Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Semua ikut membujuk



“Apakah anda tidak keberatan jika harus menikah denganku?” tanya Levi yang ingin memastikan pendapat dari Lucia secara langsung.


“Tidak sama sekali! Jika itu Kak Levi, maka Luci akan bersedia menikah kapanpun!” jawab Lucia dengan penuh kesungguhan.


“Baiklah, jika memang Nona tidak keberatan menikah dengan saya! Besok saya akan datang ke sini dengan membawa lamaran resmi untukmu,” ujar Levi sembari mengelus lembut kepala Lucia.


Sungguh kebahagian yang Levi rasakan saat Lucia terus memeluknya tak dapat dia gambarkan dnegan apapun yang ada di dunia ini. Hatinya bagaikan taman bunga yang tengah bermekaran dnegan indah, pikirannya seakan sedang terbang melayang hingga langit ketujuh. Hal yang sama pun di rasakan oleh Lucia, meskipun keduanya sama-sama menyembunyikan ekspresinya masing-masing.


“Aku akan menunggu,” sahut Lucia yang kembali memeluk Levi.


“Dan jangan memanggilku Nona kecil lagi,” sambung Lucia mengingatkan.


“Baiklah, Lucia! Untuk sementara waktu berhati-hatilah dengan orang-orang yang baru kau kenal. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk lagi menimpa calon pengantinku ini,” ujar Levi yang juga mengingatkan Lucia.


“Aku bisa menjaga diriku sendiri,” balas Lucia yang seakan tak ingin melepaskan pelukannya pada Levi.


“Aku tahu itu, tapi apa salahnya kalau kita lebih berhati-hati lagi,” ujar Levi yang membalas pelukan Lucia.


...****************...


Setelah itu, mereka berbicara sebentar dan tak lama kemudian Levi harus pergi untuk urusan di kantornya. Hingga tak terasa hari sudah mulai malam, kini Levi tengah makan malam dengan Kakek Roman di kediamannya. Awalnya suasana cukup hening, karena Kakek Roman yang tidak banyak berbicara tidak seperti biasanya.


Sampai Levi memulai percakapan dengan berkata, “Kakek, aku ingin membicarakan hal serius denganmu.”


“Dengan Kakek?” tanya Kakek Roman memastikan pendengarannya salah atau tidak barusan.


“Benar, aku sudah memutuskan untuk melamar Lucia secepatnya! Tidak peduli Tuan muda akan semakin marah ataupun menolakku nantinya, tapi aku sudah membulatkan tekad untuk bertanggung jawab atas Lucia dengan menikahinya,” jelas Levi dengan raut wajah yang terlihat sangat serius saat mengatakan itu.


Traang, ….


Betapa terkejutnya Kakek Roman saat mendengar perkataan dari mulut Levi sendiri. Bahkan tanpa sadar Kakek Roman sampai menjatuhkan sendok yang ada di tangannya. Dia menatap lekat paa Levi dengan tatapan yang sama sekali tidak percaya.


“Zaen, Kakek sedang tidak bermimpi maupun halusinasi ‘kan sekarang? Bagaimana bisa Kakek seperti mendengar seakan kau meminta pada Kakek untuk membuat lamaran pada putrinya Rayden,” tutur Kakek Roman yang tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan, saat Levi mengatakan hal yang menurutnya sangat mustahil.


“Aku serius, Kakek! Apa Kakek tidak mau membantuku?” ujar Levi yang tidak terlalu memperdulikan reaksi Kakeknya.


“Tentu saja Kakek akan menjadi orang pertama yang membantumu. Besok pagi, kita akan langsung membawa lamaran pernikahan untukmu!” seru Kakek Roman dengan penuh semangat menggebu-gebu.


“Kau tenang saja, Zaen! Biar Kakek dan Bastian yang akan mengurus semuanya untukmu,” sambung Kakek Roman yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan menyuruh kepala pelayan untuk segera menghubungi Bastian.


Makan malam bersama pun juga sedang berlangsung di villa yang saat ini ditempatio oleh Rayden dan keluarganya. Suasana di sana juga hening, karena Rayden masih tidak mau membahas mengenai masalah Lucia dengan Levi.


