Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Xavier Kembali Menggila Part. 1



Disisi lain, setelah memastikan pesawat yang di naiki Luca dan Axlyn lepas landas. Rayden juga langsung beraksi, dia langsung membereskan orang-orang yang terus mengikuti mereka sampai di bandara.


Sementara Noland bertugas membawa Julia dan Zhia kembali ke ZL Hotel dengan aman tanpa perlu mengetahui apapun.


Rayden hanya perlu membawa empat orang pengawalnya untuk membereskan orang-orang itu dengan tenang.


Dia pun mulai mengarahkan orang-orang itu kesebuah tempat sepi yang berada di sisi lain bandara. Meskipun jumlah musuh lima kali lipat dari jumlah pasukannya, hal itu tidak membuat Rayden merasa terdesak sedikitpun.


“Apa kalian sudah memberitahunya bahwa putriku dan menantuku sudah dalam perjalanan bulan madu mereka?” Pertanyaan Rayden dan sosoknya yang tiba-tiba muncul membuat orang-orang itu sedikit merasa terkejut.


“Jangan sampai kalian salah memberikan informasi padanya! Aku yakin kalian pasti sudah memberi tahu dia bahwa pesawat itu menuju ke Paris, bukan?” sambung Rayden yang mulai mengeluarkan smirk iblis andalannya.


“Rayden Cano Xavier!” ujar salah satu orang itu tanpa sadar.


“Benar, akulah Rayden Cano Xavier! Aku bisa menjadi malaikat maut, raja iblis dan lain sebagainya tergantung bagaimana cara kalian mengusikku,” jelas Rayden dengan penuh percaya diri.


“Tapi karena kalian hanya orang-orang suruhannya, maka aku akan memperkenalkan diri sebagai Rayden Cano Xavier sang malaikat maut bagi kalian. Aku akan memberikan kematian termudah untuk kalian semua. kalian hanya perlu merasakan sedikit rasa sakit dalam prosesnya,” sambung Rayden sembari meminta sebilah pisau panjang dari anak buahnya.


“Jadi, matilah kalian semua di tanganku!”


Tanpa membuang waktu, Rayden langsung mengajak pisaunya untuk menari bersama. Menyerang, menusuk, dan menyayat urat nadi para musuhnya tanpa ampun. Karena tempat itu jarang di masuki orang-orang, maka Rayden pun dapat dengan mudah melakukan sesuka hatinya.


Memang ada perlawanan sengit dari para musuhnya, tapi tidak membuat Rayden merasa terdesak sedikitpun. Rayden malah akan semakin menggila setiap kali orang-orang itu berniat untuk menyerangnya.


Tak butuh waktu lama, Rayden dan ke empat anak buahnya akhirnya berhasil membereskan orang-orang suruhan Luke dengan mudah. Hingga tersisa satu orang yang Rayden memberikan kesempatan hidup untuk beberapa saat.


Kemudian Rayden berkata, “Sebelum kau juga menyusul teman-temanmu itu. Aku beritahu satu kebenarannya, bahwa orang yang saat ini berada di pesawat itu dan yang sedang menuju ke Paris. Mereka bukanlah Lucia ataupun Levi, tapi orang yang akan membunuh pemimpinmu.”


Perkataan Rayden sontak saja membuat orang itu terkejut, begitu dia menyadari bahwa semua ini adalah jebakan untuk menangkap dan membunuh Luke.


Dia pun langsung mengambil alat komunikasinya untuk memberitahu semua orang bahwa semua ini adalah jebakan klan BlackSky dan klan Z-LUC. Namun, Papah Ray tentu saja tidak tinggal diam. Dia langsung menikam orang itu berkali-kali sebelum sambungan telepon itu saling terhubung.


“Sudah aku katakan sejak awal! Kali ini kedatanganku sebagai malaikat maut bagi kalian. Jadi, matilah tanpa menimbulkan masalah lain,” bisik Rayden pada orang yang sudah sekarat di tangannya itu.


Selesaikan mengatakan itu, Rayden kembali menusuknya sampai orang itu tak bernapas lagi. Dia pun membersihkan tangannya yang berlumuran darah dengan menggunakan sapu tangan yang berada di saku jas orang yang baru di bunuhnya.


