
Karena acaranya berlangsung hingga hampir tengah malam, mereka semua pun memutuskan untuk menginap di ZL Hotel dengan pelayanan dan kamar terbaik yang ada di hotel tersebut. Sementara, Levi dan Lucia menempati kamar sebelumnya yang menjadi saksi malam pertama mereka dulu yaitu kamar Z-7UC14.
Begitu Rayden mengantar Zhia ke dalam kamar mereka, dia pun langsung menyeret keempat anak laki-lakinya untuk mendengar semua yang telah terjadi selama pernikahan Lucia tanpa tertinggal satu pun.
Ternyata bukan hanya Rayden saja yang penasaran dnegan apa yang terjadi, Noland pun juga menemui Luca dan Triple untuk ikut mendengarkan. Tentunya setelah dia mengantar istri tercintanya sampai masuk ke dalam kamar mereka.
Will, Felix dan Jaydon pun tidak mau ketinggalan. Mereka pun menggunakan kamar Luca sebagai tempat rapat dadakan. Sementara pihak Levi hanya di wakilkan oleh Jack dan Axlyn saja yang masih belum mengganti gaunnya, karena tidak sempat untuk membeli gaun lain di sekitar hotel tersebut.
“Luca, sekarang jelaskan pada kami apa yang terjadi selama pernikahan Lucia sedang berlangsung?” tanya Noland lebih tepatnya seperti investigasi.
“Seperti yang Luca jelaskan sebelumnya! Ada sekelompok orang yang datang dengan niat menghancurkan pernikahan Lucia dan Levi, tapi kami sudah mengurusnya dengan baik,” ujar Luca yang tak mau mengulangi penjelasannya, karena sama seperti sebelumnya.
“Bajingan gila itu datang di pernikahan Lucia, bukan?” tanya Rayden memastikan kecurigaannya.
“Ehmm, … Dia datang dengan menggunakan identitas orang lain,” jawab Luca membenarkan.
“Ini sudah tidak bisa di biarkan. Kali ini kita harus membereskan dia sampai ke akarnya,” ujar Noland yang tidak bisa tinggal diam lagi.
“Sepertinya tidak semudah itu, Tuan besar! Sampai saat ini tidak ada satu pun dari kita yang pernah melihat wajahnya,” terang Will menyuarakan pendapatnya.
“Paman Will benar, tapi sebenarnya sekarang sudah bisa untuk mencari tahu keberadaannya. Karena aku telah menyembunyikan sebuah chip di bagian tubuh salah satu anak buahnya. Dan juga ada satu orang yang bisa mengenali orang tersebut,” jelas Luca seraya melontarkan tatapan pada Axlyn.
“Benar, sepertinya dia datang bersama wanita itu. Wanita yang sangat aku kenal di masa lalu,” ujar Axlyn mulai membuka suara.
“Namun, saat ini bukan waktu yang tepat untuk kita melakukan pengejaran pada mereka. Tapi kita harus memikirkan bagaimana caranya agar lokasi bulan madu Levi dan Lucia tidak bisa di lacak serta di ketahui oleh mereka. Itu adalah hadiah pernikahan yang di minta Lucia padaku secara khusus. Bisakah kalian semua membantuku memikirkan lokasi dan caranya?” jelas Luca sembari meminta pendapat dan bantuan pada mereka.
“Luci meminta itu juga padamu?” tanya Noland memastikan.
“Papah juga?” tanya Rayden yang terkejut, karena dia juga mendapat permintaan seperti itu dari Lucia.
“Papah dan Grandpa juga!” seru Luca tak percaya.
“Dasar Lucia!” seru Noland, Rayden dan Luca serentak, karena mereka bertiga mendapat permintaan yang sama dari Lucia.
“Tapi Kak Luci tidak meminta apapun dariku,” ujar Regis dengan wajah polosnya.
“Aku juga,” sahut Rayga.
“Sama!” Ryuga menambahkan.
Seketika semua orang pun terdiam sembari memikirkan sebuah rencana untuk mengirim Lucia dan Levi berbulan madu dnegan aman dan nyaman. Namun, tidak ada satu pun ide yang muncul apalagi dalam kondisi bahaya dengan ancaman yang terus di lancarkan oleh pihak Luke.
“Aku mempunyai sebuah rencana cemerlang!” seru Felix tiba-tiba.
