Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Klan WhiteWolf



Sementara di perusahan ZD Group, tampak Levi sedang melamun dengan segunung pekerjaan yang sudah menumpuk di meja kerjanya. Tidak ada alasan lain lagi yang bisa membuat Levi melamun, selain memikirkan tentang Lucia.


“Sialan! Kenapa semuanya menjadi seperti ini?” umpat Levi yang ternyata sedang melampiaskan kemarahan pada setiap barang yang berada di dalam kamarnya.


“Tuan muda dan yang lainnya pasti sangat membenciku saat itu, terutama Nona kecil! Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Levi bertanya pada dirinya sendiri.


Hingga nada dering ponselnya tiba-tiba berbunyi dan menyadarkan Levi dari lamunannya tentang Lucia serta keluarganya. Levi pun segera meraih ponselnya, terlihat bahwa ada panggilan masuk dari Axlelyn. Wanita yang biasa di panggil Axlyn yang saat ini di percaya oleh Levi untuk memimpin klan Z-Luc selama dirinya sedang di sibukkan dengan urusan kantor.


“Hallo, Tuan muda! Ada yang, _....”


“Axlyn, apakah dua hari yang lalu ada seseorang yang berkali-kali menghubungi nomor yang aku berikan padamu?”


Belum sempat Axlyn mengatakan sesuatu, Levi langsung segera memotongnya. Sebab Levi seketika teringat dengan perrkataan Rayden dan Luca yang ternyata berusaha meminta bantuan padanya saat Lucia menghilang, tapi tidak ada respon sama sekali darinya. Sebab saat itu, Levi sudah menyerahkan posisinya sebagai ketua kepada Axlyn untuk sementara waktu.


“Dua hari yang lalu? Aaah, … Benar! Ini yang tadi ingin saya laporkan kepada anda Tuan muda,” ujar Axlyn.


“Namanya Luca Cano Xavier, dia meminta bantuan untuk menemukan adiknya yang kalau tidak salah namanya hampir sama. Lucia Cano Xavier, itu nama adiknya! Tapi setelah saya selidiki ternyata menghilangnya di area ZL Hotel dan karena hotel itu milik anda, maka kami pun memutuskan untuk tidak melakukan pencarian di sana,” sambungnya menjelaskan secara detail apa yang dia kerjakan setelah mendapatkan panggilan tersebut.


“Kenapa kau tidak melakukan pencarian disana?” tanya Levi yang mulai kesal dengan sikap Axlyn.


“Karena saya pikir Tuan muda sudah mengetahuinya. Soalnya saya juga melihat beberapa kelompok sepertinya sedang berusaha mencarinya di Hotel tersebut,” jawab Axlyn dengan polosnya.


“Aishh, …Sial, pantas saja Tuan muda salah paham padaku soal ini,” gumam Levi yang mengumpat pada dirinya sendiri.


“Tuan muda, mengenai orang-orang yang berada di hotel anda malam itu. Sepertinya saya tahu dari mana orang-orang itu berasal, karena saya melihat seseorang yang seharusnya tidak boleh berada di negara ini,” ujar Axlyn yang seketika membuat Levi langsung terdiam dan mendengarkan dengan serius.


,


“Apa maksudmu bahwa orang itu seharusnya tidak boleh berada di negara ini?” tanya Levi yang semakin penasaran dengan maksud perkataan dari Axlyn.


“Mereka orang-orang berbahaya, kelompok mafia yang berasal dari wilayah utara yang selalu memperjual belikan Narkoba dan organ tubuh manusia. Mereka sering di sebut sebagai klan WhiteWolf yang haus darah, karena itulah beberapa negara menolak keberadaan mereka,” jelas Axlyn yang ternyata memiliki masalalu yang buruk berhubungan dengan klan tersebut sebelum di selamatkan oleh Levi.


“Sial, jadi yang di katakan oleh Nona kecil memang benar! Aku tidak bisa terus diam dan mengabaikan tentang masalah ini. Aku harus segera bertemu dan bicara dnegan Tuan muda untuk memeberitahunya tentang orang-orang itu,” gumam Levi yang teringat dengan cerita dari Lucia sebelumnya.


