
“Ide yang lumayan bagus, Zhi! Dengan begitu Papah akan memiliki teman bermain golf dan berkebun sepanjang waktu,” sahut Noland yang sangat menyukai usulan dari Zhia.
“Benar, ikutlah bersama kami!” Julia pun langsung membenarkan.
“Apakah boleh seperti itu? Apa nanti aku tidak merepotkan kalian di sana?” tanya Kakek Roman yang sangat ingin ikut, tapi takut menjadi beban untuk keluarga Xavier.
“Tentu saja, anda sudah menjadi salah satu bagian keluarga kami. Mana mungkin merepotkan, kami malah akan sangat senang bila anda ikut dan menghabiskan banyak waktu bersama kami,” jawab Rayden yang juga akan menyambut kedatangan Kakek Roman dengan tangan terbuka lebar.
“Bagaimana ini, Bastian! Aku sangat ingin mengikuti mereka?” tanya Kakek Roman seakan meminta ijin terlebih dahulu pada Bastian sebelum dia memutuskan.
“Pergilah, Tuan! Saya dan Theo yang akan mengurus perusahaan selama anda dan Tuan Zaen tidak ada,” ujar Bastian yang mengijinkan.
Akhirnya, Kakek Roman pun mengikuti keluarga Xavier. Terlihat dia sangat bahagia, bercengkrama dengan Noland dan Julia saat berada di dalam pesawat. Sedangkan Rayden dan Zhia, duduk bersama ketiga anaknya yaitu Triple R. Sementara Will dan yang lainnya menaiki pesawat yang berbeda.
Awalnya Rayden, Zhia dan Triple R hanya membicarakan tentang aktivitas mereka seperti biasa. Hingga sebuah pertanyaan tak terduga di utarakan oleh Regis. Pertanyaan itu muncul di dalam kepalanya, ketika dia memperhatikan hubungan Levi dan Lucia, Papah dan Mamahnya serta orang-orang terdekatnya yang sudah memiliki pasangan.
“Pah! Apakah Papah sangat mencintai Mamah?” tanya Regis pada Papah.
“Tentu saja, Papah sangat mencintai Mamahmu melebihi apapun di dunia ini,” jawab Rayden dengan bersungguh-sungguh.
“Apakah Mamah juga sangat mencintai Papah?” tanya Regis lagi yang kali ini di tunjukan kepada Mamahnya.
“Tentu saja, tapi kenapa kau menanyakan hal itu?” tanya Zhia balik yang penasaran dengan maksud dari pertanyaan putra bungsunya itu.
“Iya, kenapa kau bertanya seperti itu pada Mamah dan Papah, Regis? Tentu saja Papah dan Mamah saling mencintai, kalau tidak bagaimana bisa ada kita bertiga di sini?” ujar Rayga yang juga penasaran arah dari pembicaraan adik bungsunya itu.
“Tidak apa-apa, aku hanya penasaran saja!” sahut Regis yang terlihat masih menyimpan pertanyaan di benaknya.
“Kau ini, belajar dari mana tentang begituan?” tanya Rayden meminta penjelasan dari Rayga atas perkataannya barusan.
“Hehehee, … Di mata kuliah biologi, Pah!” jawab Rayga sambil tersenyum tidak jelas.
Sementara Ryuga tak mau ikutan, dia hanya diam sembari memejamkan matanya seolah sedang tertidur. Padahal dia mendengar semua percakapan itu dengan sangat jelas.
“Mah! Pah, bolehkah Regis bertanya satu hal lagi pada kalian?” ujar Regis yang kali ini meminta ijin dulu sebelum beratnya.
“Bertanya tentang apa lagi, sayang?” tanya Zhia balik dengan sikap tenangnya, padahal dia takut Regis akan bertanya hal yang sulit untuk dia jelaskan.
“Begini! Mengapa perasaan cinta Mamah pada kami dan Papah sepertinya berbeda, begitu juga dengan Grandpa dan Grandma. Bahkan Kak Lucia dan Kak Levi juga seperti itu, memang apa yang membedakannya. Bukankah kata cinta itu memiliki arti yang sama?”
