Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Situasi Mulai Terkendali



“Terpaksa saya memberitahukan kabar buruk ini pada anda, Tuan Josh!” ujar sang dokter.


“Tuan Luke mengalami Syok hipovolemik yaitu suatu kondisi gawat darurat akibat hilangnya darah atau cairan tubuh dalam jumlah besar, sehingga jantung tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh,” sambung sang dokter menjelaskan.


“Lalu apa yang akan terjadinya?” tanya Josh kembali.


“Mungkin beberapa hari ini Tuan Luke tidak akan sadarkan diri atau yang biasanya di sebut dengan koma sementara. Untuk lebih lanjutnya, kami akan terus memantau perkembangan dari kondisinya,” jelas sang Dokter.


“Baiklah! Terima kasih atas kerja keras anda,” ucap Josh yang tidak bisa berbuat apapun kecuali menunggu seperti yang di katakan oleh sang dokter.


Setelah itu, sang dokter pun kembali menuju ke ruangan yang sudah di sediakan oleh Josh. Sementara Josh sendiri langsung memberitahu Leona dan Kaendra mengenai kondisi Luke saat ini. Mendengar tentang keadaan Luke yang sedang terbaring koma, Leona dan Kaendra pun langsung pergi menuju ke pulau itu.


“Dimana Kak Luke?” tanya Leona begitu sampai di villa pribadi Luke.


“Apakah lukanya begitu parah?” imbuh Kaendra yang juga langsung mencari keberadaan Luke.


“Selamat datang, Nona Leona! Selamat datang, Tuan Kaendra!” sambut Josh dan Matt pada kedua Tuannya.


“Lupakan basa-basinya, dimana Kakak sekarang?” tanya Leona.


“Tuan sedang di rawat di dalam kamarnya,” jawab Josh.


Tanpa buang waktu Leona dan Kaendra pun langsung menuju ke kamar yang selalu Luke tempati setiap mereka datang ke sana. Baik Leona maupun Kaendra pun terkejut melihat kondisi Luke yang terbaring lemah dengan alat bantu pernapasan. Kaendra juga terluka dalam pertarungan itu, tapi lukanya tidak sampai membuat dia terbaring koma seperti Luke.


“Apa yang telah terjadi dengannya?” tanya Kaendra yang meminta penjelasan dari Josh dan Matt.


“Tuan di tusuk oleh salah satu anak Rayden yang bernama Luca saat bertarung,” jelas Matt yang takut menghadapi Kaendra dan Leona.


“Sepertinya kita memang benar-benar terjebak dengan cara bermain mereka,” ujar Leona menyimpulkan.


“Sejak awal aku sudah berkali-kali mengingatkan Luke untuk berhenti mengejar wanita bernama Lucia. Lihatlah sekarang bagaimana hasilnya, beruntung saja kita masih bisa bernapas saat ini,” ujar Kaendra.


“Josh, tanyakan pada Dokter apakah kondisi saat ini memungkin dia untuk di pindahkan ke wilayah kita!” perintah Leona setelah cukup lama memikirkannya.


“Dan untuk sementara waktu sebaiknya kita jangan terlibat dalam apapun dengan mereka. Setidaknya sampai Luke sadar dan memberi perintah selanjutnya, sementara itu tetap awasi pergerakan dari mereka,” sambung Leona.


“Baik, Nona Leona!” sahut Josh.


...****************...


Hari pun berlalu, kini Will dan Rayga telah tiba di negara K dengan aman dan selamat. Mendengar bahwa Felix terluka saat pertarungan, Will pun langsung menuju ke rumah sakit untuk memastikan keadaanya. Ternyata di rumah sakit sudah ada seluruh keluarga Xavier sedang menjenguknya, bahkan istri dan anak Will juga berada di sana.


“Sayang, kau sudah kembali? Kau tidak terluka ‘kan?”


Alea langsung menyambut kedatangan suaminya tercinta dengan perasaan cemas dan lega yang bercampur menjadi satu ketika melihat Will lagi. Rayga yang tidak ingin menjadi pengganggu keromantisan Will dan Alea langsung pergi untuk menemui keluarganya.


