Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Kesempatan Emas



“Sial, pasti pria itu yang menempatkan chip ini saat bertarung! Pantas saja, markas kita bisa di temukan dengan mudah oleh mereka,” umpat Leona saat menyadari bahwa selama ini dirinya terus di pantau oleh pihak musuh.


“Kita harus segera meninggalkan negara ini secepat mungkin, kalau masih ingin tetap hidup,” ujar Kaendra yang berusaha untuk berdiri.


“Kau harus mendapat perawatan terlebih dahulu,” tukas Leona yang mengkhawatirkan keadaan kakak pertamanya itu.


“Percuma saja, aku mendapat perawatan. Jika ketika mereka sampai di sini kita berdua akan mati!” seru Kaendra yang sudah jelas kalau Rayden dan pasukannya pasti akan segera menyusul mereka, karena chip itu.


“Kita harus pergi Leona, setelah itu beritahu Luke tentang apa yang terjadi hari ini,” sambungnya sembari menahan sakit pada luka di perutnya.


“Nona Leona, sebaiknya kita memang harus segera meninggalkan negara ini,” usul Max yang berhasil menyusul Leona bersama dengan Mac. Meskipun mereka juga harus mendapatkan beberapa luka atas serangan dari Rayden dan Jaydon.


“Baiklah, … Ayo, kita pergi dulu dari negara ini,” sahut Leona yang akhirnya mengikuti perkataan Kaendra.


Pada akhirnya Leona dan Kaendra segera meninggalkan negara K dengan bantuan rekan bisnis Luke yang mau meminjamkan pesawat pribadinya. Sehingga dengan mudahnya Kaendra dan Leona beserta dua anak buah kepercayaannya bisa kembali ke wilayah kekuasaan mereka dengan aman tanpa hambatan apapun.


...****************...


Sementara itu, Rayden dan Ryuga terpaksa harus mengakui kegagalan mereka untuk melenyapkan musuh utamanya. Karena begitu mereka sampai di tempat persembunyian Kaendra dan Leona terakhir kali, mereka tidak menemukan apapun kecuali sebuah chip yang sudah di rusak.


“Sepertinya kita terlambat, Pah!” ujar Ryuga, setelah menggeledah dan memastikan seluruh tempat itu tidak ada tanda-tanda satu orang pun di sana.


“Suruh Regis untuk mencari tahu data yang ada di wilayah penerbangan dan pelabuhan. Pasti ada data mereka di sana,” perintah Rayden yang masih belum menyerah begitu saja.


“Okay, Pah! Ryuga akan menghubungi Regis sekarang juga,” sahut Ryuga.


...****************...


Beralih pada pasangan pengantin baru kita yang kini dengan menikmati indahnya pemandangan lautan lepas yang begitu biru seperti birunya cinta mereka berdua. baik Levi maupun Lucia seakan tidak mau berjauhan walau hanya sedetik. Kini mereka tengah berjemur di bawah sinar matahari yang tidak begitu terik pada hari itu.


“Sayang, kemana tempat tujuan pertama kita untuk berbulan madu?” tanya Levi yang penasaran sejauh mana Lucia menyiapkan rencana bulan madunya.


“Ehmmm, … Masih rahasia! Nanti kau juga akan tahu sendiri, kalau kita sudah sampai di tempat itu,” ujar Lucia yang tidak mau menjawabnya begitu saja.


“Baiklah, aku akan menyimpan rasa penasaranku untuk nanti, tapi apakah tempatnya masih jauh?” tanya Levi yang masih penasaran kapan dia akan tiba di tempat yang di maksud Lucia, sebab dia memiliki rencana lain jika masih membutuhkan banyak waktu sampai mereka tiba di sana.


“Biasanya kalau melalui pelabuhan di negara A hanya memerlukan beberapa jam saja, tapi karena kita melalui negara K aku sendiri juga tidak tahu membutuhkan berapa lama untuk kita sampai di pulau itu,” jelas Lucia dengan polosnya.


“Benarkah? Kalau begitu kau tunggu sebentar di sini!” ujar Levi yang langsung segera beranjak untuk menghampiri kru kapal yang sedang menjalankan tugas masing-masing.


“Ada apa?” tanya Lucia dengan raut wajah kebingungannya.


