Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Akhirnya 'SAH' guys!



“Dia sangat cantik,” gumam Luke yang terpesona dengan Lucia untuk yang ke sekian kalinya.


“Harus aku akui dia memang sangat cantik, tapi sekarang kau sudah tidak bisa menjadikannya sebagai Kakak Iparku,” sahut Leona menyindir Kakaknya secara langsung.


“Diamlah, bagaimana pun juga aku pasti akan mendapatkan!” seru Luke dengan nada bicaranya yang harus dia tahan agar orang lain tidak bisa mendengarnya.


“Tumben kau tidak keberatan dengan bekas orang lain?” ujar Leona yang sedikit terkejut, karena Luke masih saja menginginkan Lucia padahal sudah jelas kini wanita itu telah bersama pria lain.


“Anggaplah, kalau aku memang sudah tergila-gila padanya,” sahut Luke yang tidak mempermasalahkan perkataan adiknya lagi.


“Apakah hadiahku sudah siap?” tanya Luke memastikan.


“Mungkin tepat setelah mereka menyatakan janji pernikahan masing-masing, hadiahmu akan tiba di sini,” jawab Leona sembari memeriksa pesan yang masuk di ponselnya.


“Waktu yang tepat,” gumam Luke tersenyum penuh arti.


...****************...


Kemudian, beralih pada pasangan pengantin kita hari ini. Dengan tangan yang saling menyatu Levi dan Lucia pun mulai berjalan untuk menghadap sang pendeta yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Pendeta itu juga yang akan menjadi saksi pernikahan dan janji suci untuk cinta mereka berduanya selain Tuhan dan para tamu yang hadir.


Tidak seperti pernikahan Rayden dan yang lainnya. Kali ini Levi dan Lucia memilih untuk mengucapkan janji pernikahannya sendiri. Mereka ingin janji suci pernikahan itu di katakana langsung oleh mereka agar tersimpan ketulusan di setiap kata yang nantinya mereka ucapkan.


“Saya Zaen Der Levi! Dengan ini mengambil Lucia Cano Xavier menjadi seorang istri untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang. Pada waku berlimpah maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kami berdua sesuai hukum Tuhan yang pasti. Inilah janji setia yang tulus, setulus cintaku kepada Lucia Cano Xavier yang selamanya akan menjadi belahan jiwa dari Zaen Der Levi,” ucap Levi yang sengaja menambahkan kalimat terakhir.


“Woww, … Keren, Levi!” seru Will.


“Keren, … Tidak sia-sia kau menunggu Nona sejak kecil, sekarang perjuanganmu membuah hasil yang sangat memuaskan!” Jaydon pun yang biasanya diam saja pun saat itu ikut berseru.


“Yess, … Semoga langsung TopCer kembar lima!” seru Felix yang tidak kira-kira.


Sontak saja, Trio somplak pun langsung heboh dengan meneriaki Levi dan mengatakan sesuatu yang tentunya membuat tamu undangan yang hadir menjadi tersenyum malu. Meskipun begitu, tidak mengubah suasana yang sangat sakral saat pengucapan janji pernikahan tersebut.


“Husst, … Sebaiknya kalian diam sekarang, akalua tidak ingin menjadi mayat setelah pernikahan ini selesai,” ujar Axlyn mengingatkan ketiganya.


“Apa?” sahut Felix dengan kesal, karena meras terganggu dengan perkataan Axlyn.


“Lihatlah, ada peluru mematikan yang sedang datang ke arah kalian,” ujar Axlyn lagi seraya mengarahkan ketiganya untuk melihat posisi yang dia lihat sekarang.


“Sebaiknya kita memang harus diam sekarang,” ujar Will pada kedua sahabatnya. Sontak saja, Felix dan Jaydon tak berani lagi untuk berulah.


Levi dan Lucia pun juga ikut tersenyum dengan kelakuan konyol si Trio somplak. Berbeda dengan Noland dan Rayden yang menatap tajam ke arah Will dan lainnya seolah memerintahkan mereka untuk diam.