Hingga Noland tiba-tiba membuka topiknya dengan berkata, “Cano, sampaikapan kau akan diam dengan masalah Lucia dan Levi? Sudah berlalu tiga hari dan kau masih tidak mau membahasnya dengan siapapun.”


“Benar, Cano! Kau seharusnya lebih tahu bahwa menunda penyelesaian untuk masalah ini akan berdampak buruk untuk putrimu sendiri. Mamah takut, jika kau menundanya terlalu lama Lucia akan mengandung anak Levi sebelum mereka menikah,” ujar Julia menyampaikan pendapatnya.


“Beri aku sedikit waktu lagi untuk memikirkannya, Mah! Pah!” sahut Rayden dengan nada bicaranya yang dingin.


“Apa lagi yang harus kau pikirkan, Cano! Menikahkan mereka berdua secepatnmya adalah keputusan yan g terbaik untuk semuanya, terutama untuk Lucia!” seru Noland yang kali ini mendesak Rayden untuk memberikan keputusannya.


“Tapi, Pah! Kalian tahu sendiri bagaimana si Levi itu,” tukas Rayden yang terlihat mulai kesal.


“Apakah dulu Mamah dan Papahmu ini pernah sekalipun memikirkan atau menanyakan orang seperti apa Zhia? Ketika Zhia tiba-tiba muncul dengan membawa Luca dan Lucia, apakah kami bertindak sepertimu sekarang, Cano?” lanjutnya.


“Tidak, Cano! Saat itu yang terpenting adalah perasaanmu, perasaan Luca dan Lucia dan juga perasaan Zhia! Kami tidak berhak untuk mencari alasan untuk memisahkan kalian. Karena itulah, tanpa pikir Panjang kami ingin secepatnya menyatukan kalian dalam ikatan pernikahan,” sambung Julia yang kali ini benar-benar membuka hati dan pikiran Rayden.


“Itu juga yang kami harapkan darimu, Cano! Kau seorang ayah bagi Luca, Lucia dan Triple R. Suatu hari nanti kau pasti akan melepaskan satu persatu anak-anakmu pergi untuk mewujudkan kebahagian mereka sendiri. Sementara kebahagianmu sendiri adalah Zhia dan melihat anak-anakmu hidup Bahagia,” ujar Noland pada Rayden.


“Iya, kenapa Papah tidak setuju Kak Luci menikah dengan pria itu? Bukankah dia juga seorang Ceo dari perusahaan besar ZD Group?” ujar Rayga yang ikutan menyampaikan pendapatnya.


“Bahkan dia juga seorang ketua mafia yang paling di takuti di negara ini. Kalau tida salah namanya klannya Itu, Z-LUC!” celetuk Regis yang ternyata langsung mencari tahu tentang Levi setelah kejadian malam itu.


“Apa karena dia mantan pengawal Kak Luca dan Kak Luci, maka Papah tidak menyetujuinya?” tanya Ryuga yang membuat Papahnya semakin terdesak.


“Diamlah kalian bertiga! Papah sedang tidak meminta pendapat apapun dari kalian!” seru Rayden dengan nada bicaranya yang sedikit meninggi, sehingga membuat ketiganya langsung terdiam.


“Cano, anak-anakmu saja juga bisa berpikir dewasa dalam menghadapi masalah ini. Tapi kenapa kamu masih bersikap kekanak-kanakan seperti ini,” ujar Julia.


“Aaah, … Sudahlah! Aku jadi tidak berselera makan.” Rayden kembali berkilah, dia pun langsung beranjak dari sana untuk menghindari pertanyaan yang lebih banyak lagi.


“Luca, jika kau sudah selesai makan datanglah ke ruang kerja Papah! Ada sesuatu yang harus Papah bicarakan denganmu,” sambung Rayden yang di tunjukan pada Luca.


“Baik, Pah!” sahut Luca.


“Papah, Lucia sekarang berubah pikiran!” seru Lucia yang seketika itu juga menghentikan langkah Rayden.


“Apa maksudmu?” tanya Rayden yang bingung dengan arah pembicaraan Lucia yang tiba-tiba itu.


“Luci ingin menikah dengan Kak Levi! Tolong ijinkan kami berdua untuk menikah, Pah!” pinta Lucia yang menatap Papahnya dengan bersungguh-sungguh.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...