Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Persahabatan Pria Dan Wanita



“Tepat sekali! Papah juga mengharapkan hal itu terjadi pada kalian semua,” ujar Rayden yang sependapat dengan istrinya.


“Baik, Pah!” sahut Triple R bersamaan.


“Pah, bolehkah Regis tahu cinta yang seperti apa yang terjalin antara Grandpa dan Grandma! Sepertinya mereka tidak pernah bertengkar dalam waktu yang lama dan selalu saja terlihat romantic sepanjang waktu. Seakan tidak akan pernah terpisahkan, bahkan kematian sekalipun,” ujar Ryuga yang kembali penasaran.


“Ada yang menyebutnya sebagai Pragma atau cinta yang praktis. Pasalnya cinta itu tumbuh karena adanya kewajiban, komitmen dan akibat keadaan tertentu,” jelas Rayden.


“Benar sekali! Pragma merupakan jenis cinta yang tumbuh dari pasangan yang telah bersama selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Cinta itu matang seiring berlalunya waktu, cinta yang telah dipertahankan melalui upaya dan pertimbangan yang sama dari kedua pasangan, cinta yang bertahan selamanya,” imbuh Zhia yang ikut menjelaskan.


“Cinta inilah yang kamu lihat dari Mamah dan Papah atau Grandpa dan Grandma-mu. Dari semua jenis hubungan cinta, pragma adalah yang termanis karena bertahan selamanya, jenis cinta yang ingin dicapai oleh semua orang. Karena tidak semua orang bisa menua bersama orang yang mereka cintai.” Rayden menambahkan pada point terpentingnya.


“Bisakah kami juga memiliki cinta yang seperti itu?” tanya Regis berandai-andai.


“Tentu saja! Bila Tuhan berkehendak, bila pasanganmu orang tepat dan bila kau sendiri mau melakukannya. Maka kalian akan mendapatkan cinta itu untuk selamanya,” jawab Zhia.


“Masih adakah wanita yang seperti Grandma, Mamah atau Kak Lucia di dunia ini?” gumam Rayga yang terdengar jelas oleh Rayden dan yang lainnya.


“Tentu saja tidak ada, meskipun ada yang bentuknya sama persis tetap akan terlihat perbedaannya dalam segi apapun,” tukas Rayden yang langsung mengerti arah pembicaraan Rayga.


“Kenapa memangnya, Ga?” tanya Zhia penasaran alasan Rayga berkata seperti.


“Sebab Rayga ingin memiliki istri yang setidaknya mirip dengan Grandma, Mamah atau Kak Lucia dalam segala hal nantinya,” jawab Rayga dengan raut wajah seriusnya.


“Sudah Papah duga, kau pasti mengarah pada hal yang belum terjadi! Kalian masih kecil sebaiknya perbanyak pertemanan terlebih dahulu, sehingga kau bisa belajar membedakan mana orang yang sifat dan kelakuannya baik dan mana yang jahat,” ujar Rayden menyarankan kepada anak-anaknya agar tidak terlalu memikirkan masa depan yang belum jelas dan menyuruh mereka untuk focus pada masa sekarang saja.


“Ada benarnya apa yang di katakan Papah kalian barusan, cinta kasih sayang terhadap teman-teman.” Zhia lagi-lagi membenarkan.


“Rasa cinta inilah yang menumbuhkan persahabatan di antara dirimu dengan beberapa orang tertentu. Persahabatan sendiri telah terbukti dapat bertahan lama hingga selamanya pada kehidupan manusia. Cinta ini juga dianggap sebagai bentuk cinta paling murni karena tidak melibatkan keintiman fisik atau seksual. Ada batasan yang sehat dan tidak ada rasa iri dalam hubungan ini,” lanjut Zhia.


“Seperti persahabatan Papah dengan Paman Will, Paman Felix dan Paman Jaydon. Iya ‘kan, Mah?” ujar Regis yang langsung bisa menyimpulkannya dengan tepat.


“Dan juga seperti persahabatan Mamah dengan Bibi Alea, Bibi Karina dan Bibi Sunny,” imbuh Rayga.


