Soulmate: Mafia Love Story

Soulmate: Mafia Love Story
Situasi Berbeda Part. 1



“Hah? Papah, _....”


Terlihat Rayden kebingungan untuk menjawab pertanyaan Lucia. Apalagi dirinya kini sudah menjadi pusat perhatian semua tamu yang hadir, Rayden sudah tidak bisa mengatakan tidak. Jika, Rayden menyanggahnya maka Lucia dan Levi yang nantinya akan di permalukan.


Rayden pun tidak bisa membiarkan hal itu, dia tidak mungkin menghancurkan pesta pernikahan putrinya sendiri. Dengan sedikit rasa terpaksa, akhirnya Rayden pun membenarkan perkataan Felix sebelumnya yaitu menyanyikan sebuah lagu.


“Benar, ada satu lagu yang ingin Papah menyanyikan untuk kalian berdua,” jawab Rayden yang kembali naik ke altar pernikahan.


“Semangat, Tuan muda!” ujar Will menyemangati Tuannya.


“Tuan muda, Bravo! Fighting!” seru Felix dengan antusias.


“Sialan, kau Felix! Awas saja nanti, akan ku buat kau menderita. Tunggu saja pembalasan dariku,” batin Rayden sembari mengumpat pada Felix.


Rayden pun langsung meraih gitar yang tadi di mainkan oleh Jaydon dan mencoba untuk memainkannya. Suara gitar mulai terdengar menggema di setiap sudut aula. Alunannya terdengar begitu lembut dan indah. Sebelum mulai bernyanyi Rayden pun menyampaikan sesuatu untuk Levi dan Lucia, terutama untuk Levi yang membuat semua orang sedikit terkejut saat mendengarnya.


“Papah persembahkan lagu ini memang khusus untuk kalian berdua. Selamat atas pernikahannya dan untukmu Levi, mulai sekarang belajarlah memanggilku ‘Papah’ seperti yang di lakukan Lucia. Sebab sejak kau resmi menjadi suami dari putriku, maka secara tidak langsung kau akan menjadi putraku juga. Apa kau mengerti?” ujar Rayden yang membuat Levi seketika mematung.


“Sayang!” panggil Lucia menyadarkan Levi dari rasa terkejutnya.


Levi pun menatap istrinya sejenak seolah memastikan bahwa perkataan Rayden adalah nyata, bukan hanya sekadar khalayannya saja.


Kemudian, Levi menjawab, “Sa-saya mengerti, Pa-papah!”


“Benar! Seperti itulah sekarang kau harus memanggilku,” ujar Rayden dengan senyuman merekah di wajahnya.


“Papah, … Hiks, ….”


Levi kembali menyebut Rayden dengan sebutan ‘Papah’. Tanpa terasa air matanya langsung jatuh, karena terlalu bahagia semua hal pernah dia mimpikan dulu sekarang akhirnya terwujud. Cintanya terbalaskan, kini Lucia telah resmi menjadi istrinya.


Kini dia pun telah resmi menjadi salah satu keluarga Xavier, memiliki Rayden dan Zhia sebagai orang tuanya. Noland dan Julia sebagai Kakek dan Neneknya. Luca dan Trio somplak sebagai kakaknya dan Triple R sebagai adiknya. Sungguh Levi tidak mau menginginkan apapun lagi sekarang, karena dia sudah merasa cukup dengan semua itu.


“I Loved Her First dari Heartland, lagu ini Papah nyanyikan untuk kalian berdua. Jadi, berhentilah menangis Levi,” ujar Rayden yang tidak habis pikir kenapa Levi menangis hanya karena memanggilnya Papah.


Saat itu juga Levi pun langsung menghentikan tangisannya. Dia memeluk Lucia dalam dekapannya, menanti lagu seperti apa yang akan di nyanyikan oleh Papahnya. Petikan gitar Papah Rayden kembali di ulang dan dia pun menyanyikan lirik pertamanya.


...Look at the two of you dancing that way...


...Pandangi kalian berdua menari begitu...


...Lost in the moment and each other's face...


...Terpaku dan saling tatap...


