya dan terus mengeluarkan perkataan yang sangat konyol kepada Pria itu. Namun, Pria tersebut tak memperdulikan ocehannya. Dia langsung menarik kalung Jayden dengan paksa hingga terlepas dari leher Jayden.


Saat Pria menarik lepas kalung berbentuk kunci dan cincin itu dari leher Jayden, seketika itu juga Jayden merasakan sensasi terbakar dan suhu dingin secara bersamaan di sekujur tubuhnya.


Dan perlahan Jayden merasakan sakit yang luar biasa pada seluruh tubuhnya, bahkan seluruh tubuhnya mengeluarkan api berwarna biru bercampur dengan warna emas.


Jayden terus berteriak kesakitan, sedangkan Pria itu hanya diam menatapnya. Hingga sebuah pedang tiba-tiba muncul di tangannya bersamaan dengan tujuh bayangan pedang yang mengelilingi tubuh Jaydon.


Pria itu tampak sangat terkejut dengan munculnya pedang itu di lihat dari ekspresi di wajahnya.


“Akhhh, … Sa-sakit, … Pa-panas, ….! Aa-apa yang kau lakukan padaku, Haah? Akhhhhhhh, ….”


Teriakan kesakitan keluar dari mulut Jayden, sorot matanya memancarkan kebencian. Sekuat tenaga Jayden menekan rasa sakit yang terus menjalar ke seluruh tubuhnya itu.


Namun, semakin Jayden mencoba menahannya perasaan panas itu semakin menjalar seakan engah membakar seluruh tubuhnya. Dan perasaan dirinya seperti membeku terus bergantian dengan perasaan terbakar itu.


“Membantumu menemukan jati dirimu yang sebenarnya,” jawab Pria tersebut dengan santainya sembari menyaksikan Jayden yang sedang merasa tersiksa itu.


“Ke-kenapa? Ke-kenapa kau melakukan ini kepadaku, Hah! Aaakkh, ….!”


Jayden kembali berteriak begitu sebuah pedang muncul di genggaman tangannya di sertai rasa sakit yang membuatnya langsung tidak sadarkan diri di tempatnya. Seketika cahaya yang keluar dari tubuh dan pedang itu pun menghilang tanpa jejak.


“Ternyata 7 Mata Pedang langsung muncul begitu aku membuka segel kekuatannya, bahkan pedang itu langsung melindungi pemiliknya yang sudah sekarat, ” gumam Pria itu sembari tersenyum kecut.


“Karena aku merasa bosan dan ingin bermain sedikit denganmu, manusia yang terpilih,” lanjut Pria tersebut, walaupun Jayden tidak akan mendengar perkataannya yang satu ini.



Bagaimana? Seru sekali, bukan?


Itulah dua karya terbaru Author di Noveltoon atau Mangatoon. Silahkan berkunjung bagi yang tertarik dan jangan lupa berikan dukungannya seperti like, komen dan bagi tipsnya😉