“Aku baik-baik saja, sayang! Hanya sedikit lecet saja, tapi itu sudah biasa terjadi dalam pertarungan,” jawab Will sembari memeluk tubuh istrinya dengan penuh cinta.


“Syukurlah! Kau tahu betapa khawatirnya aku menunggumu kembali,” ujar Alea yang membalas pelukan suaminya dengan begitu eratnya.


“Aku tahu itu,” sahut Will.


“Ouhya, … Apa yang terjadi dengan Felix? Aku dengar dia terluka saat bertarungan,” sambung Will yang akhirnya menanyakan keadaan salah satu sahabat somplaknya.


“Dia di tusuk oleh wanita yang bernama Leona. Beruntung, lukanya tidak parah sehingga bisa sembuh dalam waktu dekat,” jelas Alea.


“Woah, … Felix ternyata masih lemah saat berhadapan dengan wanita,” ujar Will seakan mengatakan maksud lain di balik ucapannya barusan.


“Will, kenapa kau tidak langsung menemuiku di dalam?” tanya Rayden yang sedang berjalan menghampiri Will dan Alea.


“Maaf, Tuan muda! Sekarang istri yang lebih saya utamakan di bandingkan apapun,” jawab Will yang sudah bucin tingkat akut pada Alea, hingga dia berani mengatakan jawaban jujur pada Tuan mudanya yang paling dia segani sejak dulu.


“Aish, … Kau ini sudah berani ‘yah!” ujar Rayden yang ingin sekali menjitak kepala Will, tapi dia menahannya karena ada Alea di sana.


“Bukannya seperti itu, Tuan muda! Anda tahu sendiri ‘kan kemarahan seorang wanita kalau tidak di utamakan oleh suaminya? Begitu saja anda pasti sudah sering mengalaminya,” balas Will yang secara tidak langsung membuka aib para suami takut istri.


“Hahahaa, … Tidak pernah aku bayangkan, bahwa kalian semua akan berubah menjadi seromantis ini bila sudah bertemu dengan pasangan yang tepat,” ujar Noland yang merasa menertawakan kelakuan Will dan Rayden, padahal dia juga senasib.


“Padahal Papah juga sama saja,” cibir Rayden.


Sontak, Alea pun menahan rasa ingin ketawanya sebab beberapa kali dia memang menyaksikan Noland dan Rayden tidak berani membantah perkataan istri-istrinya.


“Sayang, bisakah kau tinggalkan kami sebentar. Ada hal penting yang harus aku laporkan sekarang,” pinta Will pada Alea.


“Baiklah, kalau begitu aku akan menuggumu di dalam,” sahut Alea.


“Hmm, …” Will hanya membalasnya dengan dehaman dan sebuah senyuman manis.


“Saya permisi, Tuan besar dan Tuan muda!” pamit Alea.


Selepas kepergian Alea, Rayden pun meminta Will untuk mengikuti mereka. Ternyata Rayden dan Noland menuju ke sebuah taman belakang yang ada di area rumah sakit. Begitu sampai di tempat yang di tuju, ternyata Jaydon dan yang lainnya sudah menunggu mereka di sana termasuk Triple R.


“Hay, Rayga! Bukankah kau barusan masuk ke ruang rawat Felix? Kenapa sekarang ada di sini?” tanya Will yang jelas melihat Rayga masuk ke ruangan dimana Felix sedang di rawat.


“Heheheee, … Aku ambil jalan memutar, karena tidak mau mengganggu Paman Will yang sedang bermesraan,” jawab Rayga sambil tersenyum tidak jelas.


“Will, bisakah kita tidak membahas masalah pribadimu sekarang?” ujar Rayden yang secara tidak langsung meminta Will untuk focus dalam pertemuan dadakan itu.


“Baik, Tuan!” sahut Will yang langsung terdiam.


Suasana pun mulai hening, tidak ada satu pun dari mereka semua yang berani bicara sebelum di ijinkan oleh Rayden. Sedangkan Rayden sendiri pun masih terdiam, seakan tengah memikirkan hal yang sangat serius. Hingga tak lama kemudian, Rayden pun membuka topik pembicaraan.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...