“Dan saya Lucia Cano Xavier. Dengan ini mengambil Zaen Der Levi menjadi seorang suami untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang. Pada waku berlimpah maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kami berdua sesuai hukum Tuhan yang pasti. Inilah janji setiaku, Lucia Cano Xavier kepada Zaen Der Levi sebagai belahan jiwa untuk sekarang dan selamanya.”


Kini Lucia yang mengucapkan janji pernikahannya dan seperti Levi, dia juga menambahkan kalimat di bagian akhirnya.


Semua orang seketika pun langsung bertepuk tangan meriah dan tersenyum bahagia. Tangis haru keluarga Xavier pun pecah, terutama Rayden yang kali ini benar-benar harus melepas putri kesayangannya.


“Dengan ini saya nyatakan kalian berdua sudah 'SAH' sebagai sepasang suami istri, baik di mata Tuhan maupun di mata Hukum! Selamat untuk pernikahan kalian berdua, semoga Tuhan selalu memberikan kebahagian di dalam kehidupan rumah tangga kalian.” Hingga suara pendeta kembali mendamaikan suasana.


“Sudah jangan menangis lagi, baik yang merasa patah hati maupun kehilangan putri kesayangannya,” ujar Felix yang sengaja menggoda Rayden secara tidak langsung.


“Sekarang waktunya pasangan pengantin baru kita ini untuk saling bertukar cincin pernikahan!” Suara Felix kembali mengalihkan perhatian semua orang pada Rayden dan Zhia yang masih berdiri diatas Altar dengan lampu sorot yang setia menerangi mereka.


“Silahkan berikan cincinnya!” lanjut Will lagi.


Kemudian, dua peri kecil yaitu Kayla dan Vania pun muncul dengan membawa cincinnya. Khusus untuk cincin pernikahan Levi memang sudah menyiapkan semenjak lama, semenjak dia mengetahui perasaannya untuk Lucia adalah cinta dan semenjak dia memutuskan untuk merubah hidupnya.


“Astaga, … Peri milik siapa yang lepas di sini? Hehehehee, … Ternyata salah satunya adalah putriku yang begitu cantik dan menggemaskan,” ujar Felix yang masih sempat bucin kepada putrinya sendiri.


“Felix, fokuslah dan lakukan tugasmu dengan baik!” seru Will mengingatkan.


“Baiklah, aku tahu ‘kok,” sahut Felix dnegan raut wajah kesalnya.


Tak mau menunggu lama lagi, Levi pun langsung meraih cincin itu dan menyematkannya di jari manis milik Lucia. Lucia pun mengulurkan tangannya di sertai senyuman manis di wajah cantiknya. Dia menatap lekat wajah tampan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu. Kini bergantian Lucia yang menyematkan cincin di Jari manis milik Levi.


Suara tepuk tangan dan sorak sorai semua tamu undangan semakin memeriahkan suasana pernikahan yang di penuhi rasa haru dan kejutan. Hingga Felix kembali berulah dengan menuntut Levi dan Lucia untuk berciuman saat itu juga.


“Akhirnya setelah bertahun-tahun cincin itu kini telah menemukan pemiliknya ‘yah, Lev?” ujar Felix yang sejak awal sudah mengetahui bahwa Levi menyimpan cincin itu secara diam-diam. Cincin khusus yang terdapat inisial nama mereka berdua dan kata cinta.


“Dan sekarang waktunya, ….! Cium … cium … cium…”


Suara Felix berhasil memprovokasi semua orang, sehingga semua orang ikut menyuarakan kata ’Cium’ pada pasangan pengantin baru itu. Levi ataupun Lucia sama-sama tersentak ketika mendengarnya.


Levi yang merasa sangat gugup, perlahan mulai mendekat dan meraih tubuh Lucia. Lalu mempersempit jarak di antara mereka, tapi karena merasa terlalu grogi Levi pun hanya mencium kening Lucia lembut, namun begitu dalam.


^^^Bersambung, ....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...