Regis pun mengutarakan apa yang mengganggu pikirannya belakangan ini. Meskipun Regis terbilang anak yang genius, tapi dia masih begitu polos tentang yang namanya cinta. Mendengar pertanyaan dari anak bungsunya itu, ada perasaan lega dan juga bingung di benak Zhia.
Lega karena Regis tidak menanyakan pertanyaan yang aneh kepadanya dan bingung bagaimana cara dia menjelaskan agar putranya bisa mengerti atas jawaban yang dia berikan.
“Regis! Di dunia ini Tidak banyak yang tahu bahwa rasa cinta ternyata bisa dibedakan jadi beberapa jenis. Sebagai manusia yang memiliki perasaan, tentu kita tahu bahwa perasaan kita begitu komplek, begitu juga dengan rasa cinta,” jawab Zhia, tapi sepertinya Regis belum mengerti akan maksud dari jawabannya tersebut.
“Memangnya ada berapa jenis cinta yang ada di dunia ini, Mah?” Benar saja, Regis kembali menanyakannya.
“Maksudnya?”
Rayga pun akhirnya ikut penasaran, sebab yang dia tahu cinta itu hanya satu yaitu hubungan ketertarikan satu sama lain antara pria dan wanita. Namun, setelah mendengar jawaban dari Mamah dan Papahnya, dia pun menjadi ikut penasaran untuk mendapatkan ilmu tentang cinta yang lebih spesifik. Begitu juga dengan Ryuga yang diam-diam menunggu penjelasan dari Mamah dan Papahnya.
“Misalkan ada orang yang sedang pacaran atau menjalin sebuah hubungan itu di sebut dengan Cinta Romantis. Dimana ada perasaan yang membuatmu ingin menjadi pasangannya, menjalani hubungan asmara secara hati maupun secara fisik atau seksual.” Pak guru Rayden mulai membuka mata pelajarannya untuk ketiga putra kembarnya.
“Aaaah, … Jadi, inilah alasan ada kami bertiga,” sahut Rayga yang kembali mengarah pada mata pelajaran biologinya.
“Rayga, apa hanya itu yang kamu pelajari di sekolah?” cecar Zhia yang mulai curiga dengan pergaulan Rayga.
“Hehehee, … Masih banyak lagi sebenarnya, Mah! Tapi karena kita sedang membahas soal cinta, entah kenapa otakku terus tertuju pada mata pelajaran biologi terus,” jelas Rayga yang malu sendiri dengan sikapnya. Mendengar alasan adiknya, Ryuga pun diam-diam tersenyum.
“Apakah itu yang sedang di alami oleh Kak Lucia dan Kak Levi, Mah?” tanya Regis dengan polos.
“Ouh, … Benar juga! Bukankah bulan madu berkaitan dengan hal dan tempat yang romantis,” imbuh Rayga membenarkan.
“Bisa dikatakan seperti itu,” jawab Rayden antara membenarkan dan tidak, tapi lebih condong untuk membenarkan.
“Lalu bagaimana dengan cinta Mamah dan Papah untuk kami?” tanya Regis lagi yeng kembali ke topik utama pembelajaran.
“Emmm, … Itu namanya cinta kepada keluarga. Dimana itu jenis cinta yang mengalir secara alami antara orang tua dan anak-anak serta keluarga besar.” Kali ini Zhia yang menjawabnya.
“Rasa cinta ini terasa lebih kental hingga disebut rasa sayang, yaitu hubungan yang berkembang karena adanya kebersamaan, kepercayaan, ikatan dan rasa hormat, serta yang membuat sebuah hubungan jauh lebih kuat. Itulah mengapa ada istilah 'darah lebih kental daripada air', yang berarti hubunganmu dengan keluarga lebih kuat dibanding orang lain karena sudah tumbuhnya cinta kepada keluarga di dalam hati.”
Bahkan Zhia menjelaskan betapa pentingnya cinta ini di bandingkan dengan segala jenis cinta yang dia tahu. Buktinya Zhia bisa berpisah dengan Rayden kapan pun, tapi sampai kapan pun dia tidak pernah mau berpisah dengan anak-anaknya. Dan hal itu sudah terbukti, saat dia membesarkan Luca dan Lucia tanpa kehadiran Rayden di sisinya.
^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...