Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Istri Kesayangan Ceo SD Group



“Tidak, kalian berdua memang pasangan yang sangat cocok. Namun, aku masih tidak menyangka saja bahwa dulu kau yang bertugas sebagai pengawal putriku kini malah menjadi suaminya,” ujar Zhia yang masih tidak percaya dengan takdir yang antara Levi dan Lucia.


“Hehehee, … Aku juga tidak pernah menyangka bisa seperti ini,” sahut Levi yang terlihat malu-malu pada Mamah mertuanya.


“Ouhya, … Mamah dengar ada salah satu bawahanmu yang bernama Axlyn. Apakah kau cukup dekat dengannya?” tanya Zhia yang ingin mencari informasi tentang Axlyn dari menantunya.


“Axlyn? Bisa di bilang kami memang cukup dekat sebagai boss dan anak buah, sungguh tidak ada hubungan lain selain itu, Mah!” jelas Levi yang mengira bahwa Zhia sedang mencurigai dirinya.


“Tenanglah, Mamah percaya di hatimu hanya ada Lucia seorang! Mamah menanyakan tentang Axlyn, karena ini menyangkut dengan Luca,” ujar Zhia yang akhirnya memberitahu maksudnya menanyakan Axlyn.


“Aaah, … Jadi, seperti itu! Memang ada apa dengan Luca dan Axlyn, Mah?” tanya Levi yang akhirnya bisa bernapas dengan lega.


“Ada sesuatu nanti kau juga akan mengetahuinya sendiri,” jawab Zhia yang tidak ingin langsung memberitahu Levi.


“Menurutmu, dia wanita yang seperti apa?” tanya Zhia yang meminta pendapat dan penilaian tentang Axlyn pada Levi.


“Emmm, … Kalau menurutku, dia wanita yang sangat bertanggungjawab terhadap tugasnya. Axlyn juga wanita yang mudah berteman dengan siapapun, sehingga banyak laki-laki yang diam-diam menaruh hati padanya. Namun, karena sifatnya sebelas dua belas dengan Lucia makanya banyak yang tidak berani menyatakan perasaannya secara langsung,” jelas Levi menurut apa yang dia perhatian selama ini.


“Jadi, seperti itu! Apakah dia sudah memiliki kekasih atau mungkin pria yang sedang dia sukai?” tanya Zhia lagi yang semakin penasaran dengan sosok Axlyn.


Levi pun langsung terdiam mendapat pertanyaan seperti itu dari mamah mertua. Terlebih lagi pria yang di sukai oleh Axlyn adalah dirinya sendiri. Tidak lucu ‘kan kalau Levi menjawab bahwa dia ‘lah pria yang saat ini sedang di sukai oleh Axlyn.


“Saat ini Axlyn tidak mempunyai kekasih, Mah! Tapi ada pria beristri yang dia sukai,” ujar Lucia yang menjawab pertanyaan dari Mamahnya.


“Hah? Siapa pria itu?” Sontak Zhia pun menjadi terkejut dan semakin penasaran siapa pria beristri yang di sukai oleh Axlyn itu.


“Ini, menantu baru mamah inilah pria yang di sukai oleh Axlyn,” jawab Lucia sembari mencubit perut Levi dengan gemasnya.


“Hahahaaa, … Kalian berdua sedang mengerjai Mamah ‘yah!” Zhia pun hanya bisa tertawa, kerena menganggap perkataan Lucia hanyalah sebuah candaan saja.


“Itu benar, Mah! Jadi, berhentilah mencari tahu tentang dia,” ujar Luca yang langsung membenarkan perkataan Lucia dan menyuruh Mamahnya untuk berhenti membahas tentang Axlyn lagi.


“Hah?”


Zhia pun terdiam, saat itu juga dia menyadari bahwa tidak seharusnya dia ikut campur terlalu jauh tentang hubungan percintaan anaknya. Sejak saat itu, Zhia pun tidak ingin membahas lagi tentang Axlyn.


Hingga hari kembalinya Levi, Lucia dan Kakek Roman akhirnya tiba. Keluarga Xavier pun mengantar mereka sampai di bandara, berkat doa semua orang mereka pun tiba di negara K dengan selamat.


...****************...