“Tuan muda,” panggil Axlyn yang secara tidak sengaja mendnegar gumaman dari Levi.


“Apa ada lagi yang ingin kau laporkan?” ujar Levi.


“Tidak, aku akan mencoba mencari tahu maksud dari kedatangan klan it uke negara ini! Tapi Tuan muda, jika memang seperti yang Tuan muda katakan tadi bahwa Nona Lucia sedang di awasi oleh mereka. Maka sudah pasti Nona Lucia sedang berada dalam bahaya saat itu, sebaiknya dia harus berhati-hati karena mereka akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” ujar Axlyn lagi yang terdengar sangat mengenal klan tersebut.


“Kau terdengar seperti sudah mengenal klan itu sejak lama. Apakah ini ada hubungannya dengan masalalu?” Levi mencoba memastikan dugaannya.


“Benar, Tuan muda! Jadi, jika ada pertanyaan mengenai klan itu. Silahkan datang dan tanyakan saja pada saya,” jawab Axlyn yang tidak pernah sekalipun membohongi Levi sebagai Tuannya.


“Baiklah! Dan jika ada yang perlu kau laporkan lagi padaku, segera hubungi aku,” ujar Levi sebelum menutup sambungan teleponnya.


“Baik, Tuan muda!” sahut Axlyn.


Setelah itu, Levi pun langsung memutuskan sambungan telepon tersebut. Dia segera mengambil jasnya dan mulai beranjak dari tempat duduknya. Hanya satu yang Levi pikirkan saat itu yaitu memberitahukan bahwa Lucia masih dalam bahaya.


“Tuan muda, anda mau kemana?” tanya Theo.


“Aku ada urusan penting sebentar! Kau urus sebentar masalah kantor,” jawab Levi yang terlihat seperti sedang terburu-buru.


“Tapi kemana anda akan pergi? Setengah jam lagi rapatnya akan di mulai, anda tidak boleh pergi terlalu lama,” ujar Theo yang seakan tidak mengijinkan Levi pergi.


“Haish, … Kalau begitu batalkan saja rapatnya. Jadi, cepat kau minggir dari hadapanku!” seru Levi yang mulai kesal dengan kelakuan asistentnya itu.


“Tapi Tuan muda anda mau pergi kemana?” tanya Theo lagi yang masih tetap menghadang Levi.


“Jangan terlalu ikut campur dengan urusan pribadiku atau kau sekarang mulai mengabaikan peringatanku sebelumnya?” Kali ini Levi mulai memperlihatkan sisi gelapnya atau lebih tepatnya aura psikopatnya.


“Bu-bukannya seperti itu! Tapi ada Tuan Martin yang memaksa ingin bertemu dengan anda, dia sekarang masih berada di lobi,” ujar Theo yang akhirnya mengatakan yang sesungguhnya.


“Tuan Martin?” gumam Levi yang merasa tidak asing dengan nama itu.


“Dia ayah dari Nona Stevanny dan sekarang dia datang untuk menuntut tanggung jawab dari Tuan muda atas kejadian yang menimpa putrinya malam itu,” bisik Theo yang tidak ingin semua orang mengetahui tentang kejadian di hotel pada malam itu.


“Aaah, … Kau saja yang menghadapinya. Tanyakan apa yang dia inginkan, tapi jika itu pernikahan maka abaikan saja!” ujar Levi dengan santainya menyerahkan tugas itu pada Theo.


“Tapi Tuan muda, _....”


“Dan satu hal lagi! Beritahu orang bernama Martin atau siapa pun itu untuk tidak mengusikku lebih dari ini. Atau mereka akan menerima akibatnya dan kau pasti tahu apa itu,” lanjut Levi yang secara tidak langsung mengancam keluarga Stevanny melalui Theo.


Theo hanya bisa menelan ludah tanpa mampu berkata apapun lagi untuk membalas perkataan Levi. Terlebih ketika matanya melihat sosok psikopat Levi yang tengah memberikan tatapan membunuh padanya. Sedangkan Levi malah tersenyum puas melihat sikap patuh dari Theo sembari berjalan pergi dengan santainya.


^^^Bersambung,....^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...