...So much in love you're alone in this place...


...Begitu banyak cinta di antara kalian di tempat ini...


...Like there's nobody else in the world...


...Seakan tak ada orang lain di dunia ini...


...I was enough for her not long ago...


...Aku belum lama bersamanya...


...I was her number one...


...Baginya aku nomer satu...


...She told me so...


...Begitu katanya...


...And she still means the world to me...


...Dan dia masih sangat berarti bagiku...


...Just so you know...


...Agar kau tahu...


...So be careful when you hold my girl...


...Maka berhati-hatilah saat kau gandeng putriku...


...Time changes everything...


...Waktu mengubah segalanya...


...Life must go on...


...Hidup harus berlanjut...


...And I'm not gonna stand in your way...


...Dan aku takkan menghalangi kalian berdua...


...Reff....


...But I loved her first and I held her first...


...And a place in my heart will always be hers...


...Dan sebuah tempat di hatiku akan selalu miliknya...


...From the first breath she breathed...


...Sejak pertama kali dia bernafas...


...When she first smiled at me...


...Saat pertama kali dia tersenyum padaku...


...I knew the love of a father runs deep...


...Aku tahu cinta seorang ayah mengalir begitu dalam...


...And I prayed that she'd find you someday...


...Dan kuberdoa kelak dia menemukanmu...


...But it's still hard to give her away...


...Tapi masih berat rasanya tuk melepaskannya...


...I loved her first...


...Aku mencintainya lebih dulu...


...How could that beautiful woman with you...


...Bagaimana bisa perempuan cantik itu bersamamu...


...Be the same freckle-faced kid that I knew...


...Persis seperti gadis kecil jerawatan yang kutahu...


...The one that I read all those fairy tales to?...


...Gadis yang kubacakan dongeng peri...


...And tucked into bed all those nights?...


...Dan menidurkannya di malam hari...


...And I knew the first time I saw you with her...


...Dan aku tahu sejak pertama kulihat kau bersamanya...


...It was only a matter of time...


...Hanya soal waktu...


Permainan gitar yang terdengar sangar merdu, lirih yang berarti sangat dalam seolah menceritakan perasaan yang Rayden rasakan saat itu. Di nyanyikan dengan setulus hatinya, hingga membuat semua orang pun terbawa oleh lagu dan nyanyian itu.


...****************...


Suasana yang penuh haru, kebahagian dan meriah di rasakan semua orang yang saat itu masih berada di aula pernikahan. Namun, situasi jauh berbeda dengan yang di rasakan oleh Luca dan yang lainnya. Mereka harus berjuang melawan para anak buah Luke yang mencoba menghancurkan pesta pernikahan Levi dan Lucia.


Begitu Luca tiba di basement ZL Hotel, dia langsung bertemu dengan Regis yang sepertinya baru selesai membereskan musuh bagiannya. Luca pun sedikit terkejut melihat Regis yang terkenal sebagai anak paling baik hati di keluarganya bisa menumbangkan hampir dua puluh orang musuhnya seorang diri.


“Astaga!” seru Luca yang terkejut saat melihat keberadaan adik bungsunya yang tengah duduk dengan napas terengah-engah di antara banyak orang yang di kiranya sebagai mayat.


“Ouh, … Kak Luca! Apakah kau datang untuk membantu? Tapi seperti yang Kakak lihat, aku telah berhasil membereskannya seorang diri,” ujar Regis dengan senyuman polosnya.


“Apa kau yang membunuh semua orang ini sendirian?” tanya Luca dengan tatapan mata yang terlihat tidak mempercayainya sama sekali.


“Tapi Regis yang aku kenal bahkan tidak tega membunuh seekor ulat yang sangat di bencinya. Tapi kenapa sekarang kau dengan tega membunuh semua orang-orang ini. Jangan-jangan jiwa psikopat mu baru saja terbangkitkan? Atau kau kerasukan mahluk halus?” lanjut Luca mencecar Regis dengan berbagai pertanyaan. Sebab dia masih sama sekali tidak percaya adik bungsunya bisa membunuh orang.


^^^^^^Bersambung, ....^^^^^^


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...