Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Hilang Ingatan



“Lakukan apapun yang terbaik untuknya!” ujar Luke yang mempercayakan perawatan Lucia pada Dokter tersebut.


“Baik, Tuan Luke! Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk perawatan Nona Lucia,” sahut sang dokter.


“Lalu bisakah kau menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungannya?” tanya Luke yang ingin menyingkirkan apapun yang berhubungan dengan Levi, termasuk janin yang masih berada di dalam perut Lucia.


“Maaf, Tuan Luke! Bukannya kami tidak bisa melakukan aborsi, akan tetapi saat ini lebih baik kita mengutamakan luka yang ada di kepala Nona Lucia terlebih dahulu. Kita bisa melakukan itu setelah luka di kepalanya sudah di pastikan tidak membahayakan nyawanya,” jelas sang dokter yang secara halus menolak permintaan Luke.


“Baiklah, karena ini menyangkut nyawa wanita yang aku cintai maka aku akan mengikuti perkataan kalian,” ujar Luke yang tidak ingin bersikeras pada keinginannya itu.


...****************...


Disisi lain tepatnya di perusahaan Levi, Rayden dan yang lainnya masih focus meretas data mengenai Luke dan klan. Sehingga dia hampir melupakan tentang istrinya yang masih berada di rumah sakit.


Hal itu semakin membuat Julia dan Zhia semakin khawatir dan cemas dengan keadaan Lucia. Apalagi Noland terlihat sedang berusaha menyembunyikan apa yang sebenarnya terjadi dari Julia dan juga Zhia.


Sehingga Zhia pun memaksa untuk melakukan video call dengan suaminya, karena dia ingin mendengarnya langsung dari Rayden mengenai keadaan Lucia.


“Zhi, sebaiknya kalian istirahat saja dengan baik! Cano, Luca, Levi dan yang lainnya pasti akan melakukan yang terbaik untuk menemukan Lucia,” ujar Noland yang berusaha menenangkan Julia dan Zhia.


“Tidak, Pah! Zhi harus mendengarnya langsung dari Ray bagaimana keadaan Lucia sekarang,” sanggah Zhia yang segera mencari keberadaan ponselnya.


“Jika ada informasi terbaru, Cano pasti akan segera memberitahu kita, Zhi! Sebaiknya kita menunggu saja kabar dari mereka,” ujar Noland lagi.


“Tidak, Zhi! Cepat hubungi Cano karena Mamah juga ingin mendengarnya langsung darinya,” tukas Julia yang sependapat dengan Zhia.


“Iya, Mah! Zhi sedang menunggu Ray menerima panggilannya,” sahut Zhia yang ternyata sudah mencoba menghubungi suaminya.


Tak lama kemudian terdengar suara Rayden yang berkata, “Hallo, Zhi! Apa kau sudah membaik sekarang? Bagaimana dengan Mamah dan Tuan Roman?”


“Kami baik-baik saja, begitu juga dengan dengan Tuan Roman! Lalu bagaimana tentang perkembangan pencarian Lucia? Apakah belum mendapat petunjuk tentang keberadaaan nya, Ray?” tanya Zhia balik.


“Belum, Zhi! Namun, kalian tidak perlu khawatir kami pasti akan segera menemukannya dan segera membawa putri kita kembali pulang dengan selamat beserta cucu kita,” jawab Rayden yang terpaksa harus berbohong demi kebaikan Zhia sendiri.


“Yaa Tuhan, bagaimana kami tidak khawatir, Ray? Kalau sendiri Lucia saja masih belum bisa di temukan,” ujar Zhia yang kembali berlinang air mata.


Hingga tiba-tiba terdengar suara Luca yang berseru, “Pah, aku berhasil menemukannya!”


“Benarkah?” sahut Rayden yang segera mendekati Luca, begitu juga dengan Will dan Regis.


“Sayang, aku matikan dulu teleponnya! Aku akan segera menghubungimu lagi ketika Lucia sudah di temukan,” pamit Rayden yang ingin focus untuk mengejar Lucia terlebih dahulu.


“Baiklah, kami dan anak kita yang lainnya juga harus selalu berhati-hati,” pesan Zhia.