“Benar sekali! Memiliki seorang sahabat membuat hidupmu lebih berarti, baik senang maupun sedih sahabat akan menjadi tempat terbaik untuk mencurahkan segala keluh kesahmu,” ujar Zhia.


“Tapi, Mah! Bisakah pria dan wanita hanya berteman atau bersahabat saja, tanpa ada munculnya perasaan yang lain di antara mereka?” tanya Ryuga yang penasaran akan sesuatu.


“Hmmm, … Persahabatan antara pria dan wanita itu cukup sulit di pertahankan untuk tidak muncul perasaan lain. Kebanyakan salah satu di antara mereka pasti ada yang diam-diam jatuh cinta, bahkan bisa kedua dan akhirnya memilih untuk meraih cinta lain,” jelas Zhia yang sebenarnya dia sendiri juga masih ragu dengan jawabannya tersebut.


“Namun, jika persahabatan itu sendiri benar-benar murni dan tulus. Maka keduanya akan tetap menjadi sahabat selamanya, meskipun ada pihak luar yang berusaha menjodohkan keduanya,” imbuh Rayden yang memberitahu kemungkinan lainnya.


“Tapi bukankah kebanyakan cinta berawal dari sebuah pertemanan?” tanya Zhia, sebab dia sudah melihat contoh nyatanya yaitu pasangan para mantan pengawalnya.


“Kata siapa? Buktinya kita berdua saling jatuh cinta karena anak,” sanggah Rayden yang bermaksud ingin menggoda Zhia.


“Ishh, … Kau ini! Bisa tidak jangan membuka aib sendiri di depan anak-anak?” ketus Zhia yang kesal dengan bercandaan suaminya.


“Kenapa? Biar mereka bisa belajar dari kesalahan yang kita buat,” ujar Rayden yang menganggapnya dengan santai.


“Terserahlah! Aku mau istirahat saja sekarang,” sungut Zhia yang akhirnya ngambek dan berpura-pura tidur.


Setelah melewati beberapa jam dalam penerbangan, akhirnya pesawat yang mereka naiki mendarat juga di bandara internasional negara A. Kedatangan mereka pun di sambut oleh para anak buah Rayden.


Dengan menaiki mobil mewah, mereka pun langsung menuju ke kediamanan Xavier. Terlihat Kakek Roman dan Noland sudah semakin akrab hanya dalam beberapa jam saja, dia juga terlihat sangat menikmati kunjungan di tempat besannya itu.


...****************...


Sementara di sisi lain, Luca masih setia menemani Axlyn di rumah sakit. Begitu efek obat biusnya menghilang, Axlyn pun perlahan mulai membuka matanya. Dia cukuup terkejut, karena dirinya terbangun di rumah sakit dengan Luca yang ada di sampingnya.


“Ughh, …” Axlyn merintih pelan, sesat dia lupa bahwa tangan dan perutnya terluka.


“Akhirnya kau bangun juga! Apakah kau bermimpi indah sampai tertidur selama ini?” ujar Luca yang langsung mendekat pada Axlyn.


“Apa kau membawaku ke rumah sakit?” tanya Axlyn lirih, karena tenaga belum pulih sama sekali.


“Kalau bukan aku siapa lagi,” jawab Luca.


“Seharusnya kau tidak perlu berbuat sampai sejauh itu,” ujar Axlyn lagi.


“Kau mau mati?” tukas Luca yang sedikit kesal dengan perkataan Axlyn yang bukannya mengatakan terima kasih, tapi dia malah menyuruhnya untuk mengabaikannya.


“Jika memang mau mati seharusnya bilang sejak awal, sehingga aku tidak perlu repot-repot membawamu ke rumah sakit seperti ini,” lanjut Luca dengan nada ketusnya.


Menyadari perubahan sikap Luca yang kini terlihat kesal dan seakan sedang menahan emosinya


“Tidak! Aku mau minum, bisakah kau membantuku mengambilkannya,” pinta Axlyn mengalihkan topik pembicaraan.


“Tunggu sebentar,” ujar Luca yang langsung beranjak untuk mengambilkan air minum untuk Axlyn.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...