Tanpa terasa sudah satu bulan lebih usia pernikahan Levi dan Lucia. Semuanya pun berjalan dengan damai, bahkan tanda-tanda kedatangan Luke lagi sudah tidak mereka rasakan. Luka di tangan Axlyn pun sudah sembuh dan mengering, berkat bantuan dari Jack dan adiknya yang merawatnya dengan baik. Bahkan setelah Levi kembali, Lucia sendiri yang merawat luka Axlyn sampai sembuh.


Levi pun kembali menjalani kehidupannya seperti biasanya, tapi sekarang semua terasa sangat luar biasa semenjak keberadaan Lucia yang selalu berada disisinya. Begitu pula dengan Kakek Roman yang tidak merasa kesepian di rumahnya lagi, karena selalu ada Lucia di rumah.


Bahkan ada saat Levi tidak mau lepas dari sisi Lucia, hingga dia membawa istri kesayangannya itu ke perusahaan. Semua karyawan pun menyambut meriah kedatangan istri dari Ceo mereka yang sangat cantik dan begitu menawan. Hingga tidak mungkin tidak ada orang yang tidak mengenali Lucia di perusahaan ZD Group.


Kini Levin telah membawa Lucia masuk ke ruang kerjanya. Disaat yang sama Lucia pun ingin menyampaikan keinginannya kepada Levi. Namun, Lucia sedikit ragu untuk mengatakannya mengingat Levi yang begitu posesif padanya.


“Lihatlah, semua karyawanku bahkan lebih mengagumi dirimu di bandingkan dengan Ceo-nya sendiri,” ujar Levi yang sengaja ingin menggoda istrinya.


“Iya, aku sangat cemburu pada siapapun yang melihatmu. Rasanya ingin sekali aku menyembunyikan mu, tapi di sisi lain aku ingin selalu berada di sampingmu seperti ini,” ujar Levi yang benar-benar dalam dilema besar.


“Bee, bolehkah aku meneruskan study kedokteranku?” pinta Lucia yang terkesan seperti meminta ijin dari suaminya.


“Kenapa tiba-tiba, _....”


“Ini tidak tiba-tiba, sejak awal kedatanganku ke negara ini adalah untuk menjadi seorang dokter terhebat di dunia! Aku sudah bekerja keras selama ini untuk menjadi dokter hebat di usia yang masih muda. Lalu aku terus memikirkan impianku untuk menjadi seorang dokter,” potong Lucia sebelum Levi menolak dengan tegas permintaannya.


“Kenapa kau menyimpan masalah ini begitu lama?” tanya Levi yang tidak menunjukan raut wajah apapun.


“Maaf!” Hanya kata maaf yang bisa Lucia ucapkan.


“Tidak seharusnya dirimu yang meminta maaf, My Queen! Aku ‘lah yang seharusnya meminta maaf kepadamu. Karena terlalu terbuai dengan kebahagiaan ini, aku sampai melupakan hal yang membuatmu bahagia,” ujar Levi seraya memeluk tubuh istrinya.


“Maafkan aku, My Queen!” ucap Levi dengan setulus hatinya.


“Jadi, kau mengijinkan untuk bekerja sebagai dokter?” tanya Lucia yang ingin memastikan kesimpulannya benar atau tidak.


“Tentu, pekerjaan yang begitu mulia untuk malaikat seperti istriku ini. Kenapa aku harus melarangnya,” jawab Levi yang tentu saja mengijinkan Lucia melakukan apapun yang dia sukai.


“Benarkah? Terima kasih, Bee!” seru Lucia yang menciumi wajah Levi berkali-kali, karena terlalu bahagia.


“Baiklah, sekarang katakana padaku. Dimana rumah sakit yang akan menjadi tempat kerjamu? Dan kapan kau akan mulai bekerja?”


Sebelum itu, Levi harus mengetahui tentang tempat kerja Lucia agar dia bisa menempatkan beberapa orang sebagai mata-mata. Rencananya itu pun langsung di sadari oleh Lucia, alhasil dia tidak bisa menjalankan rencananya yang satu ini karena Lucia merasa tidak nyaman jika di awasi oleh orang lain.


“Kenapa? Jangan bilang kau ingin menempatkan mata-mata di sekitarku,” ujar Lucia dengan tatapan tajamnya.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...