“Tentu, doa’ kan kami bisa segera membawa Lucia kembali pada keluarga kita,” pinta Rayden.


“Pasti! Aku, Mamah, Papah dan semua yang ada di sini pasti akan selalu mendoakannya,” sahut Zhia.


“Kalau begitu aku tutup teleponnya sekarang!” ujar Rayden.


Setelah itu sambungan telepon itu pun terputus dan Rayden segera memeriksa lokasi yang telah berhasil di temukan oleh Luca. Ada beberapa titik lokasi yang di duga markas dari ketiga klan terkuat di wilayah utara yang ternyata hanya di miliki oleh Luke.


“Aku menemukan tiga lokasi yang berbeda, karena menurut data yang berhasil aku dapatkan Luke ternyata juga memimpin tiga klan sekaligus. Lihatlah, lokasi markasnya juga memiliki jarak yang cukup jauh satu sama lain, sehingga kita butuh rencana yang matang untuk bisa memusnahkan mereka sekaligus,” jelas Luca sembari menunjukan semua data yang dia dapatkan tentang Luke dan klannya.


“Kita menggila saja layaknya klan BlackSky yang telah di kenal oleh semua orang,” lanjutnya yang teringat dengan kata-kata Levi saat mereka akan menghadapi Evan dan klannya dulu.


“Anda benar, Tuan muda! Kita adalah klan BlackSky yang selalu menggila dan memusnahkan setiap musuhnya tanpa rencana apapun,” sahut Will yang juga langsung mengingat tentang kata-kata itu. Rayden dan yang lainnya pun segera menemui Levi yang ternyata sudah bersiap untuk bertarung kapan saja.


...****************...


Sementara itu, Luke telah tiba di wilayah kekuasaannya dan segera membawa Lucia ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hingga pada akhirnya Lucia pun mulai sadarkan diri setelah di pindahkan ke kamar rawat.


“Aku harap hasil pemeriksaannya tidak ada yang buruk,” gumam Luke sembari menggenggam erat tangan Lucia.


Tiba-tiba Luke merasakan jari jemari Lucia mulai bergerak secara perlahan. Luke pun segera memperhatikan wajahnya yang perlahan juga mulai membuka matanya. Akan tetapi, Lucia tampak sangat bingung ketika menatap Luke. Padahal bisanya Lucia langsung menunjukan tatapan bencinya yang teramat sangat setiap melihat wajah Luke.


“Luci, sayang! Syukurlah, akhirnya kau sadar juga,” ucap Luke yang dengan tidak tahu malu hampir memeluk Lucia kalau saja Lucia langsung berusaha untuk mendorongnya.


“Kau siapa?” tanya Lucia lirih dengan tatapan bingung dan curiga pada Luke.


Sesaat Luke terdiam karena terkejut, kemudian dia kembali memastikan dan bertanya, “Ka-kau tidak mengenaliku?”


Disaat yang bersamaan beberapa dokter yang menangani Lucia pun datang sembari membawa hasil pemeriksaannya. Melihat Lucia yang akhirnya telah sadar sang dokter pun kembali memeriksa keadaanya.


“Dok, apa yang terjadi? Kenapa dia tidak mengenaliku sama sekali?” cecar Luke begitu melihat dokternya masuk ke dalam ruangan.


“Bolehkah saya memeriksanya terlebih dahulu,” ujar sang dokter yang meminta ijin pada Luke untuk memeriksa Lucia terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Luke.


“Silahkan,” jawab Luke tanpa pikir panjang langsung memberikan ruang untuk sang dokter memeriksa keadaan Lucia.


Sang dokter pun langsung melakukan pemeriksaan fisik Lucia dan hasilnya tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Setelah itu sang dokter pun mulai menanyakan beberapa pertanyaan pada Lucia.


“Nona, apakah anda mengingat siapa nama anda sendiri?” tanya sang dokter dan Lucia hanya menggelengkan kepalanya pelan.


“Bagaimana dengan Ayah dan Ibumu, apakah anda mengingat mereka?” Dan lagi pertanyaan dari sang dokter hanya di tanggapi dengan gelengan kepala saja.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...