“Firasatku buruk, jika Felix sudah membuka mulutnya,” gumam Rayden yang masih kesal dengan perbuatan Felix yang menjebaknya untuk bernyanyi tadi.
“Kenapa aku yang merasa merinding,” batin Luca.
“Sebenarnya kita sedang membahas mengenai apa ‘sih?” tanya Jack membisikan pada Axlyn.
“Entahlah, tapi firasatku buruk soal ini,” balas Axlyn lirih.
...****************...
Sementara itu, di kamar pengantin terlihat Lucia sedang berusaha untuk melepaskan gaunnya. Namun, sekeras apapun Lucia berusaha dia tetap saja tidak dapat membuka ritsleting gaun pengantin yang berada di belakang punggungnya. Hingga pintu kamar mandi pun terbuka, memperlihatkan tubuh Levi yang masih basah dengan air di balik kimononya.
“Tanganku ternyata tidak sampai untuk melepasnya sendiri,” jawab Lucia dengan malu-malu.
“Bia raku membantumu,” ujar Levi sembari tangannya menurunkan ritsleting gaun pengantin Lucia.
“Mmm, … Terima kasih,” ucap Lucia wajahnya semakin memerah.
“Seharusnya tadi kita mandi bareng saja. Jadi, tidak membuang-buang waktu seperti ini,” ujar Levi, tangannya mulai membelai punggung dan leher Lucia.
“Biarkan kau mandi dulu, kita akan melanjutkannya nanti,” pinta Lucia yang sudah tidak tahan ingin mengguyur tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket karena keringat itu.
“Kenapa harus mandi dulu. Bukankah nanti kita juga akan mandi lagi setelahnya.”
Levi berusaha membujuk dan merayu Lucia agar tidak membuat waktu lagi. Dan segera memulai ritual malam keduanya, tapi sayangnya dia sepertinya harus tetap bersabar. Karena Lucia sama sekali tidak mau mendengarkan permintaannya.
“Sabarlah, sayang!” ujar Lucia yang langsung berlari menuju ke kamar mandi sebelum benar-benar di terkam oleh Levi saat itu juga.
“Jangan lama-lama, sayang!” seru Levi yang tersenyum melihat tingkah menggemaskan Lucia yang malu-malu.
Sembari menunggu Lucia dnegan kegiatan mandinya, Levi pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dia mencoba melihat-lihat isi pesan di ponselnya. Namun, siapa sangka Lucia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kegiatan mandinya. Hingga tanpa terasa Levi mulai terlelap dalam mimpi indahnya.
Tak lama setelah Levi memasuki alam mimpinya, Lucia pun keluar dari kamar mandi dnegan mengenakan kimono yang sepasang dengan yang di kenakan Levi. Lucia pun hanya tersenyum gemas saat melihat Levi yang ternyata sudah tertidur dengan pulasnya.
Lucia pun mendekati Levi dan duduk di sampingnya, dengan penuh kelembutan dia membelai rambut dan wajah tampan Levi. Sungguh Lucia merasa sangat beruntung karena bisa memiliki suami yang sangat tampan dan begitu mencintainya seperti Levi.
“Aku merasa seperti wanita yang paling beruntung karena bisa memilikimu, Kak Levi! Terima kasih sudah mau berubah demi mencintai diriku seorang. Apa dan bagaimana pun masa lalu, tidak akan pernah bisa mengubah kenyataan bahwa hanya kau satu-satunya pria yang berhasil memiliki hatiku. Aku sangat mencintaimu, Kak Levi!” ucap Lucia yang terus saja menatap wajah Levi yang sedang terlelap.
“Tampannya suamiku ini,” puji Lucia.
“Tidurlah, Cintaku! Semoga mimpi indah dan jangan lupa untuk memimpikan diriku,” lanjut Lucia sembari mengecup bibir Levi sekilas.
Setelah itu, Lucia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Levi dan memeluknya dengan erat. Malam pertama selepas pernikahan pun berlalu begitu saja.
Karena Levi yang tak sengaja tertidur dan Lucia yang juga sudah merasa sangat lelah setelah acara pernikahan mereka yang menguras tenaga dan mentalnya.Esok harinya Levi pasti sangat menyesal seumur hidupnya, karena melewatkan malam pertamanya begitu saja.
^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...