“Dimana posisi Felix dan Jaydon sekarang?” tanya Rayden pada salah satu anak buahnya.


“Silahkan anda memastikannya sendiri, Tuan muda!” jawab sang anak buah sembari memberikan ponselnya yang menampilkan posisi Felix saat itu.


“Aku akan pergi sendiri! Kalian bereskan semuanya dengan rapi,” perintah Rayden pada ke empat anak buahnya.


“Baik, Tuan muda! Percayakan pada kami,” sahut keempat anak buah itu seraya membungkuk memberi hormat saat Rayden berjalan menuju mobil.


Begitu masuk ke dalam mobilnya, Rayden langsung menyalakan mesin dan tancap gas dengan kecepatan penuh agar tidak membuang waktu untuk tiba lebih cepat di lokasi Felix dan lainnya berada.


Benar saja, Felix, Jaydon dan Ryuga juga tengah meluluh lantahkan markas Luke yang tersisa. Lokasi persembunyian anak buah Luke mereka dapatkan dari chip yang terpasang di leher Leona saat pertarungannya dengan Luca.


Lokasinya berada di dalam hutan yang ternyata ada sebuah rumah mewah yang berdiri indah di sana. Tidak seperti seperti sebelumnya, rumah itu terlihat sangat di rawat dengan halaman yang sangat luas dan tembok tinggi yang mengelilingi rumah itu.


Tanpa memperdulikan apapun, pasukan Felix dan Jaydon langsung memaksa masuk dengan menghabisi para penjaga gerbang dan para penjaga yang berada di sekitar halaman.


“Tentu saja, bahkan di sini seperti gudang barang-barang terlarang yang merusak masa depan para warga negara ini. Sudah pasti para setan ini akan sangat menyukainya sebagai tempat tinggal,” ujar Jaydon menimpali.


“Siapa kalian?” tanya salah satu orang yang bertanggung pada tempat itu.


“Ouh, … Benar sekali! Kita harus memperkenalkan diri dulu sebagai bentuk sopan santun, Jay!” ujar Felix dengan santainya.


“Sopan santun apanya? Kita bahkan sudah menerobos masuk dengan merobohkan gerbang yang ada di depan,” gerutu Jaydon yang tak mau meladeni kekonyolan Felix lagi.


“Jangan buka aib ‘dong!” seru Felix pada Jaydon menyuruhnya untuk diam.


“Baiklah, Perkenalkan aku Felix dan ini temanku namanya Jaydon. Lalu ada Ryuga di sana, _... Looh! Jay, dimana bocah itu sekarang?” Felix baru menyadari bahwa Ryuga tidak ada bersama mereka.


“Bukankah kau menyuruhnya untuk membereskan yang di luar,” sahut Jaydon dengan tatapan penuh kekesalan pada tingkah Felix.


“Ouh, … Kau benar! Aku lupa untuk sesaat,” ujar Felix dengan ’sok polosnya.


“Dasar gila,” umpat Jaydon lirih yang di tunjukan pada Felix.


“Jadi, sekarang giliran kalian! Dimana yang namanya Leona dan Kaendra?”


Kali ini Felix memperlihatkan keseriusannya, tapi bukannya menjawab secara baik-baik anak buah Luke malah langsung menyerang mereka secara bersamaan. Pertarungan pun tidak dapat di hindari, Felix dan Jaydon seketika menggila dan menghabisi orang-orang itu dengan berbagai cara.


Sampai orang yang di cari oleh mereka pun muncul, Kaendra langsung menargetkan untuk membunuh Felix. Sedangkan Jaydon masih terjebak oleh anak buah Luke yang menyerangnya secara bersamaan.


“Apa kau mencari ku?” tanya Kaendra sembari mengayunkan pisaunya yang di tunjukan ke dada Felix.


“Sial, seharusnya kau memberi salam terlebih dahulu saat datang! Dasar setan yang tidak tahu sopan santun,” umpat Felix yang hampir saja terkena pisau itu kalau tidak cepat menyadari keberadaan Kaendra di belakangnya.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...