“Tunggu saja di sini! Aku perlu memastikan sesuatu, hanya sebentar saja,” jawab Levi yang terus berjalan memasuki bagian dalam kapal.


Begitu masuk, Levi pun langsung mencari ruangan tempat menjalankan kapal untuk menemui langsung sang nahkodanya. Tanpa buang waktu, Levi pun langsung menanyakan apa yang ada dipikirannya saat itu.


“Beritahu aku kapan kapal ini akan sampai di tempat tujuannya? Kalian tidak perlu memberitahu lokasi yang akan kita tuju, tapi beritahu saja berapa lama lagi kapal ini akan tiba di sana?” cecar Levin yang terlihat sangat bersemangat dan tidak sabaran.


“Biasanya hanya memerlukan waktu satu hari untuk tiba di tempat tujuan kita. Tapi itu juga di pengaruhi oleh cuaca dan derasnya ombak. Jika terjadi badai, maka bisa memerlukan waktu lebih lama dari itu. Namun, anda tenang saja kami telah mengatur semuanya untuk kenyamanan anda dan Nona Lucia atas perintah langsung dari Tuan Luca,” jelas sang Nahkoda secara detail.


“Jadi, satu hari ini kita akan tetap berada di lautan luas ini?” ujar Levi yang langsung tersenyum penuh arti.


“Benar, Tuan! Apakah anda merasa tidak nyaman? Kalau begitu kami akan segera memanggilkan helicopter untuk menjemput anda berdua,” ujar sang Nahkoda yang terlihat cemas.


“Kami mengerti, Tuan! Semoga anda merasa nyaman dengan perjalanan ini,” ucap seluruh anggota kru kapal yang tentu saja langsung mengerti arah pemikiran pengantin bari itu.


“Yesss, … Kapan lagi ada kesempatan emas seperti ini. Semalam aku memang melewatkannya begitu saja. jadi, hari ini jangan salahkan aku kalau kau tidak di ijinkan untuk meninggalkan tempat tidur. Lucia, bersiaplah aku akan memakanmu tanpa tersisa sedikitpun.” Dalam hatinya Levi bersorak penuh kemenangan.


Hanya dengan melihat ekspresi di wajah Levi, para kru kapal pun sudah tahu apa yang sedang di bayangkan Levi saat itu. Mereka pun diam-diam tersenyum, saat melihat Levi yang berjalan riang gembira menghampiri Lucia.


“Kesayanganku!” Levi memanggil Lucia dengan manjanya.


“Ada apa?” tanya Lucia merasa aneh dengan perubahan sikap Levi.


“Bukankah cuacanya sudah mulai panas! Bagaimana kalau kita kembali ke kamar saja?” ujar Levi menyarankan.


“Masih belum terlalu panas, aku masih ingin berada di sini sebentar lagi,” sahut Lucia yang masih belum menyadari kode dari suaminya.


“Ayolah, sayang! Temani aku di kamar ‘yah!” bujuk Levi dengan mengandalkan ketampanan wajahnya.


“Aku nanti saja, kalau mau kau duluan saja ke kamarnya,” ujar Lucia yang masih saja tidak mengerti.


Karena Lucia masih saja tidak mengerti sinyal yang terus dia berikan, Levi pun langsung saja menggendong tubuh Lucia secara paksa. Sesaat Lucia memang merasa terkejut dengan aksi Levi yang tiba-tiba saja menggendong dan membawanya masuk ke dalam kamar. Namun, begitu memasuki kamar Lucia pun langsung mengerti akan keinginan suaminya.


“Kak Levi, apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku sekarang!” seru Lucia yang berusaha memberontak.


“Apakah kau masih belum mengerti juga, apa yang aku inginkan sekarang?” tanya Levi yang menatap Lucia penuh gairah.


“Apa? Jangan bilang kau ingin melakukan itu, _....”


“Nah, … Akhirnya kau mengerti juga keinginan dari suamimu ini,” ujar Levi yang tersenyum puas melihat wajah terkejut istrinya.


“Yahh, … Tapi ini masih siang hari,” ujar Lucia berusaha mencari alasan.


“Siapa yang peduli!” Tapi Levi tidak memperdulikan alasan apapun.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...